Decision Maker

Siti Nurbaya Bakar

  • Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. (lahir di Jakarta, Indonesia, 28 Juli 1956; umur 58 tahun) adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Kabinet Kerja 2014 - 2019, Republik Indonesia


Does Siti Nurbaya Bakar have the power to decide or influence something you want to change? Start a petition to this decision maker.Start a petition
Closed
Petitioning Siti Nurbaya Bakar

Stop endangered birds from being drugged, shoved into water bottles, and illegally traded

The world was stunned when images of endangered cockatoos in Indonesia, stuffed into plastic bottles so they could be shipped abroad, came to light. We need your help to shut down Indonesia’s illegal animal trade and associated wildlife crime before it is too late. Indonesian police recently discovered dozens of endangered cockatoos sedated and jammed into water bottles. The rare animals -- there are only 7,000 left in the world -- were found either dead or barely alive. Unfortunately, this tragic scene is not rare in Indonesia. Indonesia’s law protecting endangered animals is 25 years old and outdated. The criminals responsible for the illegal animal trade are rarely caught. If they are apprehended, they receive a light punishment. This does not provide a deterrent for them to stop. Law enforcement needs the resources to catch the animal smugglers and more importantly the poachers, and then the ability to hand down harsher punishments. Join us in speaking for the voiceless animals being driven to extinction -- tell the Indonesian government we cannot afford to wait any longer to update the law protecting endangered species. Although the cockatoos were discovered before they reached their destination, it was too late for 11 of the birds. Each death brings the bird closer to extinction. Like in previous cases, the smugglers responsible will soon be back on the streets and will return to their illegal activities. Unless Indonesia's law is changed, and its law enforcement made effective, there is no incentive for these criminals to stop and more animals will be smuggled in horrifying ways and end up dying.    It will take pressure from the world community to get countries like Indonesia to take action and make sure these precious animals and other threatened species are truly protected. Please sign and share our petition demanding Indonesia take action and revise their law protecting endangered species. No more #BottledCockatoos! Conservation Policy Working Group, Indonesia

Conservation Policy Working Group
343,544 supporters
Petitioning Joko Widodo

Hentikan sirkus keliling Lumba-Lumba!

--English version: www.change.org/travellingdolphins -- Mereka sengaja dibuat lapar. Mereka diangkut truk yang sempit, gelap, dan pengap. Klorin dalam kolam sering membuat mereka buta. Bunyi yang mereka dengar dalam truk, pesawat, atau musik keras pertunjukkan membuat kerusakan sonar. Tidak heran bila mereka sering ditemukan mati. Dan semua ini dengan dalih pendidikan dan pelestarian? Inilah yang ditemukan pada sirkus lumba-lumba keliling PT. Wersut Seguni Indonesia (WSI) dan beberapa lainnya. Mereka mendapatkan lumba-lumba dari hasil tangkapan di sekitar pulau Karimun Jawa, 2-3 juta per ekor. Saking buruknya industri ini, praktek ini telah dihentikan di seluruh dunia, kecuali Indonesia. Hal ini dapat kita hentikan apabila kita bisa menekan perusahaan-perusahaan lain untuk mendukungnya. Dengan tekanan-tekanan serupa, Carrefour, hero, Giant, Lottemart telah setuju untuk berhenti menyediakan tempat parkirnya untuk area sirkus ini. Begitu pula dengan Garuda, yang telah berkomitmen untuk berhenti mengangkut lumba-lumba dengan pesawatnya dan Teh Botol Sosro, Coca-Cola yang telah berhenti mensponsori.  Namun, praktik sirkus lumba keliling masih ada sampai sekarang, diadakan diberbagai mal daerah, dan bahkan difasilitasi oleh Pemkab, Pemkot, dan Pemda, bahkan di ruang publik! Mari kita berikan mereka kesempatan untuk melakukan hal yang benar. Paraf petisi ini, sekarang! Dan selamatkan Lumba-Lumba Indonesia. World’s last remaining travelling dolphin circusses in Indonesia:  http://vimeo.com/29454682  Facebook: https://www.facebook.com/pages/Close-Down-Indonesian-Dolphin-Traveling-Circus/126111427469027 Twitter: @savedolphin_ina --------------------------------------------  

Jakarta Animal Aid Network
117,555 supporters
Petitioning Joko Widodo

Hentikan sirkus keliling Lumba-Lumba!

--English version: www.change.org/travellingdolphins -- Mereka sengaja dibuat lapar. Mereka diangkut truk yang sempit, gelap, dan pengap. Klorin dalam kolam sering membuat mereka buta. Bunyi yang mereka dengar dalam truk, pesawat, atau musik keras pertunjukkan membuat kerusakan sonar. Tidak heran bila mereka sering ditemukan mati. Dan semua ini dengan dalih pendidikan dan pelestarian? Inilah yang ditemukan pada sirkus lumba-lumba keliling PT. Wersut Seguni Indonesia (WSI) dan beberapa lainnya. Mereka mendapatkan lumba-lumba dari hasil tangkapan di sekitar pulau Karimun Jawa, 2-3 juta per ekor. Saking buruknya industri ini, praktek ini telah dihentikan di seluruh dunia, kecuali Indonesia. Hal ini dapat kita hentikan apabila kita bisa menekan perusahaan-perusahaan lain untuk mendukungnya. Dengan tekanan-tekanan serupa, Carrefour, hero, Giant, Lottemart telah setuju untuk berhenti menyediakan tempat parkirnya untuk area sirkus ini. Begitu pula dengan Garuda, yang telah berkomitmen untuk berhenti mengangkut lumba-lumba dengan pesawatnya dan Teh Botol Sosro, Coca-Cola yang telah berhenti mensponsori.  Namun, praktik sirkus lumba keliling masih ada sampai sekarang, diadakan diberbagai mal daerah, dan bahkan difasilitasi oleh Pemkab, Pemkot, dan Pemda, bahkan di ruang publik! Mari kita berikan mereka kesempatan untuk melakukan hal yang benar. Paraf petisi ini, sekarang! Dan selamatkan Lumba-Lumba Indonesia. World’s last remaining travelling dolphin circusses in Indonesia:  http://vimeo.com/29454682  Facebook: https://www.facebook.com/pages/Close-Down-Indonesian-Dolphin-Traveling-Circus/126111427469027 Twitter: @savedolphin_ina --------------------------------------------  

