Decision Maker

Imam Nahrawi

  • Menteri Pemuda dan Olahraga RI

H. Imam Nahrawi, S.Ag. (lahir di Bangkalan, Jawa Timur, 8 Juli 1973; umur 41 tahun) adalah seorang politikus Indonesia yang kini menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga sejak 27 Oktober 2014, pada Kabinet Kerja.


Does Imam Nahrawi have the power to decide or influence something you want to change? Start a petition to this decision maker.Start a petition
Petitioning Imam Nahrawi, Joko Widodo

Revolusi PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) !

Join grup diskusi di line dengan mengklik link dibawah ini. [#KawalGaruda] You've been invited to the chat "#KawalGaruda". https://line.me/ti/g2/3-5X8u791naynVQQAH7FD5G4oPGTBMK6pMD-nmF0CXaoam_XWoTbBKzRsMG9ySYg Hanya para sekumpulan pecinta Tim Nasional! (Pakai Nama Asli!) Setelah drama Luis Milla yang begitu panjang diputuskanlah pelatih untuk menangani Timnas Indonesia di AFF Cup 2018. Keputusan PSSI untuk menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih kepala adalah sebuah keputusan yang sedikit 'bodoh' dan dengan sedikit pertimbangan. Bagaimana bisa seorang yang belum pernah menjadi pelatih kepala ditunjuk untuk menangani Timnas sebuah negara dengan embel-embel pernah menjadi asisten seorang Luis Milla? Di saat negara lain seperti Filipina sudah menunjuk pelatih sekaliber Sven Goran Erikson, kita menunjuk seorang Bima Sakti yang belum pernah memiliki pengalaman sebagai pelatih kepala. Bima telah diuji saat menangani Timnas U-19 saat melawan Jepang U-19. Permainan U-19 saat itu buntu sampai akhir pertandingan tidak ada perubahan. Di sini saya tidak sama sekali menyalahkan Bima Sakti, tetapi tetap Federasi kita yang buruk ini menjadi persoalan. Sampai kapan kita mau melihat Timnas kita seperti ini, ditangani oleh federasi yang sama sekali tidak perduli dengan para pemain dan persepakbolaan di Indonesia ini. Sudah saatnya kita semua sebagai suporter dan pecinta timnas bersatu padu untuk menyuarakan REVOLUSI PSSI! Turunkan semua orang yang menjadi dalang rusaknya persepakbolaan dan timnas kita. Sekarang saatnya ketua PSSI dijabat dari insan sepakbola yang mengerti bagaimana caranya mengelola liga dan sepakbola!

Calvian Fernando
22,517 supporters
Victory
Petitioning Joko Widodo

Menpora, #BekukanPSSI dan lakukan restrukturisasi untuk selamatkan sepak bola Indonesia!

