

Relawan Barisan Damkar Tabrak Pemotor Hingga Tewas, Saatnya Benahi & Standarisasi
Masalahnya
Kami dari Masyarakat Banjarmasin Peduli Kemanusiaan (MBPK) merasa prihatin dengan rentetan kecelakaan maut yang menewaskan pengguna jalan di Banjarmasin.
Terduga pelakunya tak lain merupakan sopir barisan pemadam kebakaran (BPK), relawan yang membantu pemadam kebakaran di Banjarmasin. Di satu sisi, kami mengapresiasi perjuangan BPK tiada henti memadamkan si jago merah, tapi mereka perlu diberi pelatihan agar lebih hati-hati ketika berkendara.
Namun di sisi lain, kami miris dengan peristiwa nahas yang terus terulang bahkan memakan korban jiwa. Berdasarkan catatan kami dalam satu tahun ke belakang, terdapat tiga kecelakaan maut yang paling membekas di ingatan.
1. Seorang Ibu (O) tewas di Kilometer 5 setelah dihantam sebuah mobil BPK dalam insiden di Jalan Ahmad Yani, Kilometer 5, Minggu (16/5/2021) dini hari. Kejadian berawal saat sejumlah barisan relawan kebakaran menerima informasi kalau si jago merah sedang mengamuk di Pasar Batuah, Martapura, Kabupaten Banjar. Karena melaju dengan kecepatan tinggi, sang sopir (FE) lantas tak bisa mengendalikan lagi mobilnya hingga menabrak. Kepala belakang O hingga pinggangnya mengalami luka parah. FE pengemudi mobil yang menabrak Oktavia langsung diamankan petugas.
2. 2 Pemotor ditabrak konvoi armada damkar di Jalan Veteran, Banjarmasin saat menuju ke lokasi kebakaran di Kompleks Hikmah Banua, Kamis (31/3/2022) malam. M Husni (40), salah seorang pemotor meninggal 2 jam menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat, Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. Kini, WAS pengemudi sudah ditahan polisi.
3. Pemotor (F) yang berkendara dengan seorang keluarganya, meninggal setelah ditabrak mobil konvoi BPK di kawasan Lingkar Dalam, Banjarmasin Selatan. Kecelakaan sendiri terjadi saat armada relawan pemadam kebakaran MP sedang mengejar kobaran si jago merah di Jalan Irigasi, Tambak Sirang, Desa Tatah Jaruju, Tatah Makmur, Banjar, Minggu (15/5). Kabar terakhir, pihak kepolisian mengaku sudah menerima laporan dan Kanit Laka Satlantas Polresta Banjarmasin, Ipda Suparwoto menambahkan jika pihaknya akan segera menetapkan pengemudi BPK MP yang tidak punya SIM sebagai tersangka.
Sekali lagi, kami sangat respek dengan relawan barisan pemadam kebakaran (BPK). Tapi dengan rentetan kejadian di atas, sebagai warga, kami jadi trauma, setiap kali melihat relawan BPK berkendara, kami takut akan ada korban lagi.
Karena bagaimanapun, relawan BPK telah banyak berjasa membantu warga yang kesusahan saat terjadi musibah.
Karena itulah, kami meminta kepada Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banjarmasin dan Walikota Banjarmasin untuk segera membuat program pelatihan kepada relawan-relawan barisan pemadam kebakaran agar mereka bisa bekerja sesuai protokol keamanan.
Lalu memastikan sopir barisan pemadam kebakaran sudah lolos pelatihan standarisasi, memiliki SIM aktif dan kendaraan mereka lolos uji kelayakan.
Memang, baru-baru ini Kepala DPKP sudah buat pernyataan, tapi lewat petisi ini, kami meminta teman-teman untuk mendorong beliau agar segera melaksanakannya.
Jangan sampai kejadian naas ini terulang kembali. Karena kita tidak pernah tahu kapan si jago merah akan menyerang dan kita membutuhkan relawan damkar yang berpengalaman untuk membantu petugas damkar memadamkan api.
