Petition update

Negara Wajib Melindungi Warga Asal Indonesia di Manapun Kewarganegaraan Ganda: Hakekat Perlindungan

Arnold Djiwatampu
Jakarta, Indonesia

Oct 29, 2016 — Jangan salah bahwa Kewarganegaraan Ganda (KG) bagi kepentingan WNI atau ex WNI yang menjadi warga asing saja, melainkan juga kepentingan kita yang ada di dalam negeri, bagi keseluruhan kesejahteraan dan kemajuan Bangsa dan Negara.
WNA ex WNI setelah berhasil menuntut ilmu, mendirikan perusahaan terkenal, dan menjadi tokoh atau ahli di manca negara, tidak akan dan tidak pernah lupa negeri asalnya, apalagi keluarga dan handai taulannya yang masih di Indonesia.
Kiriman dana mereka yang berjumlah 8 juta ini besar, dan akan lebih besar lagi apabila mereka bisa ber KG. Pengalaman negara tetangga Philipina misalnya, sejak warganya diperkenankan ber KG, remitansi yang masuk dari warganya di LN menjadi 4 kali lipat dari $4,5 Milyar menjadi $20 Milyar. Dalam hal Indonesia ordonya 3 atau 4 kali. Sekarang saja sudah $8,5 Milyar, kemungkinan mendekati $10 Milyar.
Para warga asal Indonesia juga ikut membesarkan UKM di dalam negeri, termasuk TIK, pertanian, memromosikan mode pakaian, makanan, produk, pakaian, kerajinan, wisata, dll di negeri mereka tinggal. Kopi Indonesia (robusta, arabica) misalnya yang sekarang menjadi nomor 1 dunia, itu berkat promosi jeli dan berpengetahuan dari para Diaspora Indonesia di LN.
Sebaiknya ditinggalkan kesan bahwa hanya mereka yang bertahan menjadi WNI adalah yang setia pada Negerinya. Omong kosong, orang Indonesia yang menjadi WNA di LN banyak yang lebih setia dan rindu kepada Negara dan Bangsanya daripada mereka yang mengaku WNI di dalam negeri tetapi hanya memikirikan dirinya, kelompoknya, apalagi fahamnya yang sempit dan memecah belah Bangsa. Mereka rindu pulang baik untuk selamanya atau sementara, setelah cita-cita mereka tercapai menjadi lebih sejahtera kehidupannya, dan membalas dengan sumbangsih kepada negerinya, pada saat yang tepat setelah kondisi negerinya dapat memanfaatkan kemampuan mereka. Mengembangkan pengetahuannya, membuka usaha, dan menjalin tautan dengan usaha-usaha di LN.
Sebaiknya kita memiliki cakrawala yang luas, bahwa orang Indonesia bukan hanya yang di wilayah (territory) batas Negara, melainkan sudah merambah ke manca negara. Orang Indonesia di manapun mereka berada adalah bagian tak terpisahkan dari Bangsa Indonesia. Kebijakan ini telah banyak diterima negara-negara yang melihat ke depan seperti AS, Eropa, India, Tiongkok, Australia, dll.
Seorang WNI yang hanya berpaspor Indonesia dan memiliki posisi penting di Belanda, kesulitan ketika di pagi hari dia masih bergiat di Belanda, dan sore harinya harus mewakili perusahaannya di Inggris. Akhirnya terpaksa dia melepaskan WNI nya yang dipertahankan selama belasan tahun. Andaikata diterima KG oleh Indonesia, hal ini tidak harus terjadi.
Kita juga tidak harus membesar-besarkan segi keamanan (security) gara-gara kemungkinan penyelundupan para teroris. Kita bukan Bangsa yang bodoh, bukan? Ada banyak cara, baik ketentuan Peraturan Perundang-undangan maupun penelitian dan penyelidikan sebelum seseorang diterima menjadi KG, untuk pencegahannya.
Sesuai dengan pasal 28D UUD45, Negara wajib melindungi warga Indonesia. Dan perlindungan yang terbaik adalah KG agar mereka mengembangkan diri sesuai cita-citanya. Tolong diingat bahwa bukan hanya kita yang hidup sekarang, suatu saat anak-cucu kita yang mau maju juga membutuhkannya, bukan? Apabila hal ini tidak dijamin, maka merupakan kelalaian Negara, yaitu Pemerintah dan DPR yang telah dipilih rakyat.