Pak Menpora, kami sudah lelah dan muak. Sudah 84 tahun PSSI berdiri, tapi apa prestasi sepak bola kita? Bukannya mengejar piala, PSSI malah lebih akrab dengan masalah. Yang terkini, tim nasional kita untuk pertama kalinya tersingkir dari Piala AFF dalam dua edisi secara beruntun. Kegagalan itu diiringi kekalahan menyakitkan 0-4 oleh Filipina, negara yang sebelumnya tak pernah menang atas Indonesia. Namun, itu hanyalah lanjutan dari kekacauan sepak bola kita. Dalam laga babak 8 besar Divisi Utama, akhir Oktober lalu, kita dikagetkan oleh insiden sepak bola gajah yang melibatkan PSS Sleman dan PSIS Semarang. Dua tim itu berlomba mencetak lima gol bunuh diri. Secara blak-blakan mereka melukai hati dan menginjak harga diri kita, penikmat sepak bola Indonesia.  Sepak bola gajah bukan barang baru dalam sejarah sepak bola kita. Di tahun 1988, Persebaya Surabaya rela dibobol 12 kali oleh Persipura Jayapura demi menjegal langkah PSIS Semarang di Divisi Utama. Sepuluh tahun berselang, kita kembali dibuat malu oleh gol bunuh diri Mursyid Effendi saat tim nasional Indonesia melawan Thailand di Piala Tiger. Rupanya, dua kejadian memalukan itu tak cukup dan kita dipaksa melihat hal yang sama. Sepak bola gajah hanya puncak gunung es dari masalah sepak bola nasional yang selama ini dikelola PSSI. Fakta bahwa tim nasional kita miskin gelar dan kompetisi kita penuh cacat adalah cerminan dari tidak becusnya PSSI. Untuk itu, kami meminta Bapak Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, untuk mengintervensi PSSI. Kami tak bisa lagi berharap pada PSSI yang selama ini terbukti gagal mengelola sepak bola yang bersih dari masalah. Akibat terlalu parahnya permasalahan di tubuh PSSI, intervensi pemerintah harus berupa restrukturisasi, yaitu membuat struktur dan sistem baru yang bersih dan kompeten. Pemerintah harus membekukan kepengurusan PSSI saat ini dan mengambil alih organisasi sembari melakukan penataan ulang. Pak Menpora, jangan takut dengan ancaman sanksi FIFA yang selama ini dihembuskan PSSI. Sanksi FIFA itu tak akan terjadi selamanya. Justru, pengasingan dari dunia internasional adalah kesempatan kita untuk memperbaiki sepak bola nasional. Beberapa negara sudah merasakan efeknya, seperti Brunei Darussalam dan Bosnia Herzegovina yang mampu berbenah setelah di-banned FIFA pada 2009 dan 2011. Bosnia lolos ke Piala Dunia 2014 dan Brunei yang tadinya sering kita bantai bisa menang dua kali atas Indonesia (2012 dan 2014).  Saat klub-klub Inggris dikucilkan dari kompetisi Eropa sejak 1985 hingga 1990, sekretaris FA, Ted Crooker, mengeluarkan pernyataan menarik. “Ada banyak di antara kami (orang Inggris) yang memang tak ingin melihat klub-klub kami berlaga di Eropa sebelum ‘rumah’ kami beres,” ujar Crooker. Dengan semangat yang sama, sudah saatnya pemerintah turun tangan dalam membereskan ‘rumah’ sepak bola kita yang selama ini kotor. Mengeluarkan mereka yang mengotori ‘rumah’ dan menata ulang secara menyeluruh adalah satu-satunya langkah yang harus ditempuh. Tak ada cara lain.

Pecinta Sepak Bola Indonesia
8,501 supporters
Petitioning Joko Widodo, Imam Nahrawi, PSSI , Erick Thohir, Edy Rahmayadi, FIFA, AFC

Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI

