Petisi ditutup

Keadilan untuk Yuyun

Petisi ini mencapai 804 pendukung


Tragedi kemanusiaan terjadi di bumi Indonesia, seorang gadis belia yang bernama berasal dari Provinsi Bengkulu, Kabupaten Rejang Lebong, kecamatan Kota Padang Desa Padang Ulak Tanding, harus meregang nyawa dengan cara yang sangat keji, gadis tak berdosa itu diperkosa oleh 14 begundal hingga meningggal dunia, tidak cukup sampai disitu, setelah puas memperkosa sekaligus membunuh gadis tak berdosa tersebut, ke 14 begundal biadap itu mengikat dan melempar tubuh gadis tak berdosa itu kedalam jurang. Bahkan ketika otopsi dilakukan, (maaf) kelamin dan (maaf) lubang dubur korban telah menyatu.bayangkan betapa pedihnya penderitaan yang dialami Yuyun.

Memang, kejadian ini tidak mendapat ekspos yg cukup dari media, baik itu media cetak, elektronik maupun on line. Satu bulan setelah kejadian barulah kasus ini menjadi sorotan, dimulai dari twitter Dengan tagar https://twitter.com/search?q=%23NyalaUntukYuyun&src=tyah&lang=id

Namun saya berpendapat bahwa tidak ada kata terlambat, tidak ada telat untuk menyuarakan keadilan dan mengungkapkan kebenara. Seperti halnya hukum, keadilan dan kebenaran harus ditegakkan wallau langit runtuh.

Petisi ini ditujukan kepada :

1. Komnas HAM. Kemana Komnas HAM selama satu bulan ini apakah komnas ham tidak tahu telah terjadi sebuah tragedi kemanusian yang dilakukan dengan sangat keji dan biadap sekaligus menghilangkan nyawa orang manusia?Apakah kasus ini belum menjadi santapan publik, hingga Komnas Ham ditergerak untuk melakukan penyelidikkan?

2. Komnas PA. Pertanyaan yang sama ditunjukkan kepada Komnas PA, terutama kepada ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait. Kemana anda selama satu bulan ini?sama seperti Komnas HAM, anda baru bergerak jika sebuah kasus telah menjadi santapan publik. Biasanya anda mendatangi langsung rumah keluarga - keluarga korban yang menjadi korban tindak kejahatan seperti ini tapi kenapa pada kasus Yuyun ini anda sama sekali belum menampakkan batang hidung anda dikediaman korban?

3. KPAI. Sama seperti dua diatas,saya tujukan kepada KPAI, terutama kepada Sekjen KPAI, Erlinda. Dibanyak kasus kekerasan kepada anak, anda begitu semangat, begitu menggebu - gebu, tapi dalam kasus ini, kenapa anda dan KPAI tidak menunjukkan semangat yang sama seperti kasus - kasus kekerasan anak lainnya?anda tidak tahu?pura - pura tidak tahu?ah, saya tidak tahu.

saya tidak bermaksud membandingkan atau mengungkit kembali kejadian kekerasan terhadap anak yang terjadi di Bali tahun lalu. Yang menjadi Ironi bagi saya adalah semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh ketiga lembaga diatas dalam menanggapi kasus tersebut, mereka sangat giat melakukan investigasi, penyilidikkan hingga mengawal jalannya persidangan  apalagi kasus tersebut telah menjadi isu nasional. Semangat ketiga lembaga tersebut luar biasa. Tapi kenapa setelah 30 hari tragedi yang sama yang  terjadi di Bengkulu ini, mereka seolah diam dan membisu? apakah kasus ini tidak menjadi isu nasional sehinnga mereka tidak tertarik mendalami kasus ini?sungguh sangat ironi. Saya sangat yakin penderitaan yang dialami oleh keluarga Enggeline pasti juga dirasakan oleh keluarga Yuyun. Disinilah, saya menuntut hak yang sama kepada ketiga lembaga diatas untuk mau melakukan investigasi, penyilidki sampai mengawal kasus ini, hinggah kejadian mengerikan seperti ini tak terulang kembali.

