Aggiornamento sulla petizionePT. KCI dan PT. KAI, Terbitkan SOP Pelecehan Seksual di KRL dan Kereta Api Jarak JauhLagi, Tindak Pelecehan Seksual di KRL
Anak Kereta TwitterIndonesia
30 de ago. de 2022

Ankers, 

Masih dalam proses mencari dukungan, ternyata udah kejadian lagi nih, tindak pelecehan yang dilakukan penumpang kepada penumpang lainnya. 

Kali ini, dialami oleh Kakak dengan nama aku @pudjanggalama, yang mendapatkan tindak pelecehan dari pelaku di dalam KRL lintas Angke - Cikarang. 

Korban mulai curiga bahwa ini adalah tindak pelecehan karena pelaku terus-terusan mengarahkan tangannya ke arah tubuh spesifik korban. Setelah yakin ini adalah pelecehan, korban sempat menepak tangan pelaku dan akhirnya memfoto pelaku seperti di thread yang korban buat (link: https://twitter.com/pudjanggalama/status/1564511658701365248?s=20&t=hmwWMlxcG9Z163C4fOR1xA 

Korban sempat menarik pelaku untuk ikut turun di Stasiun Sudirman tetapi pelaku menolak, sehingga korban tidak bisa melaporkan lebih lanjut pelaku ke petugas yang ada di Stasiun. Namun, setelah berhasil menenangkan diri, korban bergegas ke Stasiun Manggarai untuk mengejar pelaku. Sayangnya, korban tidak tahu apakah pelaku turun di Stasiun Manggarai atau lanjut ke arah Cikarang. 

Di Stasiun Manggarai, korban melapor kepada petugas dan berencana mengecek CCTV. Namun, lagi-lagi, korban disampaikan bahwa untuk mengecek CCTV dibutuhkan banyak prosedur. 

Hal ini yang Ankers sayangkan, karena kecepatan penanganan termasuk penerimaan laporan dan gerak cepat petugas dalam menemukan pelaku bisa sangat membantu korban. Sayangnya, untuk mengecek CCTV diperlukan prosedur yang lama dan berlapis. Hal ini yang seringkali membuat momentum menemukan pelaku dan menangkapnya dengan cepat juga menghilang. Akhirnya pelaku lepas, tidak bisa diproses.

Dari kasus ini, Minkers mengajak para Ankers semua untuk dorong KCI dan KAI membuat SOP dan Panduan penanganan kasus yang efektif dengan harapan salah satunya adalah Mempermudah mekanisme pembuktian dengan CCTV dalam proses penanganan laporan kasus tindakan pelecehan seksual. 

Copia il link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
E-mail
X