Ketua Umum PSSI terpilih periode 2016-2020 adalah Bapak Edy Rahmayadi. Tetapi setelah memenangkan pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018-2023 (versi hitung cepat), Pak Edy akan merangkap jabatan.  Dalam Statuta PSSI Bab VI pasal 41 ayat 6 tentang Calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum, tertulis bahwa: “Apabila Ketua Umum secara permanen atau sementara berhalangan dalam melaksanakan tugas resminya, Wakil Ketua Umum akan mewakilinya sampai dengan Kongres berikutnya. Kongres ini akan memilih Ketua Umum yang baru, jika diperlukan.” Berdasarkan penjelasan tersebut, maka yang berhak memimpin PSSI jika Edy Rahmayadi telah dilantik sebagai Gubernur Sumatera Utara nanti adalah wakil Ketua Umum PSSI, yang sekarang dipegang oleh Joko Driyono. Pria yang akrab disapa Jokdri itu memang sudah menjalankan tugas Ketua Umum PSSI, ketika diangkat jadi Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI setelah Pak Edy cuti. Joko Driyono nantinya kemungkinan akan memegang kendali di PSSI sampai digelarnya Kongres Luar Biasa untuk memilih Ketua Umum, setelah Edy Rahmayadi dilantik jadi Gubernur Sumatera Utara. Kongres memilih Ketua Umum boleh diselenggarakan lebih cepat sebelum waktunya (tahun 2020 ketika masa jabatan Pak Edy habis), karena tidak mungkin PSSI terus dijalankan oleh wakil Ketua Umum sampai 2020. Atau, justu nantinya Joko Driyono yang akan dilantik sebagai Ketua Umum PSSI selanjutnya. Hal ini mengingat Jokdri adalah orang yang sangat berpengalaman di sepak bola Indonesia, yang secara profil sudah sangat memenuhi persyaratan calon Ketua Umum PSSI. Untuk menempati kursi nomor satu di PSSI, calon Ketua Umum harus mendapat suara minimal 67% atau 2/3 dari total suara sah di Kongres. Jika harus dilakukan dua putaran, cukup diperlukan suara terbanyak mutlak (50%+1). Apabila ada lebih dari dua calon, calon yang memperoleh jumlah suara terendah disisihkan dari pemungutan suara kedua, sehingga hanya tertinggal dua calon. Begitu peraturan yang tertera di Statuta PSSI. Berdasarkan Pasal 40 Undang-Undang Dasar Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, tertulis bahwa pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga provinsi, dan komite olahraga kabupaten/kota bersifat mandiri dan tidak terikat dengan kegiatan jabatan struktural dan jabatan publik. Peraturan di atas juga semakin dipertegas lagi dengan adanya Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 800/148/sj 2012 yang berbunyi Kepala Daerah tingkat I dan II, pejabat publik, wakil rakyat, hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS), dilarang rangkap jabatan dalam organisasi olahraga, seperti KONI dan PSSI, serta kepengurusan klub sepakbola professional maupun amatir. Rangkap jabatan sebagai Ketua Umum PSSI dengan jabatan politik juga melanggar aturan FIFA dimana sanksi nya PSSI bisa dibekukan (lagi) oleh FIFA. Dalam petisi ini, sumber ingin mengajak "netizen" sepakbola Indonesia untuk mendorong Pak Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI serta didengar oleh Presiden RI Pak Joko Widodo dan pihak berwenang lainnya. Tanpa bermaksud merendahkan kualitas Ketua Umum PSSI saat ini yaitu Pak Edy Rahmayadi maupun kandidat atau tokoh lainnya. Ini bertujuan agar sepakbola Indonesia tidak dibekukan lagi oleh FIFA dan PSSI dipimpin oleh orang-orang yang memahami bola, berpengalaman, profesional, bersih, kredibel dan netral. Kriteria ini ada pada sosok Bapak ERICK THOHIR. 

