Kemenangan dikonfirmasi

Menpora, #BekukanPSSI dan lakukan restrukturisasi untuk selamatkan sepak bola Indonesia!

Petisi ini membuat perubahan dengan 8.542 pendukung!


Pak Menpora, kami sudah lelah dan muak.

Sudah 84 tahun PSSI berdiri, tapi apa prestasi sepak bola kita? Bukannya mengejar piala, PSSI malah lebih akrab dengan masalah. Yang terkini, tim nasional kita untuk pertama kalinya tersingkir dari Piala AFF dalam dua edisi secara beruntun. Kegagalan itu diiringi kekalahan menyakitkan 0-4 oleh Filipina, negara yang sebelumnya tak pernah menang atas Indonesia.

Namun, itu hanyalah lanjutan dari kekacauan sepak bola kita. Dalam laga babak 8 besar Divisi Utama, akhir Oktober lalu, kita dikagetkan oleh insiden sepak bola gajah yang melibatkan PSS Sleman dan PSIS Semarang. Dua tim itu berlomba mencetak lima gol bunuh diri. Secara blak-blakan mereka melukai hati dan menginjak harga diri kita, penikmat sepak bola Indonesia. 

Sepak bola gajah bukan barang baru dalam sejarah sepak bola kita. Di tahun 1988, Persebaya Surabaya rela dibobol 12 kali oleh Persipura Jayapura demi menjegal langkah PSIS Semarang di Divisi Utama. Sepuluh tahun berselang, kita kembali dibuat malu oleh gol bunuh diri Mursyid Effendi saat tim nasional Indonesia melawan Thailand di Piala Tiger. Rupanya, dua kejadian memalukan itu tak cukup dan kita dipaksa melihat hal yang sama.

Sepak bola gajah hanya puncak gunung es dari masalah sepak bola nasional yang selama ini dikelola PSSI. Fakta bahwa tim nasional kita miskin gelar dan kompetisi kita penuh cacat adalah cerminan dari tidak becusnya PSSI.

Untuk itu, kami meminta Bapak Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, untuk mengintervensi PSSI.

Kami tak bisa lagi berharap pada PSSI yang selama ini terbukti gagal mengelola sepak bola yang bersih dari masalah. Akibat terlalu parahnya permasalahan di tubuh PSSI, intervensi pemerintah harus berupa restrukturisasi, yaitu membuat struktur dan sistem baru yang bersih dan kompeten. Pemerintah harus membekukan kepengurusan PSSI saat ini dan mengambil alih organisasi sembari melakukan penataan ulang.

Pak Menpora, jangan takut dengan ancaman sanksi FIFA yang selama ini dihembuskan PSSI. Sanksi FIFA itu tak akan terjadi selamanya. Justru, pengasingan dari dunia internasional adalah kesempatan kita untuk memperbaiki sepak bola nasional. Beberapa negara sudah merasakan efeknya, seperti Brunei Darussalam dan Bosnia Herzegovina yang mampu berbenah setelah di-banned FIFA pada 2009 dan 2011. Bosnia lolos ke Piala Dunia 2014 dan Brunei yang tadinya sering kita bantai bisa menang dua kali atas Indonesia (2012 dan 2014). 

Saat klub-klub Inggris dikucilkan dari kompetisi Eropa sejak 1985 hingga 1990, sekretaris FA, Ted Crooker, mengeluarkan pernyataan menarik. “Ada banyak di antara kami (orang Inggris) yang memang tak ingin melihat klub-klub kami berlaga di Eropa sebelum ‘rumah’ kami beres,” ujar Crooker.

Dengan semangat yang sama, sudah saatnya pemerintah turun tangan dalam membereskan ‘rumah’ sepak bola kita yang selama ini kotor. Mengeluarkan mereka yang mengotori ‘rumah’ dan menata ulang secara menyeluruh adalah satu-satunya langkah yang harus ditempuh. Tak ada cara lain.



Hari ini: Pecinta Sepak Bola Indonesia mengandalkanmu

Pecinta Sepak Bola Indonesia membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "@imam_nahrawi, bekukan dan restrukturisasi PSSI. Selamatkan masa depan sepak bola Indonesia!". Bergabunglah dengan Pecinta Sepak Bola Indonesia dan 8.541 pendukung lainnya hari ini.