Команда Change.org
21 Nov 2018

Kawan,

Masih ingat update terakhir dari saya dua bulan lalu? Kami bersama-sama memasang palang menutup perkebunan PT Bintuni Agro Prima Perkasa (BAPP) yang bermasalah. Kami kira perusahan sawit itu sudah tutup dan tidak beroperasi, namun ternyata hingga sekarang mereka masih aktif. Semua karena mereka memiliki izin yang legal.

Kami tak mau tinggal diam. Tapi seperti kata kepala suku kami, kami harus berjuang dengan cara yang terhormat. Maka minggu lalu saya, Pak Samuel Ariks, dan belasan masyarakat adat dari Papua dan Papua Barat datang ke Jakarta. Kami datang jauh-jauh untuk bertemu pihak-pihak pemberi izin perusahaan bermasalah. Kami datang dengan percaya diri karena membawa dukunganmu.

Audiensi kami di Kementerian Pertanian dan Perkebunan, Kementerian Agraria, dan Bareskim Polri disambut dengan baik. Mereka akan mengecek kebenaran dari keluhan kami dan akan berkoordinasi dengan kepala daerah dan kepolisian daerah.

Audiensi kami di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga disambut dengan baik oleh Kepala Sub Direktorat Perubahan Peruntukkan dan Fungsi Kawasan Hutan, Bapak Sigit Nugroho. Satu persatu dari kami dipersilahkan untuk menyampaikan keluhan. Walaupun keluhan kami berbeda-beda, namun permintaan kami sama: cabut izin perusahaan perusak hutan dari tanah adat kami.

Kata Pak Sigit, perjuangan kita ini sesuai dengan niat pemerintah. Katanya KLHK memang sudah diperintahkan presiden sesuai Instruksi Presiden tentang Moratorium Sawit untuk menunda perizinan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit, mengevaluasi kembali perizinan pembukaan lahan yang sudah ada, dan akan segera membentuk kelompok kerja (pokja). Sehingga seharusnya perusahaan seperti PT BAPP untuk sementara tidak bisa beroperasi.

Kawan, walaupun ini berita baik namun perjuangan kita belum selesai. PT BAPP masih ada di atas tanah adat kami dan masih terus merusak hutan kami. Kami masih membutuhkan dukunganmu dengan menyebarkan petisi ini agar dukungan terus bertambah. Karena semakin banyak dukungan, kami semakin didengarkan. Kata Pak Samuel, “Terima kasih kepada kawan-kawan muda yang sudah mendukung kami orang tua dari Papua. Harapan kami orang tua, ada di anak muda. Seluruh Indonesia!”

Salam,

Jan Sendik

Скопировать ссылку
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Эл. почта
X