
Ankers,
Kemarin, 1 September 2022 Minker akhirnya berdiskusi dengan perwakilan KCI. Dari diskusi tersebut, KCI menyambut baik apa yang kita upayakan dan memiliki concern yang sama dengan kita dengan berbagai keterbatasan yang ada.
Kita mulai dari poin mempermudah akses CCTV, kenapa saat ini diperlukan 1x24 jam untuk melihat atau mengakses CCTV karena rekaman hasil CCTV ada di bawah IT, dan perlu waktu dalam menarik data tersebut. Hal ini yang masih menjadi batasan mengakses CCTV dengan cepat. Namun, masukan ini akan didiskusikan secara internal oleh KCI apakah bisa dioptimalkan.
Kemudian terkait dengan pelaporan, KCI sudah aware dengan perlunya pelatihan kepada petugas sehingga petugas memiliki empati dan simpati yang dapat membantu korban dalam proses pelaporan.
Hal lainnya yang menjadi fokus diskusi adalah terkait penanganan, dari KCI memiliki keterbatasan penanganan apabila pelaporan sudah masuk ranah kepolisian. Seringkali, pelaporan mentok di kepolisian karena diperlukan bukti dsb yang pada akhirnya mengecilkan keinginan korban meneruskan laporan.
KCI sepakat untuk itu, diperlukan gerak bersama untuk mendorong pihak-pihak berwenang lainnya untuk bersama mengatasi persoalan ini. Tindaklanjut yang sedang direncanakan bersama untuk hal ini adalah:
1. Mengumpulkan data kasus di lapangan
2. Mengumpulkan data terkait kasus yang ditangani baik oleh KCI dan pihak berwenang lainnya dan sejauh mana tanggapan penumpang terkait dengan penanganan kasus tersebut.
Data tersebut, sedianya dapat membantu mendorong pihak-pihak lain juga ikut terlibat menciptakan lingkungan dan komuter yang aman.
Terakhir, hasil diskusi yang dilakukan adalah, perlunya edukasi dan gerakan terus menerus untuk memastikan setiap korban bisa melapor dan berani melawan. Termasuk penumpang lain, harapannya bisa membantu korban terlebih dahulu dan mengesampingkan merekam atau memfoto tindakan. Bantu korban - pisahkan korban dari pelaku - laporkan pelaku.
Tunggu tindaklanjut ke depannya ya. Mari kawal proses ini bersama.