Jakarta Animal Aid Network
117,555 supporters
Petitioning Siti Nurbaya Bakar, DPR RI

@DPR_RI DARURAT Perlindungan Satwa Liar! Selamatkan Satwa Indonesia, #RevisiUUKonservasi

Harimau itu digantung dari atap, menjadi tontonan warga. Mati setelah kepalanya ditombak dan ditembak warga di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Kulit, kepala, taring, ekor, kumis dan kukunya hilang saat ditemukan. Tak lama setelah kejadian itu, viral video orang utan menghisap rokok yang dilemparkan pengunjung di Kebun Binatang Bandung. Melihat itu, pengunjung hanya tertawa. Kasus-kasus seperti di atas sering terjadi. Perlindungan terhadap satwa tampaknya belum menjadi agenda serius. Dua tahun lalu petisi ini dimulai setelah kasus Kakatua Jambul Kuning. Burung langka itu dijejal dalam botol bekas air mineral hingga tewas. Padahal jumlahnya tinggal 7000an di alam liar! Mengapa kasus-kasus ini masih sering terjadi? Sebagian besar karena instrumen kebijakan yang lemah. Kebijakan konservasi dan ekosistem (UU No. 5/1990) yang mengatur konservasi spesies dan ekosistemnya ini sudah tidak relevan. Sanksinya juga terlalu ringan dibandingkan dengan kehilangan nilai keanekaragaman hayati yang dialami negara. Tak heran jika setelah keluar penjara, pelaku tidak jera dan mengulangi kesalahannya lagi. Misalnya dari segi vonis hukuman. Seringkali hakim hanya memvonis pelaku beberapa bulan penjara saja. Ini karena tidak ada sanksi penjara minimal; hanya MAKSIMAL 5 tahun dan denda 100 juta rupiah. Bahkan bagi pedagang besar, belum ada mekanisme penyitaan aset yang diduga hasil dari kegiatan perdagangan ilegal satwa liar. Dalam dua tahun ini kita berhasil mendorong revisi UU No 5/1990 (atau dikenal RUU KSDAHE) masuk dalam prolegnas di DPR dan akan dilakukan perubahan menyeluruh. Sayangnya, meski masuk Prolegnas, RUU tersebut saat ini belum mengakomodir pasal-pasal penegakan hukum yang kuat dan menjamin perlindungan satwa. RUU usulan DPR ini bahkan lebih lemah dibandingkan UU No 5/1990 yang ada saat ini. Misalnya tidak dikenakan sanksi berat terhadap pelanggaran spesies yang dilindungi, apalagi spesies yang tidak dilindungi, sama sekali tidak dikenakan sanksi pidana! Selain itu juga banyak kelemahan lainnya, antara lain dalam pemberian izin usaha bagi pebisnis untuk pengelolaan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Mari kita terus dorong agar poin-poin revisi RUU KSDAHE di DPR tersebut diperbaiki dan segera disahkan agar satwa-satwa malang yang tak mampu bersuara makin terjamin perlindungannya. Tanda tangani petisi ini. Jangan ada lagi satwa yang harus mati karena ulah manusia. Salam, Kelompok Kerja Kebijakan Konservasi(ICEL, WWF-Indonesia, WCS, Yayasan KEHATI, FKKM, PILI)

Conservation Policy Working Group
343,544 supporters
Closed
Petitioning Siti Nurbaya Bakar, Dirjen Konservasi Sumber Daya alam dan Ekosistemnya, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati

Selamatkan Beruang Kelaparan di Kebun Binatang Bandung.

Anda ingat dengan Yani seekor gajah Sumatera yang mati di Kebun Binatang Bandung (KBB) beberapa waktu lalu? Menjelang ajalnya, Yani dibiarkan sekarat dengan tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai karena KBB tidak mempunyai seorang pun dokter hewan.  Kematian Yani menjadi contoh buruknya pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Usai kasus kematian Yani, kita pun dikejutkan dengan sejumlah beruang yang terlihat kelaparan di dalam kandang yang kotor. Bahkan seekor beruang terlihat sangat kurus dan memakan fesesnya sendiri.  Relawan Scorpion berusaha membantu memberi makan beruang kelaparan dengan buah buahan serta meminta akses untuk melihat dan mengecek kondisi beruang tersebut -yang dikatakan KBB sedang berada di kandang perawatan. Namun, hingga saat ini permintaan akses tidak pernah dikabulkan. Hingga saat ini, kami tidak mengetahui bagaimana nasib beruang kurus yang memakan fesesnya sendiri tersebut.  Pada hari Minggu 8 Januari 2017, relawan scorpion kembali memantau Kebun Binatang Bandung dan menemukan kembali sejumlah beruang yang terlihat kelaparan. Beruang lapar terlihat seperti meminta makanan kepada sejumlah pengunjung yang sepertinya bebas melempar sesuatu kedalam kandang. Apa yang terjadi pada beruang ini adalah pelanggaran terhadap standar minimum prinsip kesejahteraan satwa di lembaga konservasi, yaitu: 1. Bebas dari rasa lapar dan haus 2. Bebas dari ketidaknyamanan lingkungan 3. Bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit 4. Bebas dari rasa takut dan tertekan 5. Bebas untuk mengekspresikan prilaku alami.  Hal ini juga bertentangan dengan pasal 1 angka 2 Peraturan Dirjen PHKA No. P 9/IV-SET/2011 yang menyatakan bahwa kesejahteraan satwa adalah Keberlangsungan hidup satwa yang perlu diperhatikan oleh pengelola agar satwa hidup sehat, cukup pakan, dapat mengekspresikan prilaku secara normal, serta tumbuh dan berkembang biak dengan baik dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya: Mohon Segera Selamatkan Beruang Kelaparan di Kebun Binatang Bandung. 

