DUALISME kepemimpinan di PTMSI

DUALISME kepemimpinan di PTMSI

Masalahnya

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assalamu'alaikum wr wb

Kami, yang inshaAllah mewakili Atlet-atlet Tenis Meja Indonesia mendukung kegiatan penyelenggaraan PON XX Tahun 2021.

Kami mendukung penuh kegiatan PON tersebut, karena PON merupakan ajang bagi seluruh atlet dari seluruh cabang olahraga untuk menunjukkan prestasi terbaik nya di tingkat Nasional.  Tapi bagaimana dgn cabor TENIS MEJA?

Kami sebagai salah satu atlet tenis meja di Indonesia, sangat kecewa karena cabor tenis meja tidak dipertandingkan di PON XX kali ini.
Terlebih kami dan juga teman- teman tenis meja lain nya tidak mendapatkan penjelasan yang pasti dan alasan yang jelas mengapa tenis meja tidak dipertandingkan di PON XX.

Keputusan ini membuat kami sangat kecewa karena kami dan seluruh atlet tenis meja Indonesia tidak bisa menunjukkan prestasi terbaik di ajang pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut.
Hal ini membuat sebagian besar dari kami kehilangan motivasi, waktu, impian dan juga kesejahteraan.

Untuk itu, kami sangat berharap agar mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah baik Menpora, Koni Pusat, NOC, IOA, instansi olahraga terkait lainnya dan terlebih kepada Presiden RI Bapak Ir Joko Widodo untuk membantu kami dalam membangun kembali motivasi yang saat ini sudah hilang.

Seperti diketahui bersama, PTMSI PUSAT yang saat ini mempunyai DUALISME KEPENGURUSAN.

Dualisme ini sudah memakan waktu kurang lebih 11 tahun,sehingga sangat merugikan generasi atlet tenis meja di Indonesia. Selain itu juga banyak menghilangkan ajang/kegiatan penting lainnya seperti Kejurnas Kelompok Umur, Kejurnas Senior, O2SN, POPNAS, POMNAS, Liga KU , Liga Profesional, Seagames 2019 dan tentunya PON XX 2021.
Ini adalah NEGATIF track Record sepanjang Dualisme kepengurusan.

Hal ini juga menyebabkan kehilangan pembinaan profesional tenis meja di Indonesia, yang mana pembinaan profesional tersebut merupakan awal dari bermunculannya generasi penerus atlet tenis meja di Indonesia.

Kami khawatir,jika keadaan ini terus berlanjut, maka kita akan kehilangan 2 generasi atlet Tenis Meja di Indonesia dikemudian hari.

Oleh karena itu tanpa mengurangi rasa Hormat, kami mohon kepada Bpk Presiden RI untuk menyelesaikan masalah Dualisme PTMSI di Indonesia saat ini, demi kepentingan atlet atlet Tenis Meja di Indonesia.

Wassalam

avatar of the starter
Pecinta Tenis Meja IndonesiaPembuka PetisiKritis,Tajam,Aktual,Positif
Petisi ini mencapai 727 pendukung

Masalahnya

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assalamu'alaikum wr wb

Kami, yang inshaAllah mewakili Atlet-atlet Tenis Meja Indonesia mendukung kegiatan penyelenggaraan PON XX Tahun 2021.

Kami mendukung penuh kegiatan PON tersebut, karena PON merupakan ajang bagi seluruh atlet dari seluruh cabang olahraga untuk menunjukkan prestasi terbaik nya di tingkat Nasional.  Tapi bagaimana dgn cabor TENIS MEJA?

Kami sebagai salah satu atlet tenis meja di Indonesia, sangat kecewa karena cabor tenis meja tidak dipertandingkan di PON XX kali ini.
Terlebih kami dan juga teman- teman tenis meja lain nya tidak mendapatkan penjelasan yang pasti dan alasan yang jelas mengapa tenis meja tidak dipertandingkan di PON XX.

Keputusan ini membuat kami sangat kecewa karena kami dan seluruh atlet tenis meja Indonesia tidak bisa menunjukkan prestasi terbaik di ajang pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut.
Hal ini membuat sebagian besar dari kami kehilangan motivasi, waktu, impian dan juga kesejahteraan.

Untuk itu, kami sangat berharap agar mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah baik Menpora, Koni Pusat, NOC, IOA, instansi olahraga terkait lainnya dan terlebih kepada Presiden RI Bapak Ir Joko Widodo untuk membantu kami dalam membangun kembali motivasi yang saat ini sudah hilang.

Seperti diketahui bersama, PTMSI PUSAT yang saat ini mempunyai DUALISME KEPENGURUSAN.

Dualisme ini sudah memakan waktu kurang lebih 11 tahun,sehingga sangat merugikan generasi atlet tenis meja di Indonesia. Selain itu juga banyak menghilangkan ajang/kegiatan penting lainnya seperti Kejurnas Kelompok Umur, Kejurnas Senior, O2SN, POPNAS, POMNAS, Liga KU , Liga Profesional, Seagames 2019 dan tentunya PON XX 2021.
Ini adalah NEGATIF track Record sepanjang Dualisme kepengurusan.

Hal ini juga menyebabkan kehilangan pembinaan profesional tenis meja di Indonesia, yang mana pembinaan profesional tersebut merupakan awal dari bermunculannya generasi penerus atlet tenis meja di Indonesia.

Kami khawatir,jika keadaan ini terus berlanjut, maka kita akan kehilangan 2 generasi atlet Tenis Meja di Indonesia dikemudian hari.

Oleh karena itu tanpa mengurangi rasa Hormat, kami mohon kepada Bpk Presiden RI untuk menyelesaikan masalah Dualisme PTMSI di Indonesia saat ini, demi kepentingan atlet atlet Tenis Meja di Indonesia.

Wassalam

avatar of the starter
Pecinta Tenis Meja IndonesiaPembuka PetisiKritis,Tajam,Aktual,Positif

Pengambil Keputusan

PTMSI PUSAT
PTMSI PUSAT
KONI Pusat
KONI Pusat

Perkembangan Terakhir Petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 30 September 2021