Petition update

Selamatkan Pulau Pinang! Tolak Proyek Reklamasi 3 Pulau!

Salma Khoo
George Town, 07, Malaysia

May 28, 2019 — 

BMEnglish / 中文 / தமிழ் / 日本語 / BI / ภาษาไทย 

(Petisi Tolak Proyek Reklamasi 3 Pulau dalam Bahasa Indonesia)

Kami menolak proposal untuk reklamasi 3 pulau besar di selatan Pulau Penang, seperti yang diumumkan oleh Ketua Menteri Penang YAB Chow Kon Yeow (The Star, 6 Mei 2019). Kurangnya konsultasi publik dan informasi terperinci tentang proyek ini mengejutkan mengingat ukuran reklamasi yang diusulkan yaitu 4.500 hektar atau 7 mil persegi - ukuran Johor Forest City! Kami menyerukan pada Tun sebagai ketua Dewan Perencanaan Fisik Nasional untuk menolak megaproyek Penang South Reclamation (PSR) karena alasan berikut:

  1. Reklamasi ini akan menghancurkan wilayah perikanan terkaya di Penang. Mengingat penipisan ikan begitu cepatnya di seluruh dunia, cadangan ikan di pesisir ini adalah ketahanan pangan kita yang memasok kebutuhan lokal serta industri makanan dan pariwisata Penang. Setelah hancur, harga hidangan laut akan melonjak melampaui kemampuan orang Penang.
  2. Mata pencaharian 4.817 nelayan lepas pantai dipertaruhkan. Para nelayan ini telah berulang kali melakukan protes, yang terbesar dilakukan 1.500 nelayan dari 14 perkumpulan di Pantai Sungai Batu, Teluk Kumbar (Berita Harian, 13/12/2015), yang terbaru di awal tahun 2019. Pengalaman nelayan dengan reklamasi utara STP2 menunjukkan bahwa mereka tidak terlindungi dengan baik oleh pemerintah Penang, meskipun ada jaminan.
  3. Dampak penambangan pasir juga akan terasa di Perak. Dasar laut yang dalam (zona bentik) akan dikeruk dan dihancurkan. Seperti halaya reklamasi di utara, para nelayan di Penang dan 6.080 nelayan lainnya di Perak akan mengangkat lumpur dan batu, melubangi jala mereka.
  4. Pantai selatan Penang yang alami akan hancur. Lingkungan pesisir Permatang Damar Laut, Gertak Sanggul dan Teluk Kumbar akan hancur oleh reklamasi dan polusi. Penduduk setempat akan kehilangan pantai untuk berekreasi dan pemandangan lautnya. Reputasi ekowisata Penang akan ternoda oleh proyek yang tidak bertanggung jawab ini.
  5. Habitat pesisir dan Kehidupan di Bawah Air (SDG 14) akan hancur. Pola bersarang Penyu Lipas yang terdaftar di IUCN sebagai "rentan" dan taman bermain Lumba-lumba Bungkuk Indo-Pasifik dan Lumba-lumba Tanpa Sirip Indo-Pasifik akan terganggu. Pencemaran kemungkinan akan mencapai Pulau Kendi yang kaya akan terumbu karang. Keanekaragaman hayati laut sejauh bermil-mil akan tergerus habis.
  6. Proyek ini mengabaikan lingkungan secara gegabah meskipun berhadapan dengan krisis iklim. Walaupun mengklaim menargetkan pengurangan 40%, proyek reklamasi akan menghasilkan tambahan 3,2 juta ton emisi karbon setiap tahun (sumber, 18 Nasihat, 18 April 2019).
  7. Master Plan Transportasi Penang (PTMP) RM46 miliar adalah alasan yang buruk untuk melakukan reklamasi. Reklamasi dan penjualan tanah konon merupakan sarana untuk membayar implementasi PTMP guna mengurangi kemacetan lalu lintas. Tetapi versi PTMP saat ini pada dasarnya cacat, yang terdiri dari banyak proyek mahal daripada solusi terintegrasi yang memadai.
  8. Alasan tambahan untuk reklamasi masih diragukan. Usulan perpanjangan bandara Penang telah digantikan oleh rencana Bandara Internasional Kulim (LTAK). Lokasi pusat administrasi yang diperdebatkan dan ruang publiknya tidak akan nyaman bagi kebanyakan orang Penang. Selain itu, ekspansi perkotaan di masa depan didasarkan pada perkiraan proyeksi populasi yang tidak realistis sebesar 2,45 juta, dibandingkan 1,98 juta hasil perhitungan Departemen Statistik!
  9. Kebutuhan nyata untuk reklamasi tanah bukanlah disebabkan kelangkaan lahan, melainkan perencanaan yang buruk. Penang Development Corporation memiliki 4.500 hektar tanah di Seberang Perai. Dalam Visi 2030-nya, Ketua Menteri berjanji untuk mewujudkan pembangunan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Seberang Perai. Ini dapat dicapai dengan berinvestasi pada infrastruktur yang tepat dan jaringan transportasi umum yang baik melintasi Jembatan Kedua, bukan melalui reklamasi.
  10. Pemerintah Penang belum transparan tentang proyek tersebut. Sejak awal, tampilan 20 volume proposal SRS sangat dibatasi, di mana pengunjung tidak dapat membuat salinan, membawa kamera atau bahkan ponsel. Hingga saat ini, tidak ada rincian komponen biaya PTMP termasuk reklamasi yang tersedia.
  11. Pembangunan spekulatif ini didasarkan pada keserakahan, bukan kebutuhan. Terlepas dari kondominium kosong yang ada di mana-mana, jumlah properti tak terjual yang serius, dan reklamasi utara yang sedang berlangsung (hampir 900 hektar), negeri bersikeras mereklamasi 3 pulau (4.500 hektar), yang pasti akan memperburuk kelebihan properti!
  12. Reklamasi pulau akan membebani negeri dengan biaya perawatan. Kami tidak semata-mata menentang reklamasi, tetapi kami menentang jenis reklamasi khusus ini - reklamasi pulau untuk pengembangan tipe resor. Karena pendangkalan, saluran antara pulau-pulau harus terus-menerus dipelihara dengan biaya publik.
  13. Malaysia tidak membutuhkan “Forest City” lainnya. Proyeksi populasi di 3 pulau akan menjadi 446.300 jiwa (sumber, 18 Nasihat), tetapi siapakah penghuninya? Dengan hanya 6–20% tanah perumahan dalam kategori “terjangkau”, apakah sebagian besar properti akan ditargetkan untuk pembeli asing kelas atas? Akankah perkembangan ini memunculkan kesenjangan sosial yang mencolok?
  14. Negeri ini harus merawat penduduk yang ada bukan pembeli di masa depan. Orang-orang Penang telah berulang kali menyoroti kerentanan yang mendesak terhadap masalah banjir di Pulau Penang dan Seberang Perai, lereng bukit yang terbuka di Tanjung Bungah, Bukit Botak, Paya Terubong, dan daerah longsor Bukit Kukus. Mengapa negeri ini terobsesi untuk menciptakan pulau “Cerdas dan Hijau” untuk pembeli masa depan, tetapi abai untuk merehabilitasi lingkungan bagi penduduk yang ada?
  15. Kurangnya transparansi dalam proses perencanaan dan pengelolaan menyiratkan agenda tersembunyi. Mungkinkah tujuan nyata proyek reklamasi dikaitkan dengan menutupi kesenjangan anggaran negeri, meningkatkan biaya reklamasi dan permainan properti di selatan pulau? Proyek besar yang akan melampaui masa jabatan Ketua Menteri saat ini dapat dengan mudah menjadi platform untuk memanipulasi nilai tanah, aliran uang internasional dan pendanaan politik yang tidak diumumkan.
  16. Proyek yang berisiko ini mungkin akan menempatkan negeri dalam bahaya keuangan. Dengan pendapatan tahunan hampir tidak RM1 miliar, negeri mencari pinjaman RM1 miliar untuk melakukan reklamasi senilai RM16 miliar, meskipun ada ancaman terhadap arus kas dan ketidakcocokan waktu di pasar properti yang fluktuatif. Biaya penjaminan jangka pendek dan biaya penjaminan lahan yang tidak pasti ini akan ditanggung oleh negeri, sementara konsorsium pengembang (sebagai Mitra Pengiriman Proyek) dijamin dengan biaya 6%. Apakah tindakan negeri yang melampaui batas akan mengakibatkan bencana keuangan?
  17. Terlalu banyak yang dipertaruhkan demi keuntungan publik yang terlalu sedikit. Proyek reklamasi yang gagal akan membebani Penang dengan hutang dan proyek-proyek terbengkalai, sementara generasi kini dan mendatang akan kehilangan peluang berharga untuk melakukan adaptasi iklim yang tepat waktu dan pembangunan yang kuat dan berimbang.
  18. Solusi yang lebih baik, lebih murah, lebih cepat dapat diterapkan. Jika negeri berinvestasi dalam meningkatkan transportasi umum dan konektivitas, dan mendorong penggunaan transportasi publik (menargetkan 40% modal), jalan-jalan yang ada sekarang akan memadai sampai tahun 2030. Mobilitas bersama yang cerdas akan segera terjadi!
  19. Solusinya harus sesuai untuk mayoritas orang Penang. Analisis penyelarasan Pan-Island Link RM9,6 miliar, dan LRT RM9 miliar menunjukkan pada akhirnya keduanya tidak akan secara proporsional melayani 3 pulau. Namun, warga Penang sudah harus menanggung biaya lingkungannya.
  20. Solusinya harus berkeadilan sosial. Jika tujuannya adalah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, mengapa negeri harus menghargai pengguna mobil dan menciptakan pecundang? Mengapa para nelayan dan masyarakat pedesaan harus meninggalkan gaya hidup berkelanjutan mereka, hanya karena beberapa pengemudi terlalu egois untuk menyerahkan ruang jalan untuk lajur bus?