Yayasan Scorpion Indonesia
91,949 supporters
Petitioning Joko Widodo, Siti Nurbaya Bakar

Meminta ketegasan pemerintah tentang masalah sampah di Jakarta

Tahukah kamu bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua dalam daftar produsen limbah plastik terbesar di dunia dengan 187,2 juta ton sampah plastik dan hanya 9,47% sampah plastik yang didaur ulang. Plastik adalah sesuatu yang sangat kita butuhkan seperti kantong plastik, plastik wrap, botol plastik, sedotan plastik, dan lainnya. Sedihnya, hidup dengan plastik sudah menjadi gaya hidup kita. Kita adalah masyarakat yang sudah sangat bergantung kepada plastik karena kita bahkan hampir memiliki supply plastik tak terbatas. Kita menggunakannya sekali dan langsung membuangnya, tapi plastik bukanlah material yang mudah dihancurkan bumi, memerlukan rata-rata 500-1000 tahun untuk menghancurkannya. Bye Bye Plastic Bags Jakarta adalah inisiatif sosial yang digerakkan oleh anak muda yang bertujuan untuk meminta ketegasan pemerintah mengenai permasalahan sampah plastik di Jakarta. Kami melakukan pendekatan dengan metode 3E Action Plan. 1.) Empower: Kami mengajak masyarakat melalui media sosial dan juga secara langsung untuk turut aktif dalam mempromosikan dan mengaplikasikan gaya hidup bebas plastik. 2.) Enrich: Kami mengambil tindakan untuk membersihkan pantai dan jalanan sebagai contoh bagi masyarakat. Kami juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam kegiatan kami sembari melakukan pemberdayaan masyarakat. 3.) Educate: Kami mengedukasi anak-anak mengenai efek samping penggunaan plastik dan juga mengajarkan gaya hidup bebas plastik. Bersama dengan ini, kami ingin meminta bantuan masyarakat Indonesia untuk meminta ketegasan Pemerintah D.K.I. Jakarta mengenai permasalahan sampah di Jakarta dan menghidupkan kembali program plastik berbayar di Jakarta. Yuk tunjukkan kepedulian kita mengenai permasalahan sampah di Ibukota tercinta kita!---Thank youBye Bye Plastic Bags Jakarta Team Instagram: @byebyeplasticbagsjakartaEmail: bbpb.jakarta@gmail.com

Bye Bye Plastic Bags Jakarta
40,250 supporters
Petitioning Siti Nurbaya Bakar, Joko Widodo

JANGAN BIARKAN DATOK MATI SIA-SIA! (Datok Medina) Evakuasi BONITA SECEPATNYA!