Wira Adikusuma
4,850 supporters
Closed
Petitioning pssi@pssi.or.id

Kembalikan Hak Klub Persebaya Surabaya, Jadikan Persebaya Sebagai Voters Di Kongres PSSI

Kami dari Arek Bonek sebagai suporter klub sepakbola Persebaya Surabaya sudah mengirimkan surat kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo. Substansi surat tersebut yaitu Presiden Joko Widodo harus mendukung dikembalikannya hak klub sepakbola Persebaya Surabaya dengan memberikan hak menjadi voters dalam Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tanggal 10 Nopember 2016 di Jakarta. Kejahatan sejarah yang telah dilakukan adalah Persebaya tidak diakui dan dipaksa mati sejak tahun 2013. Isi surat tersebut sebagai berikut: Dengan Hormat, Yang Kami muliakan Bapak Jokowi, Bersama ini Kami dari Arek-Arek Bonek suporter Klub sepakbola Persebaya dengan ini memohon dukungan untuk mengembalikan hak-hak Persebaya. Arek-Arek Bonek sejak pertengahan tahun 2013 sudah tidak bisa lagi menonton dan mendukung Persebaya yang dicintainya. Persebaya sengaja dipaksa mati oleh PSSI. Persebaya Surabaya adalah salah satu pendiri PSSI pada tahun 1930. Persebaya juga telah mengharumkan nama bangsa Indonesia dalam kancah sepakbola internasional. Tim nasional sepakbola Indonesia tak bisa dipisahkan dari Persebaya karena Persebaya adalah salah satu lumbung pemain nasional. Arek-Arek Bonek sepenuhnya mendukung reformasi dan tata kelola sepakbola nasional yang baik dari pemerintah. Arek-Arek Bonek sadar betul tanpa peran pemerintah sepakbola nasional tidak akan pernah maju dan mendunia. Dasar permohonan dukungan ini kami uraikan untuk mengetahui duduk permasalahan sebenarnya yaitu: 1.      Bahwa berdasarkan statuta PSSI pasal 12 ayat (1) tentang keanggotaan,   Persebaya adalah klub anggota PSSI2.      Bahwa berdasarkan Statuta PSSI pasal 14 ayat (1) huruf (a) tentang hak-hak anggota, Persebaya ikut serta dalam kongres PSSI, mendapatkan informasi mengenai agenda rapat sebelumnya, diberikan panggilan untuk hadir pada kongres yang disampaikan dalam waktu yang ditentukan dan melaksanakan hak pilihnya3.      Bahwa berdasarkan Statuta PSSI pasal 23 ayat (1) dinyatakan bahwa kongres diikuti 105 delegasi yang tersusun dengan komposisi sebagai berikut: a. 18 delegasi dari klub Indonesia Super League (ISL). Sampai saat ini salah satu hak dari 18 delegasi klub itu masih menjadi hak atas nama dan milik Persebaya4.      Bahwa sejak musim kompetisi tahun 2008/2009 Persebaya tercatat sebagai salah satu peserta Indonesia Super League (ISL) dengan payung atau entity commercial PT. Persebaya Indonesia Jalan Karanggayam No. 1 Surabaya dan tercatat dalam regulasi AFC termasuk dalam register international transfer certificate (ITC)5.      Bahwa berdasarkan surat keputusan Menpora bernomor 01307 tertanggal 17 April 2015. BOPI mengungkapkan telah terjadi pelanggaran regulasi AFC-FIFA terkait lisensi klub profesional atas nama Persebaya. PT MMIB tidak punya hak terhadap pengelolaan Persebaya. Persebaya adalah milik PT. Persebaya Indonesia.6.      Bahwa kementerian hukum dan hak asasi manusia telah menetapkan sertifikat merek dengan nomor IDM000465336 bahwa hak nama dan logo Persebaya adalah sah milik PT. Persebaya Indonesia.7.      Bahwa transaksi jual beli saham Persebaya yang dilakukan PT. MMIB dengan koperasi Kepolisian RI dengan serta merta gugur karena yang diperjualbelikan adalah saham perusahaan bodong. Berdasarkan regulasi FIFA artikel 4.4 halaman 20 yang dijadikan landasan hukum konfederasi (AFC) dan federasi (PSSI) disebutkan pada artikel 4.4.1.7 “ A licence may not be transferred” tegas, lisensi klub tidak bisa diperjualbelikan apalagi dilakukan oleh perusahaan bodong8.      Bahwa pada tanggal 30 Juni 2016 pengadilan niaga Surabaya telah memutuskan bahwa gugatan PT MMIB ditolak untuk seluruhnya terkait hak merek. Nama dan logo Persebaya secara mengikat (inkracht) menjadi hak milik PT. Persebaya Indonesia9. Bahwa berdasarkan Statuta PSSI dan FIFA, PT MMIB yang dulu menggunakan nama Persebaya dengan melawan hukum dan sekarang berubah nama menjadi Bhayangkara FC tidak punya hak sama sekali mengambil hak dan mandat Persebaya. Adapun tuntutan Bonek yaitu meminta kepada PSSI untuk mengembalikan hak Persebaya dengan payung hukum PT. Persebaya Indonesia sebagai pemilik suara yang sah dalam Kongres PSSI tanggal 10 Nopember 2016 dan tentunya otomatis sebagai anggota PSSI Demikian surat permohonan dukungan ini Kami sampaikan. Atas perhatiannya Kami ucapkan terima kasih Bapak Presiden Jokowi.  JURU BICARA AREK BONEK 1927  ANDIE PECI   Tembusan disampaikan Kepada Yth. : 1. Menteri Pemuda dan Olahraga2. Plt Ketua Umum PSSI3. Arsip        

Andie Peci
2,556 supporters
Petitioning Joko Widodo, Imam Nahrawi

Meminta Pemerintah dalam hal Fasilitas sirkuit khusus cabor Drifting Di Indonesia