Penang diberkati dengan bukit, laut, dan kota George Town yang terdaftar di UNESCO, tetapi kita sekarang berada di persimpangan. Visi apa yang kita inginkan untuk Penang? Perluasan hamparan beton urban yang didominasi mobil sampai melahap bukit dan laut kita? Atau Penang yang cerdas, hijau, minim-mobil, terhubung, dan nyaman ditinggali untuk semua?

Strategi pembangunan berkelanjutan yang bijaksana secara finansial dan inklusif secara sosial akan membawa pertumbuhan ekonomi yang kuat. Kita memiliki tanggung jawab untuk meninggalkan planet yang lebih baik untuk generasi kini dan mendatang!

Selamatkan Nelayan Kita! Selamatkan Lingkungan Pesisir Kita! Tolak Reklamasi!

#SavePenang   #PenangTolakTambak

https://www.change.org/p/prime-minister-of-malaysia-save-penang-reject-the-3-islands-reclamation

 




Keep fighting for people power!

Politicians and rich CEOs shouldn't make all the decisions. Today we ask you to help keep Change.org free and independent. Our job as a public benefit company is to help petitions like this one fight back and get heard. If everyone who saw this chipped in monthly we'd secure Change.org's future today. Help us hold the powerful to account. Can you spare a minute to become a member today?

I'll power Change with $5 monthlyPayment method

Discussion

Please enter a comment.

We were unable to post your comment. Please try again.