sehubungan dengan kejadian pembantaian terhadap seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Batang Natal 4 Maret 2018 kemarin.    Juga pernyataan dari Saudara Sumarlin Lubis, berkenaan dengan Harimau. Lalu kasus BONITA, harimau betina di kec. Pelangiran, Riau yang sudah menyerang 2 manusia. Mengalami inhabituasi setelah penyerangan pertama.  Diduga karena anak Bonita disantap oleh oknum masyarakat sekitar.    KAMI MENUNTUT: 1. usut tuntas kasus Harimau Medina! apa yang mereka sudah lakukan : - membunuh satwa dilindungi dengan berbekal surat pernyataan yang dibuat atas dasar tekanan (mengada-ada) dan menghalangi evakuasi oleh petugas, padahal petugas yang mau mengevakuasi sudah datang dan malah ditolak. - menyekap dan mengancam aparatur negara (pihak berwenang). ada apa ini? kenapa sampai sebegitu tidak maunya si harimau dievakuasi?? kronologi kejadian dapat di cek di  link di bawah ini: https://bbksdasumaterautara.com/2018/03/05/press-release-penanganan-konflik-harimau-sumatera-di-kabupaten-madina/ 2. pemerintah berikan sanksi tegas kepada pelaku, bukan hanya saat ini tapi juga semua kasus jika ada penangkapan apalagi pembunuhan terhadap satwa yang dilindungi. terutama jika pelaku adalah aparat hukum! 3. edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat pedalaman tentang jenis-jenis satwa dilindungi beserta hukumnya, info kontak lembaga yang bisa dihubungi untuk evakuasi, dan media seperti baligho atau plang di setiap desa tentang jenis-jenis satwa dilindungi dan hukumnya!  4. saudara SUMARLIN LUBIS, politisi dan kader Partai Demokrat, agar membuat klarifikasi dan pernyataan permohonan maaf atas pernyataannya di akun Facebooknya yang menyatakan bahwa masyarakat Kec. Batang Natal tidak butuh harimau (babiat), yang pastinya akan semakin membuat masyarakat menjadi semakin gencar memburu harimau dan melenyapkan harimau dari minimal Kec. Batang Natal. dan seolah melegalkan perbuatan masyarakat yang melanggar hukum tsb. “Kami tidak butuh harimau”Itu anda!hutan masih butuh harimau..Kami masih butuh harimau kami..Hidupnya terlalu berharga lebih dari sekedar suvenir yang anda ambil dari tubuhnya. Surat?Lantas bisa cuci tangan dengan surat?Bukan surat itu yang bertanggungjawab bung!!Surat itu keluar karena adanya tekanan untuk mengeluarkan surat itu.Dan lagi, adanya surat itu semakin menunjukkan kebutuhan untuk membunuh harimau malang itu sampai harus menekan, menyandera, memaksa petugas untuk membuat surat itu.Siapa yang menekan??Kenapa memaksa??Untuk apa?? Ada apa ini sebenarnya??Kenapa isu itu ada..Siapa yang menyergapnya..Untuk apa memasuki rumah mereka..Mengapa mengganggu mereka..Kenapa harus membunuh mereka..Jangan berkelit karena mereka sudah menyerang manusia..karena kenyataannya isu murahan lah yang menyerang manusia!! Akankah ada jawaban untuk itu semua? Entah!Karena yang ada kini hanya..Mereka sudah menyerang kerabat manusia..Mereka sudah merugikan..Mereka sudah meresahkan..Mereka sudah keluar dari hutan..merekalah yang selalu salah..Merekalah yang harus tiada..Padahal sejatinya korban..Adalah yang terbunuh dalam keadaan tak mampu membela diri..Dan masih tak sadar..Manusialah yang akhirnya merugi dengan ketiadaan mereka. Indonesia tanpa harimau, bukanlah Indonesia bung!!   5. Bonita segera dievakuasi, tanpa pengecualian! Dan full proteksi dari pemerintah, bahkan jika perlu pemerintah pusat turun tangan langsung! 6. Pemerintah harus mengadakan pengkajian ulang soal anak.Bonita yang disantap. Usut tuntas siapa pelaku dan ditindak sesuai dengan hukum berlaku!    kejadian seperti ini terus terulang dan terulang.. sampai kapan kita terus DIAM??? apakah kita harus tunggu sampai negara ini tinggal debu dan tanah?? apakah kita harus menunggu sampai harimau itu habis dan hanya tinggal sejarah seperti saudaranya, harimau jawa? ayo kawan-kawan!  buktikan bahwa kita INDONESIA punya suara dan masih PEDULI terhadap lingkungan kita! mari berjuang bersama kami, di sisi kami! bantu kami agar ketidak adilan ini berakhir! JANGAN BIARKAN DATOK MATI SIA-SIA!!   by:  Pramuka Sahabat Satwa (Prabawa)

PRABAWA
39,070 supporters
Petitioning Siti Nurbaya Bakar

Ban All Cruel Animal Attractions in the Indonesian Zoos

Animals humiliation and exploitation rampant in Indonesia, such as bear show, dolphin show, orangutan show, elephant show, tiger show, etc.  It's time to end all cruel animal attractions in Indonesia. There are still many zoos and safari parks rely on cruel animal attractions to attract visitors.  Since last year, World Animal Protection has called for an end to worldwide "irresponsible wildlife tourism" that sees at least half a million animals suffer for the sake of entertainment. The Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group requested that the Minister of Environment and Forestry issues a ban on all cruel animal attractions in Indonesia. Based on the monitoring of Scorpion in the Indonesian zoos, the wildlife attractions are mostly used for the sake of entertainment rather than educational interests, therefore. The attractions are a form of animal abuse and exploitation. Please sign, share, and let your voice be heard in calling for an end to all cruel animal attractions in Indonesia.        

Yayasan Scorpion Indonesia
29,514 supporters
Petitioning Joko Widodo

Hentikan operasi pabrik semen yang menggusur warga di Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah!

Hari cinta Sedunia, 14 februari 2015 Jam 16.17 waktu setempat.  Hari ke 244 di tenda perlawanan warga, demi rumahnya, melawan pembangunan pabrik Semen Indonesia.  Bersama para ibu yang telah dihina disiksa dan dipukuli secara rutin oleh mafia rakus yang ingin mengambil tanah mereka.  Bertahan.  Setiap jengkal tanah adalah setetes darah dan harga diri.  Saat yang kaya makin jadi kaya, begitu pula si miskin. Sama antara pejabat dan rakyat. Tidak puas "menjual" lahan lahan bagus tanah air, sekarang pegunungan Kendeng Jawa Tengah , Rembang sudah "dilacur" pejabat untuk Semen Indonesia, menyusul daerah daerah lain.  Di Lumbung Padi indonesia, yang sudah berubah menjadi penyumbang bencana terbesar Indonesia. Tanah cantik para petani yang sudah diduduki puluhan pabrik semen yang orientasinya adalah EKSPOR.  Ratusan ribu orang terancam kemiskinan dan penelitian mengatakan kalau ini diteruskan maka per 2050 sebagian Jawa sudah bisa dipastikan hilang dari Peta.  Hari ini, gunung indah dan hijau dengan sumber air alami ini sudah dirubah oleh para mafia rakus menjadi daerah kekeringan. 2 JUTA orang JawaTengah sekarang sudah kekurangan air.  Dengan ledakan besar pemecah batu setiap jam 12 siang 10 menit dari rumah rakyat, mungkin mereka berharap suatu hari kita merubah makanan pokok kita dari nasi menjadi semen.  Kali ini masih ada satu kesempatan untuk kita menghentikan. Karena Seorang Menteri bisa mengeluarkan surat dan begitu juga seorang Gubernur. Karena suara rakyat harus didengar.  Karena kalau tidak, mafia akan terus merajalela di area lain Indonesia.  Karena, kita adalah manusia dan pejabat kita konon adalah manusia punya hati yang bisa membaca dan merasakan.  Buat yang mau baca lengkap kerugian yang bs terjadi kalau ini berjalan bisa buka di : http://melaniesubono.blogdetik.com/2015/03/03/sejengkal-tanah/ Dan kalau kamu setuju, tanda tangani ini yang akan langsung disampaikan ke Ibu Siti Nurbaya dan Pak Ganjar Pranowo sebagai dua wakil suara kita yang bisa menghentikan ini.  Untuk indonesia. Rumah kita. 