https://www.facebook.com/indah.morgan/videos/10154624294553416/
Kitapun, setiap warga Bangsa, harus mendukung secara aktif sesuai kemampuan kita, dan tidak hanya membiarkan Pemerintah dan DPR berjuang sendiri.
Ya, kita sudah memasuki suatu era yang menentukan, apalagi dalam pemerintahan Jokowi-Kalla yang ingin melayani rakyat. Dengan diterimanya KG/DK sebagai Undang-undang maka Indonesia akan mengubah “brain drain” menjadi “brain gain” yang amat ampuh bagi kemajuannya. Jokowi sudah merintis dengan merangkul kembali ahli-ahli kita di LN yang berpotensi, seperti Sri Mulyani, Arcandra, dll. Ini harus diteruskan dengan langkah lebih konkrit KG sehingga ada dorongan dan membuka kesempatan bagi warga Indonesia di LN yang berpotensi.
Di bawah ini adalah kiprah para warga asala Indonesia baik yang masih WNI maupun WNA memberikan sumbangsihnya kepada Negara, kepada kita.
https://www.dropbox.com/s/i0b3lbya11e830x/Pembaharuan%20ke-12%2C%20Capaian%20Diaspora%20di%20berbagai%20negara%2C%2018-07-16.docx?dl=0
Suasana makin kondusif bagi UU KG/DK karena dalam survei yang dimuat Jakarta Globe awal tahun telah dimuat rubrik bahwa makin banyak perusahaan mendesak agar Diaspora Indonesia pulang.
http://jakartaglobe.beritasatu.com/business/companies-urging-indonesian-diaspora-return-home-survey/
Negara-negara Pemberlaku KG/DK
• Ada 73 Negara di dunia yang berlakukan KG/DK dg berbagai persyaratan: penuh, timbal balik (reciprocal), sampai generasi tingkat tertentu, negara atau blok tertentu, persetujuan Presiden, dll
• Negara berkembang dg KG/DK:
- Asia Pasifik: Australia, Bangladesh, Kambodia , Tiongkok, India, Israel, Jordan, Kyrgystan, Lebanon, Maldives, Selandia Baru, Pakistan, Philipina, Rusia, Sri Lanka, Syria, Tonga, Vietnam, Western Samoa
- Afrika:Afrika Selatan. Benin, Burkina Faso, Cape Verde, Eritrea, Ghana, Mauritius, Mesir, Maroko, Mozambique, Nigeria, Republik Afrika Tengah, Sudan, Tanzania
• KG/DK timbal-balik: Afrika Selatan, Antigua and Barbuda, Australia, Austria, Bangladesh, Belgia, Belize, Bosnia Herzegovina, Bulgaria, Burkina Faso, Kambodia, Cape Verde, Chili, Tiongkok, Cyprus, Ekuador, El Salvador, Eritrea, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Ghana, Hongaria, Iceland, India, Irlandia, Italia, Jordan,Kosta Rika, Kyrgystan, Lebanon, Macedonia, Maldives, Malta, Mauritius, Mesir, Meksiko, Moldova, Mozambique, Belanda, New Zealand, Nigeria, Norwegia, Pakistan, Panama, Peru, Republik Afrika Tengah, Romania, Rusia, Serbia and Montenegro, Slovenia, Spanyol, Sri Lanka, Sudan, Sweden, Swiss, Syria, Tanzania, Tonga, AS, Uruguay, Vietnam, Western Samoa, Yugoslavia (Rep)


Keep fighting for people power!

Politicians and rich CEOs shouldn't make all the decisions. Today we ask you to help keep Change.org free and independent. Our job as a public benefit company is to help petitions like this one fight back and get heard. If everyone who saw this chipped in monthly we'd secure Change.org's future today. Help us hold the powerful to account. Can you spare a minute to become a member today?

I'll power Change with $5 monthlyPayment method

Discussion

Please enter a comment.

We were unable to post your comment. Please try again.