Tolak pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Bandung, benahi transportasi publik!


Tolak pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Bandung, benahi transportasi publik!
The Issue
Jalan tol dalam kota BUKAN solusi untuk kemacetan Kota Bandung.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kian teguh menggulirkan wacana pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Bandung. Pasalnya, alih-alih menjadi solusi, pembangunan BIUTR ini berpotensi untuk memperparah kemacetan di Kota Bandung, utamanya karena hal-hal berikut.
- Jalan tol dalam kota bukan solusi jangka panjang. Keberadaan jalan tol akan mengundang masyarakat, termasuk yang sebelumnya tidak bermobil, untuk menjadikan mobil sebagai opsi moda transportasi utama. Dalam beberapa tahun saja, jalan tol yang baru dibangun akan kembali penuh dan kembali menimbulkan kemacetan – the very same problem yang semula berusaha diselesaikan.
- Pembangunan jalan tol dalam kota berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan baru, including but not limited to:
- Masalah lingkungan yang dihasilkan pembangunan infrastruktur yang tidak ramah lingkungan
- Potensi bencana akibat kondisi morfologi Kota Bandung yang kurang memadai untuk pembangunan megaproyek seperti ini
- Konflik sosial yang mungkin disebabkan oleh upaya pembebasan lahan melalui penggusuran
- Titik-titik kemacetan baru yang lebih parah selama proses pembangunan jalan tol (yang tidak sebentar)
- Jalan tol dalam kota bukan solusi yang inklusif dan hanya bisa dinikmati sebagian masyarakat Kota Bandung – utamanya mereka yang punya mobil. Yang tidak punya, hanya kena getahnya.
Solusi yang paling tepat untuk mengatasi kemacetan di Kota Bandung adalah revitalisasi & restrukturisasi transportasi publik yang terintegrasi – angkot, bus, hingga kereta api. Transportasi publik adalah solusi yang tepat karena,
- Berpeluang mengatasi kemacetan untuk jangka panjang (jika dilakukan dengan benar & dengan niat melayani masyarakat),
- Ramah lingkungan (meminimalisir emisi gas karbon) dan inklusif (bisa dinikmati semua orang),
- Tidak berpotensi menimbulkan konflik sosial & ancaman bencana alam (again, jika dilakukan dengan benar & dengan niat melayani masyarakat).
Penting untuk diingat, karena Kota Bandung adalah bagian dari wilayah aglomerasi Metropolitan Bandung Raya, setiap kebijakan & pembangunan yang terjadi di Kota Bandung – termasuk pembangunan jalan tol dalam kota – akan berdampak juga pada masyarakat wilayah penyangganya, terutama mereka yang sehari-harinya beraktivitas di Kota Bandung. Hence, this matters more than most people think; petisi ini bukan hanya berdampak pada ~2,5 juta penduduk Kota Bandung, tetapi juga lebih dari 6 juta penduduk Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.
Pemkot Bandung akan segera memulai rangkaian proses pembangunan jalan tol dalam kota pada tahun 2025, karenanya kita sebagai masyarakat Bandung Raya perlu berbuat sesuatu sekarang juga. Sebelum lelang investasi terlaksana, sebelum konstruksi dimulai, sebelum semuanya terlambat. Sebelum Kota Bandung kolaps akibat kemacetan, seperti Jakarta bertahun-tahun silam.

24
The Issue
Jalan tol dalam kota BUKAN solusi untuk kemacetan Kota Bandung.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kian teguh menggulirkan wacana pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Bandung. Pasalnya, alih-alih menjadi solusi, pembangunan BIUTR ini berpotensi untuk memperparah kemacetan di Kota Bandung, utamanya karena hal-hal berikut.
- Jalan tol dalam kota bukan solusi jangka panjang. Keberadaan jalan tol akan mengundang masyarakat, termasuk yang sebelumnya tidak bermobil, untuk menjadikan mobil sebagai opsi moda transportasi utama. Dalam beberapa tahun saja, jalan tol yang baru dibangun akan kembali penuh dan kembali menimbulkan kemacetan – the very same problem yang semula berusaha diselesaikan.
- Pembangunan jalan tol dalam kota berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan baru, including but not limited to:
- Masalah lingkungan yang dihasilkan pembangunan infrastruktur yang tidak ramah lingkungan
- Potensi bencana akibat kondisi morfologi Kota Bandung yang kurang memadai untuk pembangunan megaproyek seperti ini
- Konflik sosial yang mungkin disebabkan oleh upaya pembebasan lahan melalui penggusuran
- Titik-titik kemacetan baru yang lebih parah selama proses pembangunan jalan tol (yang tidak sebentar)
- Jalan tol dalam kota bukan solusi yang inklusif dan hanya bisa dinikmati sebagian masyarakat Kota Bandung – utamanya mereka yang punya mobil. Yang tidak punya, hanya kena getahnya.
Solusi yang paling tepat untuk mengatasi kemacetan di Kota Bandung adalah revitalisasi & restrukturisasi transportasi publik yang terintegrasi – angkot, bus, hingga kereta api. Transportasi publik adalah solusi yang tepat karena,
- Berpeluang mengatasi kemacetan untuk jangka panjang (jika dilakukan dengan benar & dengan niat melayani masyarakat),
- Ramah lingkungan (meminimalisir emisi gas karbon) dan inklusif (bisa dinikmati semua orang),
- Tidak berpotensi menimbulkan konflik sosial & ancaman bencana alam (again, jika dilakukan dengan benar & dengan niat melayani masyarakat).
Penting untuk diingat, karena Kota Bandung adalah bagian dari wilayah aglomerasi Metropolitan Bandung Raya, setiap kebijakan & pembangunan yang terjadi di Kota Bandung – termasuk pembangunan jalan tol dalam kota – akan berdampak juga pada masyarakat wilayah penyangganya, terutama mereka yang sehari-harinya beraktivitas di Kota Bandung. Hence, this matters more than most people think; petisi ini bukan hanya berdampak pada ~2,5 juta penduduk Kota Bandung, tetapi juga lebih dari 6 juta penduduk Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.
Pemkot Bandung akan segera memulai rangkaian proses pembangunan jalan tol dalam kota pada tahun 2025, karenanya kita sebagai masyarakat Bandung Raya perlu berbuat sesuatu sekarang juga. Sebelum lelang investasi terlaksana, sebelum konstruksi dimulai, sebelum semuanya terlambat. Sebelum Kota Bandung kolaps akibat kemacetan, seperti Jakarta bertahun-tahun silam.

24
Petition created on 11 October 2024