melanie subono
28,400 supporters
Petitioning Joko Widodo, Siti Nurbaya Bakar

#JanganTundaLagi Terbitkan Peraturan Menteri Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik!

UJI COBA BERHASIL Sejak uji coba kebijakan kantong plastik tidak gratis diberlakukan pada 21 Februari 2016 lalu, hasilnya menunjukkan perubahan yang signifikan. Setelah uji coba tahap pertama di 23 kota berhasil dilaksanakan dari 21 Februari - 31 Mei 2016, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dibantu oleh Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) melakukan observasi lapangan tahap pertama setelah satu bulan pelaksanaan kebijakan tersebut. Rata-rata pengurangan kantong plastik dalam skala nasional mencapai 55%. Masyarakat juga mulai beralih menggunakan tas belanja pakai ulang.  APRINDO MUNDUR Atas efektivitas tersebut, pada 1 Juni 2016, KLHK kembali menerapkan kebijakan kantong plastik tahap kedua untuk skala nasional. Pada observasi tahap kedua ini, penggunaan kantong plastik di usaha ritel skala nasional (anggota APRINDO) selama Bulan Juni – September 2016 mengalami penurunan sebesar rata-rata 13,8%. Hal ini dipengaruhi oleh keputusan DPP APRINDO pada Mei 2016 yang membebaskan usaha ritel anggota APRINDO untuk menghentikan uji coba kebijakan kantong plastik tidak gratis. Bahkan, ada pula yang mengalami penaikan jumlah penggunaan kantong plastik.  PERATURAN MENTERI DIMANA? Sepanjang kebijakan ini bergulir, KLHK juga menyusun aturan khusus mengenai pengurangan kantong plastik yang dituangkan dalam bentuk Peraturan Menteri. Rencana awal, Peraturan Menteri tersebut akan diterbitkan pada Juni 2016 setelah uji coba pertama dilaksanakan. Namun, ternyata sampai awal tahun 2017 ini Peraturan Menteri belum bisa diterbitkan karena masih dalam proses penyusunan dan mengakomodir berbagai hal. "Kita masih godok terus, mudah-mudahan sebelum minggu ketiga sudah selesai aturannya. Bulan ini, karena saya janjinya dari Desember (2016)," imbuh Siti Nurbaya Bakar, Menteri LHK (dalam Liputan6.com, 16 Februari 2017)  Apabila KLHK tidak segera mengeluarkan Peraturan Menteri tersebut, maka kantong plastik akan terus didapat oleh masyarakat secara gratis dan timbunan sampah kantong plastik akan semakin menumpuk. Ritel modern banyak yang menantikan Peraturan Menteri untuk membatasi pemberian kantong plastik kepada konsumen, begitupun dengan konsumen. Sangatlah penting diperhatikan untuk segera menerbitkan Peraturan Menteri yang mengatur pengurangan kantong plastik agar ada dasar hukumnya yang kuat. Langkah ini juga menjadi bagian upaya mewujudkan komitmen Indonesia Bersih Sampah 2020.  MASYARAKAT SUPORTIF! Masyarakat sangat mendukung adanya kebijakan kantong plastik tidak gratis. Berdasarkan survei yang melibatkan 535 konsumen, hasilnya, 92% sadar jika plastik berdampak buruk bagi lingkungan, 67% setuju membawa tas belanja sendiri. Hasil survei menunjukkan, dulu orang menghabiskan tiga kantong plastik saat berbelanja, saat ini berkurang hanya dua lembar.  AYO TERBITKAN PERATURAN SEGERA Kami mendorong agar KLHK segera menerbitkan Peraturan Menteri tentang pengurangan kantong belanja plastik sesuai dengan janji yang sudah disampaikan sejak tahun 2016. Karena, melalui peraturan tersebut, penggunaan kantong plastik dapat berkurang dan meminimalisir timbunan sampah kantong plastik yang mencemari lingkungan.  UPDATE: INDONESIA TERJEBAK MIKROPLASTIK! LIPI mengklaim melalui penelitiannya bahwa keberadaan mikroplastik di perairan Indonesia berada pada kisaran 30 hingga 960 partikel per liter air. Meski demikian, walaupun relatif lebih rendah dibanding keberadaan mikroplastik yang terdapat di China (17 ribu partikel per liter air), bukan berarti fenomena ini bisa diabaikan. LIPI menekankan bahwa hal tersebut harus ditekan dan diwaspadai supaya tidak sampai meningkat.  Fenomena tersebut kini tidak hanya berhenti di perairan saja, tetapi sudah berada dekat dengan kita. Baru-baru ini TEMPO mempublikasikan investigasi dari hasil penelitian global State University of New York at Fredonia yang didukung Orb Media (organisasi media nirlaba di Amerika Serikat) yang menghasilkan temuan pada sampel air minum dalam kemasan yang beredar di Jakarta, Medan, dan Denpasar mengandung partikel mikroplastik! Bahaya banget bukan? Fenomena ini semakin diperkuat apabila kita lihat tiga tahun sebelumnya, pada tahun 2015, Universitas Hassanudin melakukan penelitian terhadap 76 ikan yang diteliti dari 11 spesies, terbukti 28% ikan tersebut memakan mikroplastik ukuran 0.1–1.6 mm di Tempat Pemasaran Ikan (TPI) Poutere, Makassar. Selain itu, University of California, Davis (UC Davis) yang meneliti 64 ikan dari 12 spesies dan 12 kerang-kerangan, terbukti 67% ikan dan 25% kerang-kerangan tersebut memakan microplastic ukuran 0.3 – 5.9 mm di Pasar Ikan Halfmoon Bay, California.  Kembali kami mengetuk hati pemerintah dan pelaku usaha untuk #JanganTundaLagi . Segera terbitkan peraturan dan lakukan program pengurangan penggunaan kantong plastik untuk masyarakat Indonesia dan dunia!

