#SAVEVALENCYA

#SAVEVALENCYA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 10.000.
Dengan 10.000 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin direspon oleh pembuat keputusan!
Rieke Diah memulai petisi ini kepada PEREMPUAN INDONESIA dan

 #SaveValencya

Valencya menikah dengan Chan Yu Ching dan di karuniai 2 orang anak. 20 tahun pernikahan, Valencya ternyata menyimpan cerita kelam dalam pernikahannya. Sejak awal pernikahan Chan yang semula berkewarganegaraan Taiwan ini mengaku berstatus lajang. Tetapi setelah menikah, Valencya lantas diboyong ke Taiwan, dan menemukan fakta bahwa suaminya tersebut telah memiliki 3 orang anak, dan berstatua duda.

Awal pernikahan, tidak hanya status pernikahan yang disembunyikan Chan, perihal mas kawin berupa perhiasan yang diberikan kepada Valencya, ternyata merupakan hasil berhutang, yang kemudian harus dibayarkan oleh Valen sendiri. Keduanya sempat tinggal di Taiwan dimana Valen bekerja sebagai buruh tani, buruh pabrik dan berjualan. Valen harus bekerja mati-matian untuk menghidupi anak - anak termasuk ke 3 anak sambungnya, lantaran Chan tidak pernah membiayai hidup keluarga.

Untuk memperbaiki taraf hidup, Valen pun pulang ke Indonesia. Perempuan 42 tahun tersebut membuka usaha toko bangunan, sedangkan Chan tidak memiliki pekerjaan, dengan alasan ia masih berstatus warga negara asing. Walhasil, Chan meminta istrinya untuk mempromosikan menjadi warga negara Indonesia, yang akhirnya terwujud pada tahun 2016.

Namun perjuangan Valencya untuk sang suami ternyata tidak berujung manis. Pernikahan mereka semakin diwarnai perselisihan. Kata-kata dan perilaku kasar sering kali dilakukan suaminya tersebut. Chan pun diakui Valencya, sempat melakukan perselingkuhan dengan kakak sepupunya, menyusul ditemukannya pakaian dalam di mobil Chan oleh anak perempuan mereka. Mengerti bahwasanya pernikahan itu tidak berjalan baik, Valen menggugat cerai Chan ke Pengadilan Negeri Karawang pada Januari 2020.

Puncaknya, pada September 2020, ketika Chan Yu Ching melaporkan Valencya ke polda Jawa Barat dengan tuduhan KDRT psikis, dikarenakan teguran keras untuk kebiasaan mabuk-mabukan dan judi yang menjadi kebiasaannya. Laporan Chan ini berujung pada status tersangka untuk Valen pada 11 Januari 2021. Sedangkan Valencya pun melaporkan balik mantan suaminya, dengan tuduhan penerlantaran anak dan istri, seperti yang tercantum dalam pasal 49 UU KDRT.

Pasal 49
Dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp 15.000.000 (lima belas juta rupiah), setiap orang yang:
a. menelantarkan orang lain dalam lingkup rumah tangganya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1);
b. menelantarkan orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2).

Pasal 9
(1) Setiap orang dilarang menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangganya, padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan atau perjanjian ia wajib memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut.
(2) Penelantaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar rumah sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut.

Karena laporan Chan, Valencya di tuntut 1 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum pengadilan negeri Karawang.

Bagi Valencya, tuntutan ini adalah pukulan yang sangat berat. Apa yang sudah ia perjuangkan untuk suami dan pernikahannya, justru menyudutkannya pada posisi sulit. Ia hanya ingin suaminya berhenti menjadikannya sapi perah.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 10.000.
Dengan 10.000 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin direspon oleh pembuat keputusan!