
Halo kawan,
Ada kabar baik! Bulan Agustus lalu, pemerintah Provinsi Papua Barat, DPRD Provinsi Papua Barat dan DPRD Kabupaten Tambrauw, MRP Papua Barat, LSM terkait, BEM UNIPA, serta Kepala suku Besar Arfak dan MPur secara langsung turun ke lokasi perusahan sawit yang beroperasi di sana. Kita bersama-sama memasang palang untuk menutup perkebunan sawit milik PT Bintuni Agro Prima Perkasa (BAPP) yang bermasalah. Perusahan sawit itu akhirnya tutup dan tidak beroperasi!
Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat yang terdiri dari akademisi, gereja, LSM, dan masyarakat adat Tambrauw juga mendorong agar pemerintah dan DPRD Papua Barat untuk melakukan proses lanjutannya segera.
Selain itu, saya pikir penting juga untuk bertemu dengan Bupati Tambrauw. Melalui Lembaga masyarakat adat Tambrauw, kami akan kirim surat permohonan audiensi dengan Bupati Tambrauw. Kalau kami diterima oleh Bupati, saya akan bawa juga suara teman-teman ke Bapak Bupati.
Kami akan sampaikan suara masyarakat tentang ganti rugi atas kerusakan lingkungan yang telah terjadi dan meminta reboisasi kembali hutan kami yang gundul.
Kawan, kami membutuhkan bantuan dan suaramu agar perjuangan kami berhasil, agar kami dan anak-cucu tetap dapat hidup damai dengan alam. Tolong sebarkan petisi ini, ramaikan, dan dukung pemerintah untuk menyelamatkan alam.
Salam dari kami masyarakat Tambrauw,
Jan Sedik