Sudah 6 Tahun, Segera Ungkap Pembunuh Putra Kami Akseyna!

Penandatangan terbaru:
Khai M. dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Setiap hari selama enam tahun, saya selalu menyebut nama putra saya, Akseyna Ahad Dori (Ace), yang enam tahun lalu menjadi korban pembunuhan dan ditemukan meninggal di danau Universitas Indonesia.

Kali ini, sepertinya orang-orang lebih tahu dan ingat nama Ace daripada nama saya sendiri. Tapi, sepertinya malah kepolisian dan UI yang melupakannya.

Dari awal, saya dan keluarga merasa berjuang sendiri agar kasus anak saya segera diungkap dan selesai.

Ketika jenazah Ace pertama ditemukan, pihak kampus dan kepolisian gak langsung kontak kami. Perasaan saya lah yang membawa saya ke Depok, hanya untuk lihat putra yang saya banggakan terbaring dingin karena tenggelam berhari-hari.

Ketika ditemukan, di ransel Ace ada bata 14 kg. Ditemukan juga ‘surat wasiat’, makanya ia awalnya dibilang bunuh diri. Tapi, setelah dicek, ‘surat’ itu bukan tulisan Ace. Hasil otopsi juga menunjukkan Ace udah gak sadarkan diri ketika dia tenggelam di Danau UI.

Dari penyelidikan, kasus Ace kini sudah ditegaskan sebagai kasus pembunuhan. Tapi, enam tahun berlalu, kasusnya masih tetap tak jelas.

Kami sudah minta tolong ke UI. Minta bantuan hukum, bentuk tim investigasi, dan beri sanksi dosen penggiring opini negatif tentang Ace. Tapi UI menolak. Ketika UI ganti rektor juga, ternyata tidak ada pembahasan tentang kasus Ace dari rektor yang lama, Muhammad Anis, ke rektor baru, Ari Kuncoro. Katanya, mereka mau menyerahkan ini seluruhnya kepada kepolisian.

Kepolisian sudah bilang ini utang yang harus mereka bayarkan. Ya… tapi kami harus menunggu berapa lama lagi?

Lewat petisi ini, saya mau minta tolong bantu suarakan supaya Kepolisian Daerah Metro Jaya segera selesaikan dan ungkap kasus Ace. Kami harap kepolisian bisa memberikan informasi yang memadai secara berkala kepada keluarga. Kami juga minta UI agar lebih aktif dan transparan dalam penyelesaian kasus ini.

Saat ini, benar nyatanya orang-orang masih ingat Ace. Kami mohon dukungan seluruh rakyat Indonesia agar penyelidikan kasus ini dilanjutkan, lebih gencar dan serius.

Kampus sebagai lembaga pendidikan semestinya menjadi tempat yang aman bagi putra/i kita untuk menuntut ilmu dan mencapai cita-citanya.

Akseyna, anak/saudara kami, putra bangsa yang kehilangan nyawa di tempat ia menuntut ilmu, berhak mendapat keadilan.

Salam,
Mardoto
Ayah Akseyna Ahad Dori

Kronologi kejadian lengkap bisa dibaca di https://www.instagram.com/peduliakseynaui/

avatar of the starter
Peduli AkseynaPembuka Petisi

132.150

Penandatangan terbaru:
Khai M. dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Setiap hari selama enam tahun, saya selalu menyebut nama putra saya, Akseyna Ahad Dori (Ace), yang enam tahun lalu menjadi korban pembunuhan dan ditemukan meninggal di danau Universitas Indonesia.

Kali ini, sepertinya orang-orang lebih tahu dan ingat nama Ace daripada nama saya sendiri. Tapi, sepertinya malah kepolisian dan UI yang melupakannya.

Dari awal, saya dan keluarga merasa berjuang sendiri agar kasus anak saya segera diungkap dan selesai.

Ketika jenazah Ace pertama ditemukan, pihak kampus dan kepolisian gak langsung kontak kami. Perasaan saya lah yang membawa saya ke Depok, hanya untuk lihat putra yang saya banggakan terbaring dingin karena tenggelam berhari-hari.

Ketika ditemukan, di ransel Ace ada bata 14 kg. Ditemukan juga ‘surat wasiat’, makanya ia awalnya dibilang bunuh diri. Tapi, setelah dicek, ‘surat’ itu bukan tulisan Ace. Hasil otopsi juga menunjukkan Ace udah gak sadarkan diri ketika dia tenggelam di Danau UI.

Dari penyelidikan, kasus Ace kini sudah ditegaskan sebagai kasus pembunuhan. Tapi, enam tahun berlalu, kasusnya masih tetap tak jelas.

Kami sudah minta tolong ke UI. Minta bantuan hukum, bentuk tim investigasi, dan beri sanksi dosen penggiring opini negatif tentang Ace. Tapi UI menolak. Ketika UI ganti rektor juga, ternyata tidak ada pembahasan tentang kasus Ace dari rektor yang lama, Muhammad Anis, ke rektor baru, Ari Kuncoro. Katanya, mereka mau menyerahkan ini seluruhnya kepada kepolisian.

Kepolisian sudah bilang ini utang yang harus mereka bayarkan. Ya… tapi kami harus menunggu berapa lama lagi?

Lewat petisi ini, saya mau minta tolong bantu suarakan supaya Kepolisian Daerah Metro Jaya segera selesaikan dan ungkap kasus Ace. Kami harap kepolisian bisa memberikan informasi yang memadai secara berkala kepada keluarga. Kami juga minta UI agar lebih aktif dan transparan dalam penyelesaian kasus ini.

Saat ini, benar nyatanya orang-orang masih ingat Ace. Kami mohon dukungan seluruh rakyat Indonesia agar penyelidikan kasus ini dilanjutkan, lebih gencar dan serius.

Kampus sebagai lembaga pendidikan semestinya menjadi tempat yang aman bagi putra/i kita untuk menuntut ilmu dan mencapai cita-citanya.

Akseyna, anak/saudara kami, putra bangsa yang kehilangan nyawa di tempat ia menuntut ilmu, berhak mendapat keadilan.

Salam,
Mardoto
Ayah Akseyna Ahad Dori

Kronologi kejadian lengkap bisa dibaca di https://www.instagram.com/peduliakseynaui/

avatar of the starter
Peduli AkseynaPembuka Petisi
Dukung sekarang

132.150


Pengambil Keputusan

Kapolsek Beji Depok
Kapolsek Beji Depok
Irjen Ahmad Dofiri
Irjen Ahmad Dofiri
Kapolda Jawa Barat
Irjen Fadil Imran
Irjen Fadil Imran
Kapolda Metro Jaya
Dekan FMIPA Universitas Indonesia
Dekan FMIPA Universitas Indonesia
Ari Kuncoro
Ari Kuncoro
Rektor Universitas Indonesia
Perkembangan terakhir petisi