Rahyang Nusantara
31,949 supporters
ช่วยหมีออกจากสวนสัตว์บันดุง อินโดนีเซีย โดยด่วน!

สวัสดี ดิฉันทราบเรื่องร้องเรียนจากหน่วยงานพิทักษ์สัตว์ Scorpion Foundation ที่เป็นผู้สร้างเเคมเปญรณรงค์นี้เพื่อช่วยหมีออกจากสวนสัตว์บันดุง ก่อนอื่นดิฉันอยากขอขอบคุณทุกท่านที่ร่วมกันแจ้งข่าวให้เจ้าหน้าที่ได้รับทราบ และช่วยเราในการติดตามสภาพของสัตว์ในสวนสัตว์แห่งนี้ ตั้งแต่ทราบเรื่องดิฉันได้มอบหมายเจ้าหน้าที่ตั้งทีมงานที่ผู้เชี่ยวชาญและมีสัตวแพทย์ เข้าตรวจสุขภาพและความเป็นอยู่ของหมีที่สวนสัตว์บันดุง ขณะเดียวกันก็สืบเสาะข้อมูลที่เกี่ยวข้องอื่นๆ เพื่อประกอบการพิจารณา สัปดาห์นี้ เจ้าหน้าที่และทีมงานทุกคนจะประชุมกันอีกครั้งเพื่อประเมินว่าควรออกมาตรการอะไร แล้วดิฉันจะอัพเดทผลการประชุมให้ทุกท่านทราบอีกครั้ง ขอบคุณมาก ดร.สิติ นูบายา บาการ์ รัฐมนตรีกระทรวงธรรมชาติและสิ่งแวดล้อม สาธารณรัฐอินโดนีเซีย ------- Dear friends I have received and read the petition submitted by friends from Scorpion Foundation. First of all I want to thank you for the report that was presented to me. This greatly helps us in monitoring the welfare of animals, particularly those in zoos. Since knowing this problem, I've sent a team to the field to check directly the condition of the bears in Bandung Zoo as well as to collect materials and information which I will use to make the right decision. In addition, a doctor is also included in the team to perform a complete medical examination and welfare of animals, including the suitability of the condition of the place. On Monday, we will be meeting to discuss examination results to determine what decisions I would take. I will inform you, our friends, further regarding the decision which will be make after hearing the report of the team and the results of the meeting. Thank you, Minister of Environment and Forestry Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc.

1 year ago
Selamatkan Beruang Kelaparan di Kebun Binatang Bandung.

Teman-teman, Saya sudah menerima dan membaca petisi yang disampaikan oleh kawan-kawan dari Yayasan Scorpion. Pertama-tama saya ingin berterima kasih atas laporan yang disampaikan kepada saya. Ini sangat membantu kami dalam memantau kesejahteraan hewan, terutama yang berada dalam kebun binatang. Sejak mengetahui permasalahan ini, saya sudah mengirim tim ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi beruang di Kebun Binatang Bandung, serta tim mengumpulkan bahan-bahan dan keterangan yang akan saya pergunakan untuk mengambil keputusan yang tepat. Selain itu, ikut dalam tim adalah dokter yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap dan kesejahteraan hewan, berikut kelayakan kondisi tempat. Hari senin nanti, kami akan rapat gelar hasil pemeriksaan untuk menentukan keputusan apa yang akan saya ambil. Saya akan menginformasikan lagi kepada teman-teman keputusan selanjutnya setelah saya mendengar laporan dari tim dan hasil rapat. Terima kasih, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc.

1 year ago
#JanganTundaLagi Lanjutkan dan Dukung Penerbitan Peraturan Kantong Plastik Tidak Gratis!

Teman-teman, Terima kasih perhatiannya atas isu sampah di Indonesia. Petisi yang telah dibuat komunitas Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) ini adalah petisi yang penting. Saya sepakat dengan 20 ribu lebih penandatangan, bahwa saatnya kita kurangi secara signifikan limbah plastik yang ada. Jumlah limbah plastik di Indonesia terlalu banyak. Hampir 10 Milyar lembar kantong plastik kta digunakan, dan 95% menjadi sampah. Maka itu, gerakan konsumen macam ini punya potensi besar dalam membawa perubahan. Minggu lalu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan surat edaran di bawah Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (Nomor: SE-06/PSLB3-PS/2015). Surat ditujukan kepada kepala daerah dan pelaku usaha; mengenai penerapan plastik berbayar di seluruh gerai pasar modern di Indonesia. Hal ini dalam rangka sosialisasi dan persiapan penerapan kebijakan tersebut. Presiden juga telah memberi atensi khusus. Berdasarkan pendalaman masalah di berbagai kota di Indonesia, Presiden telah memerintahkan agar ada regulasi yang dapat mendorong Pemda secara konkret menyelesaikan persoalan sampah beserta percepatannya pada tahun 2016 dan 2017 ini. Untuk itulah saat ini sedang difinalisasi aturan-aturan sampah menyangkut strategi nasional dan agenda percepatan oleh pemda tahun 2016 ini. Untuk komunitas GIDKP dan semua yang peduli isu sampah, teruskan perjuangannya, jangan bosan membantu kerja pemerintah yang berat ini. Salam Hormat, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia

2 years ago
#JanganTundaLagi Terbitkan Peraturan Menteri Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik!