Perkenalkan Nama Saya, Muhammad Fairuzandri, Di sini Saya hanya mewakili suara-suara para Atlet Olahraga Otomotif untuk Meminta pembangunan fasilitas berupa sirkuit khusus drifting, terutama Atlet Cabang Olahraga Otomotif, yaitu Drifting. Sebelumnya, Saya jelaskan sedikit apa itu Drifting: Drifting tumbuh di Jepang sekitar pertengahan tahun 1960-an, dipelopori kalangan pecinta balap yang dijuluki rolling zoku. Mereka mengadaptasi teknik opposite-lock dari balap rally di jalan pegunungan yang berkelok-kelok dan beraspal licin di wilayah Rokkosan, Hakone, Irohazaka dan Nagano. Drifting sendiri adalah sebuah teknik menyetir dan nama cabang olahraga balap mobil yang memperlombakan pemakaian teknik tersebut. Drifting memerlukan ketangkasan dalam mengatur pengereman dan ketangkasan mengemudi agar mobil dapat meluncur lebih lama. Drifting hanya dapat dilakukan dengan mobil berpenggerak roda belakang serta dengan upgrade mobil yang optimal. Pada tahun 1970-an, Kunimitsu Takahashi, yang merupakan pembalap F1 legenda Jepang, mendapatkan inspirasi ketika ia mencoba bagian depan mobilnya mengikuti apex (titik paling pinggir dari sebuah tikungan) dengan kecepatan tinggi dan menggunakan rem tangan untuk mengikuti tikungan itu. Keiichi Tsuchiya langsung tertarik dengan teknik drifting. Tsuchiya terus berlatih drifting di jalan-jalan pegunungan di Jepang sehingga dijuluki Dorikin alias Drift King. Pada tahun 1987, para modifikator setuju untuk merekam Tsuchiya saat drifting dan mempopulerkannya. Video tersebut menjadi hits dan membuat banyak insan tertarik. Hal ini didukung pula dengan popularitas komik “Initial D”. Pada tahun 2001, Daijiro Inada (Tokyo Auto Salon) bersama Keiichi “Dorikin” (Raja Drifting) Tsuchiya membuat seri kompetisi drifting profesional, D1 Grand Prix (D1 GP). Dalam kompetisi, pengemudi berusaha untuk membuat agar mobilnya berada dalam posisi miring dan meluncur selama mungkin. Semenjak saat itu, olahraga drifting semakin menjamur. Namun Fédération Internationale de l'Automobile atau FIA, badan yang membawahi kegiatan olahraga balap internasional, tidak mengakui drifting sebagai olahraga balap profesional. (https://www.otosia.com/berita/sejarah-awal-cabang-balap-drifting.html Walaupun Tidak Diakui oleh FIA, Tapi saya melihat prestasi pembalap drifter bisa disetarakan dengan dengan pembalap Formula 1 dan juga pembalap MotoGP. Seperti Yang kita ketahui sebelumnya, pada hari Jumat lalu, Tanggal 07 September 2018 tepatnya di Simpang Pusdai, Bandung, ada sebuah Kecelakaan akibat Drifting. Sekian banyak akun jejaring sosial yang men-share video tersebut dan semakin Banyak para netizen yang berkomentar pedas. Memang itu salah melakukan aksi drifting di jalan umum, Tapi saya melihat mereka tidaklah sepenuhnya salah. Kenapa saya berkata demikian..??? Karena fasilitas yang kurang memadai. Mereka Terpaksa Melakukan itu karena fasilitas yang Khusus untuk Drifting tidak ada di Indonesia, terutama di Kota Bandung. Netizen yang Lain memberikan solusi beberapa tempat di Bandung untuk melakukan Latihan Drifting, Seperti Di Arcamanik Sport Center, Lapangan GBLA, Lapangan Brigif, dan Lanud Husein. Saya mencoba melihat dari sisi pandang saya pribadi. Apabila hanya untuk latihan, bagi saya sangat tidak memungkinkan, contoh, Lapangan Brigif dan Lanud Husein adalah Markas TNI, Tidak Mungkin semua orang bisa masuk kecuali Event besar. Sementara GBLA dan Arcamanik Sport Center, harus memerlukan proposal dan juga sponsor. Yang saya lihat adalah, mereka hanya ingin tempat untuk melakukan latihan drifting tanpa harus memikirkan proposal dan juga sponsor. Maka dari itu dasar saya membuat petisi ini untuk meminta Pemerintah Republik Indonesia mengadakan fasilitas yaitu berupa sirkuit khusus drifting dengan tujuan mengembangkan bakat dan minat mereka yang hobby dengan drifting, serta mencegah aksi drifting di jalanan umum yang membuat diri mereka dan orang lain celaka. Dan, saya berharap walaupun cabang olahraga Drifting ini tidak diakui di dunia, paling tidak diakui di Negeri Sendiri, karena Prestasi mereka sebagai drifter sangat membanggakan dan terbukti mereka sudah mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional. Selain itu, saya berharap sirkuit khusus untuk drifting ini tidak hanya dibangun di kota bandung saja, melainkan di seluruh Indonesia, Dari Sabang sampai Merauke, Dari Miangas Sampai Rote. Sekedar informasi, pada tanggal 28 -29 September 2018 akan diadakan oleh Intersport di kota Bandung, bagi yang sudah melihat petisi ini alangkah baiknya melihat putra bangsa yang sangat membanggakan ini.     Demikian isi petisi dari saya, mohon maaf apabila ada kata - kata yang tertulis kurang berkenan baik disengaja maupun tidak disengaja, dan saya juga meminta maaf apabila ini adalah petisi saya pertama kali.      Petisi ini saya Tujukan Kepada :  Presiden Republik Indonesia : Bapak Ir. H. Joko Widodo Menteri Pemuda dan Olahraga : Bapak Dr. H. Imam Nahrawi, S.Ag., M.KP. Ketua KONI Pusat : Bapak Mayjend TNI (Purn.) Valentinus Suhartono Suratman (Tono Suratman) Ketua Umum IMI (Ikatan Motor Indonesia) : Bapak Sadikin Aksa Dan,  seluruh Gubernur dan Walikota / Bupati seluruh kota / kabupaten di Indonesia.

