Petition updatePanduan Konsumen Cerdas untuk Kelestarian Bumi#BeliYangBaik untuk Hutan Lestari
Earth Hour IndonesiaIndonesia
Jul 9, 2015
Setiap tahunnya, selama belasan tahun asap menyelimuti Provinsi Riau. Setiap musim kemarau tiba, ratusan hotspot (titik panas) terdeteksi di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI), perkebunan sawit, hutan produksi, lahan masyarakat, bahkan kawasan konservasi. Kebakaran ini menghabiskan ratusan hektar lahan dan hutan setiap tahunnya, menimbulkan asap yang mengepung hampir seluruh penjuru Bumi Lancang Kuning. Setiap tahunnya warga Pekanbaru harus menderita ISPA (Inpeksi Saluran Pernapasan Atas) akibat menghirup udara yang tidak sehat. Siapa yang bersalah ? Mengapa kebakaran bisa terjadi di kawasan ini ? Kawasan hutan gambut harusnya tergenang air sepanjang tahun. Tapi sayangnya, para pemilik konsesi HTI akasia atau perkebunan sawit membuat kanal untuk mengeringkan kawasan basah ini. Pembuatan kanal tersebut mengakibatkan gambut menjadi kering dan mudah terbakar pada musim kemarau. Kebakaran kawasan gambut biasanya merambat hingga ke bawah permukaan gambut, sehingga mengakibatkan sulitnya pemadaman api. Mengapa kebakaran bisa terjadi ?, Kata kuncinya adalah MEMBAKAR! Baik perusahaan maupun perkebunan skala kecil melakukan pembakaran untuk membersihkan lahan (biasanya untuk peremajaan tanaman), sebab ini lebih murah dan mudah dibanding mereka harus mencabuti tanaman tua yang tidak produktif satu persatu dan membersihkan semak-semak secara manual. Sayangnya, api dilahan gambut tidak berwujud seperti api biasa, walaupun mati dipermukaan namun di dalam masih membara seperti sekam, akibatnya jika mendapat tambahan oksigen akan kembali menjadi api besar Lantas, apa hubungannya kebakaran hutan dengan konsumsi kita sehari-hari. Jauh dari Provinsi Riau, beberapa produk yang ditemukan di rak-rak retail mengandung minyak kelapa sawit atau turunannya, termasuk cokelat, minyak kelapa, margarin, makanan olahan, kosmetik, obat-obatan, deterjen dan banyak lainnya. Apakah bisa Sobat bedakan, sampo, sabun dll berasal dari minyak sawit yang ditanam dari lahan yang dibakar atau bukan ? Kita bisa bertanya darimana dan bagaimana produk dibuat sebelum kita mengkonsumsinya ?, atau bisa dicari dalam kemasannya, apakah produk-produk tersebut sudah memiliki sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) atau Forest Stewardship Council® (FSC®) yang membuktikan bahwa produk tersebut diproses dan diproduksi melalui pengelolaan yang bertanggung jawab. Mari bantu apa yang terjadi di Riau, dukung kampanye ini dengan mulai menandatangani change.org/BeliYangBaik dan sebarkan paling tidak ke dua orang teman dalam jaringan sosialmu dan ayo beraksi untuk hutan lestari. Yuk #BeliYangBaik WWF Indonesia P.S.: Gerakan #BeliYangBaik adalah kampanye nasional yang di inisiasi oleh WWF Indonesia, bertujuan untuk mendorong kesadaran publik sekaligus melakukan perubahan gaya hidup khususnya dalam hal perilaku yang bertanggung jawab serta meminimalisasi dampak lingkungan yang dihasilkan dari pola konsumsi dan produksi sehari-hari.
Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X