

Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan: Keadilan Bagi 135 Nyawa Tidak Boleh Kedaluwarsa!


Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan: Keadilan Bagi 135 Nyawa Tidak Boleh Kedaluwarsa!
Masalahnya
Salam Kemanusiaan,
Sabtu malam, 1 Oktober 2022, menjadi lembaran paling hitam dalam sejarah sepak bola Indonesia. 135 nyawa melayang di Stadion Kanjuruhan, Malang. Bukan karena rivalitas, melainkan karena kegagalan sistemik dalam manajemen keamanan dan penggunaan gas air mata yang menyalahi prosedur keamanan internasional (FIFA).
Hingga saat ini, rasa adil bagi keluarga korban masih terasa jauh di pangkal jalan. Meskipun proses hukum telah berjalan, publik melihat masih banyak celah dan aktor-aktor penting yang belum tersentuh secara maksimal. Kematian 135 orang bukanlah sekadar angka statistik, mereka adalah anak, orang tua, saudara, dan teman yang pulang dalam peti mati setelah hanya ingin mencari hiburan.
Melalui petisi ini, kami menuntut:
1. Transparansi Hukum yang Berkeadilan:
Mendesak pihak kepolisian dan institusi terkait untuk membuka kembali penyidikan secara menyeluruh terhadap seluruh pihak yang bertanggung jawab, termasuk pengambil kebijakan tertinggi pada malam tersebut.
2. Reformasi Total Manajemen Keamanan:
Menuntut PSSI dan pengelola liga untuk menerapkan standar keamanan tanpa kompromi, agar tidak ada lagi nyawa yang dikorbankan atas nama sepak bola.
3. Pemulihan Hak Korban dan Keluarga:
Memastikan pemerintah dan institusi terkait memberikan kompensasi serta pendampingan psikologis jangka panjang yang layak bagi keluarga korban.
Sepak bola adalah tentang kehidupan, bukan tentang menjemput maut. Kami tidak akan berhenti bersuara sampai kata "Usut Tuntas" benar-benar menjadi nyata, bukan sekadar slogan di tembok-tembok jalanan.
Jangan biarkan tragedi ini terlupakan oleh waktu. Satu tanda tangan Anda adalah satu langkah menuju keadilan yang lebih bersih bagi olahraga Indonesia.
#UsutTuntas#JusticeForKanjuruhan
#NeverForgetKanjuruhan

6
Masalahnya
Salam Kemanusiaan,
Sabtu malam, 1 Oktober 2022, menjadi lembaran paling hitam dalam sejarah sepak bola Indonesia. 135 nyawa melayang di Stadion Kanjuruhan, Malang. Bukan karena rivalitas, melainkan karena kegagalan sistemik dalam manajemen keamanan dan penggunaan gas air mata yang menyalahi prosedur keamanan internasional (FIFA).
Hingga saat ini, rasa adil bagi keluarga korban masih terasa jauh di pangkal jalan. Meskipun proses hukum telah berjalan, publik melihat masih banyak celah dan aktor-aktor penting yang belum tersentuh secara maksimal. Kematian 135 orang bukanlah sekadar angka statistik, mereka adalah anak, orang tua, saudara, dan teman yang pulang dalam peti mati setelah hanya ingin mencari hiburan.
Melalui petisi ini, kami menuntut:
1. Transparansi Hukum yang Berkeadilan:
Mendesak pihak kepolisian dan institusi terkait untuk membuka kembali penyidikan secara menyeluruh terhadap seluruh pihak yang bertanggung jawab, termasuk pengambil kebijakan tertinggi pada malam tersebut.
2. Reformasi Total Manajemen Keamanan:
Menuntut PSSI dan pengelola liga untuk menerapkan standar keamanan tanpa kompromi, agar tidak ada lagi nyawa yang dikorbankan atas nama sepak bola.
3. Pemulihan Hak Korban dan Keluarga:
Memastikan pemerintah dan institusi terkait memberikan kompensasi serta pendampingan psikologis jangka panjang yang layak bagi keluarga korban.
Sepak bola adalah tentang kehidupan, bukan tentang menjemput maut. Kami tidak akan berhenti bersuara sampai kata "Usut Tuntas" benar-benar menjadi nyata, bukan sekadar slogan di tembok-tembok jalanan.
Jangan biarkan tragedi ini terlupakan oleh waktu. Satu tanda tangan Anda adalah satu langkah menuju keadilan yang lebih bersih bagi olahraga Indonesia.
#UsutTuntas#JusticeForKanjuruhan
#NeverForgetKanjuruhan

6
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 7 Mei 2026