Teman-teman, Terima kasih perhatiannya atas isu sampah di Indonesia. Petisi yang telah dibuat komunitas Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) ini adalah petisi yang penting. Saya sepakat dengan 20 ribu lebih penandatangan, bahwa saatnya kita kurangi secara signifikan limbah plastik yang ada. Jumlah limbah plastik di Indonesia terlalu banyak. Hampir 10 Milyar lembar kantong plastik kta digunakan, dan 95% menjadi sampah. Maka itu, gerakan konsumen macam ini punya potensi besar dalam membawa perubahan. Minggu lalu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan surat edaran di bawah Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (Nomor: SE-06/PSLB3-PS/2015). Surat ditujukan kepada kepala daerah dan pelaku usaha; mengenai penerapan plastik berbayar di seluruh gerai pasar modern di Indonesia. Hal ini dalam rangka sosialisasi dan persiapan penerapan kebijakan tersebut. Presiden juga telah memberi atensi khusus. Berdasarkan pendalaman masalah di berbagai kota di Indonesia, Presiden telah memerintahkan agar ada regulasi yang dapat mendorong Pemda secara konkret menyelesaikan persoalan sampah beserta percepatannya pada tahun 2016 dan 2017 ini. Untuk itulah saat ini sedang difinalisasi aturan-aturan sampah menyangkut strategi nasional dan agenda percepatan oleh pemda tahun 2016 ini. Untuk komunitas GIDKP dan semua yang peduli isu sampah, teruskan perjuangannya, jangan bosan membantu kerja pemerintah yang berat ini. Salam Hormat, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia

2 years ago
Mohon segera adakan "duduk bersama" untuk mencari solusi permanen untuk bencana kabut asap

Teman-teman, Terima kasih telah terus mengawal kami melalui petisi mengenai isu darurat asap ini. Saya menulis ini dari Kalimantan Selatan dan setelah ini ke Sumatera Utara dan Jambi untuk memantau keadaan di lapangan dan terus mencari solusi. Area kebakaran mencapai 190 ribu ha lebih dibandingkan dengan tahun lalu sekitar 40 ribu saja. Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah meneliti 139 perusahaan terkait hutan atau kebun dari pelepasan kawasan. Dari situ, ada 26 perusahaan yang kami sedang teliti kemungkinan pidana. Hal itu juga dilakukan oleh POLRI dan diantaranya telah ditetapkan tersangka. Solusi jangka panjang yang sedang dikembangkan adalah tata kelola gambut dan penggunaan lahan yang tepat, kekuatan kelembagaan masyarakat dalam pemadaman secara partisipatif, dan tentunya yang sangat penting: ketaatan hukum bersama dunia usaha para pemegang konsesi lahan. Sekian update dari saya sejauh ini. Terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang baik. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia

3 years ago
@Jokowi @bravonur :Tindak Tegas Pembakar Hutan dan Lahan

Teman-teman, Terima kasih telah terus mengawal kami melalui petisi mengenai isu darurat asap ini. Saya menulis ini dari Kalimantan Selatan dan setelah ini ke Sumatera Utara dan Jambi untuk memantau keadaan di lapangan dan terus mencari solusi. Area kebakaran mencapai 190 ribu ha lebih dibandingkan dengan tahun lalu sekitar 40 ribu saja. Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah meneliti 139 perusahaan terkait hutan atau kebun dari pelepasan kawasan. Dari situ, ada 26 perusahaan yang kami sedang teliti kemungkinan pidana. Hal itu juga dilakukan oleh POLRI dan diantaranya telah ditetapkan tersangka. Solusi jangka panjang yang sedang dikembangkan adalah tata kelola gambut dan penggunaan lahan yang tepat, kekuatan kelembagaan masyarakat dalam pemadaman secara partisipatif, dan tentunya yang sangat penting: ketaatan hukum bersama dunia usaha para pemegang konsesi lahan. Sekian update dari saya sejauh ini. Terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang baik. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia

3 years ago
Cabut izin usaha dan pengelolaan hutan perusahaan-perusahaan pembakar hutan di Riau dan sekitarnya! Usir mereka dari Riau!

Teman-teman, Terima kasih telah terus mengawal kami melalui petisi mengenai isu darurat asap ini. Saya menulis ini dari Kalimantan Selatan dan setelah ini ke Sumatera Utara dan Jambi untuk memantau keadaan di lapangan dan terus mencari solusi. Area kebakaran mencapai 190 ribu ha lebih dibandingkan dengan tahun lalu sekitar 40 ribu saja. Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah meneliti 139 perusahaan terkait hutan atau kebun dari pelepasan kawasan. Dari situ, ada 26 perusahaan yang kami sedang teliti kemungkinan pidana. Hal itu juga dilakukan oleh POLRI dan diantaranya telah ditetapkan tersangka. Solusi jangka panjang yang sedang dikembangkan adalah tata kelola gambut dan penggunaan lahan yang tepat, kekuatan kelembagaan masyarakat dalam pemadaman secara partisipatif, dan tentunya yang sangat penting: ketaatan hukum bersama dunia usaha para pemegang konsesi lahan. Sekian update dari saya sejauh ini. Terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang baik. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia

3 years ago
Kembalikan Hak Masyarakat Riau Atas Udara Yang Bersih!