Muhammad Fairuzandri
1,041 supporters
Petitioning Imam Nahrawi, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, Triawan Munaf

Hilangkan stigma negatif terhadap gamer. Kami juga punya masa depan!

Sampai hari ini, masih banyak anggota masyarakat yang memandang gamer secara sebelah mata. Dianggap punya hobi yang tidak berguna, dituduh bodoh karena terlalu banyak main game, hingga yang paling parah: tidak punya masa depan! Meski begitu, nama buruk gamer tidak muncul begitu saja tanpa sebab. Seperti yang kita tahu, stigma ini muncul karena adanya oknum gamer yang tidak bertanggung jawab, seperti mereka yang bolos sekolah untuk bermain game atau mencuri uang demi membeli produk game. Tapi, perlu diiingat bahwa mereka adalah kelompok minoritas. Jumlah gamer yang berperilaku positif dan bahkan berprestasi tentu saja lebih banyak. Ada mereka yang mengharumkan nama bangsa melalui perjuangan di jalur esport. Ada mereka yang menghibur jutaan penggemarnya melalui siaran streaming dan konten game. Ada mereka yang justru melangkah lebih jauh dengan membuat gamenya sendiri. Kemudian, ada juga mereka yang menjadi mandiri secara finansial sekaligus membuka lapangan pekerjaan dengan menjadi pedagang produk-produk game. Ini tentu belum termasuk gamer-gamer yang berprestasi di sekolah, gamer-gamer yang berkarya di bidang seni dan iptek, dan gamer-gamer lain yang menjalani hobi mereka dengan penuh tanggung jawab. Mereka semua gamer, dan mereka semua punya masa depan. Melalui petisi ini, itemku ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk mengubah cara pandangnya terhadap gamer. Mari, hilangkan stigma negatif terhadap gamer karena gamer juga berkontribusi secara positif terhadap masyarakat. itemku pun mengajak jajaran pemerintah terkait: Menpora Imam Nahrawi, Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Kepala Bekraf Triawan Munaf, untuk mendukung petisi ini, agar pesan yang dibawa dapat menjangkau lebih banyak orang. Gamer Indonesia, ayo tanda tangani dan sebarkan petisi ini seluas-luasnya dan #BuktikanSekarang bahwa gamer juga punya masa depan!

itemku
599 supporters
Menpora, #BekukanPSSI dan lakukan restrukturisasi untuk selamatkan sepak bola Indonesia!

Salam semua, Terima kasih atas petisi Anda kepada saya mengenai pembekuan pengurus PSSI. Saya menghargai semua yang Anda sampaikan dalam petisi. Sikap saya sebagai Menpora belum berubah dan tidak akan berubah, termasuk setelah adanya keputusan FIFA atas PSSI baru-baru ini. Hal ini karena saya meyakini pentingnya dunia persepakbolaan Indonesia. Saya memiliki beberapa opsi, termasuk opsi menanggapi keputusan FIFA atas PSSI. Tapi saat ini, yang terpenting adalah menyiapkan kompetisi yang sehat dan sportif. Langkah saya terdekat adalah segera mengajak sekitar 200 kesebelasan di tingkat desa untuk menggelar defile. Parade besar untuk memperjuangkan satu desa satu lapangan sepak bola. Mengenai FIFA, saya melihat banyak negara mulai menaruh perhatian yang serius, seperti dilakukan Yunani. Saya percaya, semua bangsa memimpikan reformasi sepak bola yang terbaik. Terakhir, saya berharap Anda berbuat segala sesuatu demi kelancaran kerja Tim Transisi. Sampai impian kita jadi kenyataan, yakni majunya sepak bola tanah air Indonesia. Salam pemuda dan olahraga, Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga RI

4 years ago