#KAMIBERSAMAERA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 10.000.


Baru-baru ini terjadi kasus pelanggaran HAM di Jambi. 

Kelompok petani Serikat Mandiri Batanghari sedang berhadapan dengan perusahaan besar yakninya PT. WKS yang merupakan anak perusaahaan dari Sinar Mas.

Informasi Kasus SMB : Petisi SMB

Penangkapan SMB dinilai langgar HAM , Ibu Hamil diseret dan anggota SMB disiksa depan anak kecil

Dalam kasus ini ada sekitar 59 petani yang ditangkap. Bukan hanya itu, rumah, sekolah, dan rumah ibadah mereka habis dibakar oknum aparat kepolisian. Ada ibu hamil yang diseret keluar dari rumahnya, aparat melakukan penyiksaan di hadapan anak-anak, dokumen seperti kartu keluarga dan surat nikah juga habis dibakar.

Komnas Perempuan sudah bicara kalau penangkapan dan perlakuan terhadap kelompok petani ini dinilai melanggar HAM.

Inilah yang menggerakan Era bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru bekerjasama melakukan pendampingan hukum terhadap kelompok petani Serikat Mandiri Batanghari di Jambi.

Semenjak awal pendampingan, Era dan rekan-rekannya kerap mendapat perlakuan intimidasi. Salah satunya, muncul berita yang menuduh Era melakukan perselingkuhan. Padahal itu sama sekali tidak pernah terjadi. Beberapa hari setelah itu, berita yang dimuat di salah satu media langsung dihapus.

Lalu ada upaya fitnah melalui tulisan di Kompasiana yang mengatakan kalau Erra mengatakan masyarakat Jambi kurang paham hukum. (Tulisan ini sudah ditakedown).

Diduga melalui fitnah ini, kemudian terjadi pengerahan massa, pengepungan di Pengadilan dan Persekusi terhadap Era. M. Amin lalu melaporkan Era ke polisi karena dianggap menghina warga Jambi. Padahal Era sudah klarifikasi pada saat pengerahan massa, bahwa berita tersebut bohong. Era tidak pernah mengucapkan kalimat yang tertulis di berita itu.

Ancaman juga sekarang bertambah dan berbahaya di lapangan untuk Era dan Kawan-kawan tim kuasa hukum dari Petani SMB. Penyebaran berita fitnah itu terus berdampak dengan adanya pengerahan masa.

Bukan hanya 59 orang yang menjadi korban pelanggaran HAM. Kini tim pembela HAM di Jambi juga ikut terancam bahaya.

Padahal Komnas HAM sudah punya mekanisme untuk kasus-kasus pelanggaran HAM. Itulah sebabnya saya bersama teman-teman menulis petisi ini untuk meminta Komnas HAM turun tangan dan ikut mendampingi Era dan tim kuasa hukum petani SMB.

Mereka sudah mengerahkan tenaganya untuk membela HAM, namun mereka sendiri belum punya perlindungan legal atas perlakuan intimidasi, persekusi dan ancaman.

Bantu kami untuk suarakan petisi ini dan sebarkan ke teman-teman mu agar Era dan rekan-rekan pembela HAM tidak lagi menjadi korban pelanggaran HAM.


Diki Rafiqi

Youth of Human Right Defenders