Teman-teman, Terima kasih telah terus mengawal kami melalui petisi mengenai isu darurat asap ini. Saya menulis ini dari Kalimantan Selatan dan setelah ini ke Sumatera Utara dan Jambi untuk memantau keadaan di lapangan dan terus mencari solusi. Area kebakaran mencapai 190 ribu ha lebih dibandingkan dengan tahun lalu sekitar 40 ribu saja. Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah meneliti 139 perusahaan terkait hutan atau kebun dari pelepasan kawasan. Dari situ, ada 26 perusahaan yang kami sedang teliti kemungkinan pidana. Hal itu juga dilakukan oleh POLRI dan diantaranya telah ditetapkan tersangka. Solusi jangka panjang yang sedang dikembangkan adalah tata kelola gambut dan penggunaan lahan yang tepat, kekuatan kelembagaan masyarakat dalam pemadaman secara partisipatif, dan tentunya yang sangat penting: ketaatan hukum bersama dunia usaha para pemegang konsesi lahan. Sekian update dari saya sejauh ini. Terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang baik. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia

3 years ago
ปล่อยโลมาในบ่อคลอรีนแคบที่ Wake Bali Adventure Park ในบาหลีให้กลับคืนสู่ท้องทะเล

เรียนทุกท่าน ขอบคุณทุกท่านที่แสดงความห่วงใย และความกังวลผ่านแคมเปญรณรงค์เพื่อปกป้องสัตว์และธรรมชาติรอบตัวเรา โปรดเข้าใจว่าดิฉันทราบเรื่องการกักขังโลมาที่ศูนย์กิจกรรมในบาหลีมาตั้งแต่แรกเริ่ม และขณะนี้ กำลังติดตามความคืบหน้าเพื่อจะนำมาแจ้งให้ทุกท่านทราบ ตั้งแต่ทราบข่าวเกี่ยวกับแคมเปญรณรงค์น ดิฉันได้ปรึกษากับทีมงาน และเมื่อหลายวันก่อนดิฉันได้รับรายชื่อของผู้สนับสนุนแคมเปญรณรงค์ทั้งหมดผ่านเจ้าหน้าที่ของ Jakarta Animal Aid Network ดิฉันขอเรียนว่า เรามีความตั้งใจจริงที่จะแก้ไขปัญหา และกำลังสืบหาความจริง หากเราพบว่ามีการกระทำความผิดในศูนย์กิจกรรมฯ จริง เช่น การทำร้ายสัตว์ การปล่อยปะละเลย หรือ ตรวจพบว่าคุณภาพการดูแลสัตว์ต่ำกว่ามาตรฐาน ขอให้ทุกท่านเชื่อว่า เราจะดำเนินการกับผู้กระทำผิดให้ถึงที่สุด เพราะประเด็นนี้ทำให้เกิดกระแสสังคม วิพากษ์วิจารณ์แหล่งท่องเที่ยวมากมายที่มีการจัดแสดงโลมา หรือสัตว์ชนิดอื่นๆ ดิฉันจึงอยากให้สาธารณชน และผู้เชี่ยวชาญ ช่วยกันคิดว่าอะไรจะเป็นทางออกที่ดีที่สุด ที่จะเกิดผลกระทบต่อสิ่งแวดล้อม สัตว์ สิ่งมีชีวิตทั้งหลายน้อยที่สุด ดิฉันและทีมงานกำลังวางแผนเพื่อจัดเวทีเสวนาเกี่ยวกับโลมาที่ศูนย์กิจกรรมในบาหลี และจะเชิญผู้เชี่ยวชาญจากสาขาต่างๆ เช่น การศึกษา จิตวิทยา การอนุรักษ์สัตว์ป่าและธรรมชาติ รวมไปถึงหน่วยงานภาคประชาสังคม เพื่อหาทางออกในการแก้ปัญหาร่วมกัน ดิฉันจะนำความคืบหน้า และผลจากวงเสวนามาอัพเดทให้ทุกท่านได้ทราบ ขอบคุณ ดร.สิติ นูบายา บาการ์ รัฐมนตรีกระทรวงธรรมชาติและสิ่งแวดล้อม สาธารณรัฐอินโดนีเซีย

3 years ago
Free four wild dolphins contained in a tiny pool at Wake Bali Adventure

Dear friends, Thank you very much for your concerns and voices through this petition. Your support and reports help us in conserving the environment and protecting wildlife. Know that I have noticed this petition since the beginning, and following its updates. Since receiving the petition, I have discussed this issue with my team. Several days ago, the petition was hand-delivered to me by our friends at Jakarta Animal Aid Network. We are taking this report seriously and currently, investigating the situation. If in fact there are violations happening in the resort that are unlawful such as abuse, neglect, or not up to the standards of the regulations, rest assured we will take action. Moreover, this has opened a public discourse about the existence of places with captive dolphins and other wildlife. I want to open up this dialogue to the public and the experts, and determine the best way forward, that is best for the environment, best for the animals, and best for the people. In several weeks we are planning to have a round table discussion about the topic of captive dolphins, and we will invite experts in education, psychology, conservation, animal protection, civil society organizations, to talk openly to try to come up with a solution. I will surely share the results of that discussion back to you. Thank you for your attention. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. Minister of Environment and Forestry Republik Indonesia

3 years ago