Petisi ditutup
Mempetisi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Anak Linda Amalia Sari Gumelar dan 3 penerima lainnya

Batalkan Rencana Tes Keperawanan

Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan berencana untuk melakukan tes keperawanan bagi siswa SMA sederajat. Ini adalah bentuk arogansi dan intervensi berlebihan pejabat negara.

Seharusnya, rencana yang dimunculkan oleh penyelenggara pendidikan yang diberi mandat oleh konstitusi adalah memberi pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual sebagai bentuk pemenuhan hak bagi perlindungan remaja, dan bukan tes keperawanan.

Karena itu, Batalkan Rencana Tes Keperawanan! Batalkan Rencana Pemerintah Kota Prabumulih Sumsel!

Tes keperawanan ini juga akan semakin meneguhkan kontrol negara yang melanggengkan penguasaan terhadap perempuan. Menjadikan tes keperawanan sebagai upaya perbaikan moral membuktikan ketidakmampuan negara sebagai penyelenggara pendidikan, bahkan dengan diadakannya tes ini, dinas pendidikan kota Prabumulih melakukan kekerasan terhadap perempuan dan kemanusiaan.

Parahnya, pembiayaan tes keperawanan ini akan diajukan ke anggaran negara.

Padahal kekhawatiran Dinas Pendidikan Kota Prabumulih dapat dijawab dengan memberikan pengetahuan tentang risiko reproduksi dan seksual kepada remaja.

Tes ini adalah salah satu bentuk sesat pikir pendidikan. Penyelenggara pendidikan tidak seharusnya menyelenggarakan tes keperawanan yang justru menjadi alat kekerasan terhadap perempuan.

Petisi ini dikirim ke:
  • Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Anak
    Linda Amalia Sari Gumelar
  • Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih
    HM Rasyid
  • Ketua DPRD Sumatera Selatan
    Ir. Wasista Bambang Utoyo
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
    Prof.Dr.Ir.Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI)

Jaringan Perempuan Yogyakarta telah mulai petisi ini dengan satu tanda tangan dan sekarang memiliki 2.366 pendukung. Mulai petisi hari ini untuk mengubah sesuatu yang kamu pedulikan.




Hari ini: Jaringan Perempuan Yogyakarta mengandalkanmu

Jaringan Perempuan Yogyakarta membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Prof.Dr.Ir.Mohammad Nuh , Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI: Batalkan Rencana Tes Keperawanan". Bergabunglah dengan Jaringan Perempuan Yogyakarta dan 2.365 pendukung lainnya hari ini.