 4. DPR RI. wahai Bapak - bapak, Ibu - Ibu (yang katanya) wakil rakyat yang terhormat. Jika anda keberatan dengan hukum mati untuk kejahatan seperti ini, setidaknya segera sah kan Rancangan Undang - Undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP) tentang hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Dengan disahkannya UU tersebut diharapkan bisa memberikan efek jera kepada pelaku kekerasan seksual kepada anak dan semoga tidak ada lagi engeline dan yuyun yang lainnya yang mengalami nasib serupa.

5. Jajaran Kepolisian di Wilayah Hukum Polda Bengkulu. Kepada Bapak Kapolda Bengkulu dan Bapak Kapolres Rejang Lebong untuk lebih memberi perhatian lebih kepada daerah tersebut, karena daerah tersebut sangat terkenal dengan tingkat kriminalitasnya yang sangat tinggi. Kemudian, apresiasi harus saya berikan kepada jajaran Polres Rejang Lebong melalui Polsek Padang Ulak Tanding yang telah berhasil meringkus 12 pelaku dari 14 pelaku tindak kejahatan tersebut. Dan 2 pelaku masih buron. 

 6. Jajaran Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu dan  jajaran  Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong. Sudah hampir 5 tahun daerah tersebut terkenal dengan tingkat kriminal yang sangat tinggi. Entah sudah berapa banyak harta benda bahkan nyawa yang hilang akibat kejahatan yang dilakukan oleh oknum - oknum yang mendiami daerah tersebut. Pada saat kampanye pilkada yang lalu baik Bapak Gubernur Bengkulu maupun Bapak Bupati Rejang Lebong telah berjanji akan menata daerah tersebut, tapi sampai sekarang hasilnya belum kelihatan. Terutama Bapak Bupati Rejang Lebong, Bapak Hijazi, yang secara terang - terangan menjamin jika beliau terpilih menjadi Bupati Rejang Lebong daerah tersebut pasti aman, tapi kenyataan???Bapak bisa lihat sendiri.

Saya berharap kejadian - kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan juga kepada pihak - pihak terkait dan pemangku kebijakkan untuk bisa mencari solusi agar kejadian - kejadian seperti ini tak terulang kembali.

================================================================

Kronologi kejadian : 

Kronologisnya, bermula pada Sabtu (02/04/2016) sekitar pukul 10.00 WIB, 4 tersangka bernama De, Fe, Al dan Su kumpul di rumah De. Sembari kumpul mereka menyisihkan uang masing – masing hingga terkumpul sebesar Rp 40.000. Uang tersebut dibawa oleh tersangka De dan Fe pergi ke Desa Belumai Dua untuk dibelikan tuak sebanyak 4 liter. Setelah itu mereka pun kembali ke kediaman De untuk meminum tuak yang telah mereka beli. Pada saat itulah tersangka lainnya berdatangan ikut kumpul minum-minum bersama mereka.

Ditambahkan Kapolsek PUT, Iptu Eka Candra SH, sekitar pukul 12.00 WIB, para tersangka keluar untuk nongkrong di sekitar TKP. Lalu, sekitar pukul 13.00 WIB, korban yang baru pulang sekolah lewat sendirian mengenakan seragam pramuka.

“Dari tempat korban bersekolah ke rumahnya memang melewati sawangan sekitar 500 meter, saat itulah peristiwa tindak pidana pemerkosaan tersebut terjadi,” jelas Eka.

Lanjut Eka, Korban diperkosa secara bergiliran oleh para tersangka, masing-masing sebanyak 2 kali dan salah satu tersangka mencekik leher korban hingga tewas

http://bengkuluekspress.com/keji-habis-minum-tuak-14-pemuda-perkosa-siswi-smp/

http://harianrakyatbengkulu.com/ver3/2016/04/11/12-pembunuh-siswi-smp-diringkus/

https://nasional.tempo.co/read/news/2016/05/02/063767835/nyalauntukyuyun-rejang-lebong-darurat-kekerasan-seksual

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160502_trensosial_yuyun?ocid=socialflow_twitter

 

 



Hari ini: Saya bersama Yuyun mengandalkanmu

Saya bersama Yuyun membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Komnas Ham: Keadilan untuk Yuyun". Bergabunglah dengan Saya bersama Yuyun dan 803 pendukung lainnya hari ini.