Salam,
Redaksi Banjarese
Sumber: apahabar.com
Petisi ditutup
Masalahnya
Kami dari Masyarakat Banjarmasin Peduli Kemanusiaan (MBPK) merasa prihatin dengan rentetan kecelakaan maut yang menewaskan pengguna jalan di Banjarmasin.
Terduga pelakunya tak lain merupakan sopir barisan pemadam kebakaran (BPK), relawan yang membantu pemadam kebakaran di Banjarmasin. Di satu sisi, kami mengapresiasi perjuangan BPK tiada henti memadamkan si jago merah, tapi mereka perlu diberi pelatihan agar lebih hati-hati ketika berkendara.
Namun di sisi lain, kami miris dengan peristiwa nahas yang terus terulang bahkan memakan korban jiwa. Berdasarkan catatan kami dalam satu tahun ke belakang, terdapat tiga kecelakaan maut yang paling membekas di ingatan.
1. Seorang Ibu (O) tewas di Kilometer 5 setelah dihantam sebuah mobil BPK dalam insiden di Jalan Ahmad Yani, Kilometer 5, Minggu (16/5/2021) dini hari. Kejadian berawal saat sejumlah barisan relawan kebakaran menerima informasi kalau si jago merah sedang mengamuk di Pasar Batuah, Martapura, Kabupaten Banjar. Karena melaju dengan kecepatan tinggi, sang sopir (FE) lantas tak bisa mengendalikan lagi mobilnya hingga menabrak. Kepala belakang O hingga pinggangnya mengalami luka parah. FE pengemudi mobil yang menabrak Oktavia langsung diamankan petugas.
2. 2 Pemotor ditabrak konvoi armada damkar di Jalan Veteran, Banjarmasin saat menuju ke lokasi kebakaran di Kompleks Hikmah Banua, Kamis (31/3/2022) malam. M Husni (40), salah seorang pemotor meninggal 2 jam menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat, Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. Kini, WAS pengemudi sudah ditahan polisi.
3. Pemotor (F) yang berkendara dengan seorang keluarganya, meninggal setelah ditabrak mobil konvoi BPK di kawasan Lingkar Dalam, Banjarmasin Selatan. Kecelakaan sendiri terjadi saat armada relawan pemadam kebakaran MP sedang mengejar kobaran si jago merah di Jalan Irigasi, Tambak Sirang, Desa Tatah Jaruju, Tatah Makmur, Banjar, Minggu (15/5). Kabar terakhir, pihak kepolisian mengaku sudah menerima laporan dan Kanit Laka Satlantas Polresta Banjarmasin, Ipda Suparwoto menambahkan jika pihaknya akan segera menetapkan pengemudi BPK MP yang tidak punya SIM sebagai tersangka.
Sekali lagi, kami sangat respek dengan relawan barisan pemadam kebakaran (BPK). Tapi dengan rentetan kejadian di atas, sebagai warga, kami jadi trauma, setiap kali melihat relawan BPK berkendara, kami takut akan ada korban lagi.
Karena bagaimanapun, relawan BPK telah banyak berjasa membantu warga yang kesusahan saat terjadi musibah.
Karena itulah, kami meminta kepada Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banjarmasin dan Walikota Banjarmasin untuk segera membuat program pelatihan kepada relawan-relawan barisan pemadam kebakaran agar mereka bisa bekerja sesuai protokol keamanan.
Lalu memastikan sopir barisan pemadam kebakaran sudah lolos pelatihan standarisasi, memiliki SIM aktif dan kendaraan mereka lolos uji kelayakan.
Memang, baru-baru ini Kepala DPKP sudah buat pernyataan, tapi lewat petisi ini, kami meminta teman-teman untuk mendorong beliau agar segera melaksanakannya.
Jangan sampai kejadian naas ini terulang kembali. Karena kita tidak pernah tahu kapan si jago merah akan menyerang dan kita membutuhkan relawan damkar yang berpengalaman untuk membantu petugas damkar memadamkan api.
Salam,
Redaksi Banjarese
Sumber: apahabar.com
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 17 Mei 2022