Kampanya güncellemesiPERLINDUNGAN Wilayah Kelola Rakyat RANO POSO untuk Kehidupan Berkelanjutan!
Rencana Pengerukan Hulu Sungai Poso ancam Biodiversitas dan Endemisitas di Danau Poso

FRONT AKSI untuK RANO POSO FARP TENTENAPoso, Endonezya

4 Nis 2018
Kurniawan P Bandjolu :
Danau Poso punya biodiversitas dan endemisitas yg luar biasa. Seharusnya justru dijaga bukan dirusak. Banyak yang orang belum tau tentang keanekaragaman dan endemisitas yg ada di danau poso, mari kita lihat fakta ilmiah yang ada:
1. Anguilla marmorata (Masapi) menggunakan kunci identifikasi FAO 2001 vol. 3, Batoid fishes, Chimaeras and Bany Fishes part 1 (Elopidae to Linuhrynidae). Masapi dewasa turun ke laut dengan kedalaman >5000 m dibawah permukaan laut (catadromous). Sesudah memijah dilaut dalam dan menghasilkan glass eel (anakan masapi) kemudian akan naik lagi ke danau Poso sekarang harus melewati banyak rintangan (non alamiah) yaitu bendungan2 PLTA yang tentunya sangat sulit dilewati walaupun sudah disediakan fishway buatan yang tentu saja tidak seperti yang kita harapkan masapi akan dengan mudah mencari dimana fishway itu berada justru sebaliknya. Masapi di danau Poso tak sebanyak dahulu lagi, makin lama makin berkurang dan kita tidak tahu sampai kapan kita masih bisa melihat hewan yang menjadi ikon kota Tentena ini.
2. Caridina longidigita (Lamale) oleh Daisy Wowor (2013) Yang merupakan spesies endemik danau Poso tidak dapat ditemukan hidup secara alami di tempat lain. Spesies udang air tawar Caridina longidigita tumbuh dan berkembang biak pada tepian danau yang ditumbuhi rumput. Coba bayangkan kalau sungai Poso di keruk dengan lebar 40 meter dan kedalam 2 meter lagi, tentu saja permukaan air di Danau Poso juga akan turun 2 meter (itupun dalam cuaca normal) coba kalau terjadi kemarau panjang seperti apa yang terjadi pada tahun 2015 air di sekitaran lokasi FDP surut kurang lebih 100 meter kearah tengah danau. Pertanyaannya, apakah si Lamale tetap akan bisa tetap berkembang biak lagi jika permukaan air turun 2 meter atau lebih sehingga permukaan air tidak lagi menyentuh rumput2 ditepian danau Poso?
3. Tylomelania orange (Sulawesi snail) video check on YouTube. Adalah salah satu gastropoda yg dilaporkan hidup dan berkembang di Danau Poso (pada eksplorasi Sarasin bersaudara 1987) dan belum pernah ditemukan di tempat lain dengan habitat yang hampir sama dengan Lamale (Caridina longidigita) yang tentu saja habitatnya terganggu jika air danau Poso turun 2 meter atau lebih.
4. Mugilogobius amadi (Weber, 1913) atau yg dikenal dengan nama ikan Bungu adalah ikan dari Family Gobidae yang hidup di air tawar yang memiliki kekerabatan paling dekat dengan Mugilogobius hitam (danau Malili). Ikan bungu juga endemik danau Poso sempat dinyatakan punah, namun penelitian lebih lanjut masih menemukan ikan ini hidup menempel di batuan yang berada dibawah permukaan air danau di daerah tepian danau poso yang jumlahnya sangat memprihatinkan (Laurent, seorang pecinta Freshwater gobies dari Perancis yang sempat berkomunikasi dengan saya sekitar 2 tahun lalu.
5. Ada spesies introduksi yang saya temukan pada saat memancing di Tandolala 2 tahun yang lalu berwarna seperti pelangi, setelah saya coba membaca beberapa jurnal dan coba sy identifikasi ternyata benar itu adalah ikan Melanochromis auratus yg jauh datang dari danau Malawi di Afrika entah siapa yg membawanya hidup dan berkembang biak di danau Poso sekarang justru jumlahnya jauh lebih banyak dari jumlah ikan lain di danau Poso dan merupakan predator bibit2 ikan dan udang yang hanya bisa dibasmi dengan musuh alami.
Masih sangat banyak jenis ikan, udang, kepiting, keong, dan hewan lain yg hidup di danau Poso belum teridentifikasi. Kita punya Danau Poso yg sangat indah dengan berbagai macam keunikan yg kita tidak akan jumpai ditempat lain, karena itu ayo kita jaga dan lestarikan danau Poso yang kita cintai ini dengan kembali ke Arti kata konservasi yang sebenarnya yaitu Pelestarian, perlindungan untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan. Konservasi sumber daya alam dengan pemanfaatan secara bijaksana dan menjamin kesinambungan persediaan dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas dan nilai keragamannya. Mengacu pada nilai, nilai yang dimaksud disini adalah kearifan masyarakat lokal (Wayaa masapi) dan keragaman disini yaitu keragaman jenis makhluk hidup yang berinteraksi di danau Poso yang kita cintai bersama. Mari kita jaga bersama, danau Poso bukan milik pribadi, tapi milik kita bersama. Salam konservasi ✊
Bağlantıyı kopyala
WhatsApp
Facebook
X
E-posta