Stop illegal gold mining in Korowai, West Papua (Tolak Tambang Emas Ilegal di Korowai)

0 have signed. Let’s get to 1,500!


Kepada Yth. Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia

Kepada Yth. Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup

Kepada Yth. Gubernur Papua

Kepada Bupati Mappi

 

Dengan hormat kami sampaikan informasi yang kami terima dari wilayah Korowai di kepala sungai Deiram dan di wilayah Danowage. Sejumlah penambang liar telah berdatangan di Wilayah Koroway, menambang emas dengan menggunakan merkuri. 

Kesaksian seorang warga mengatakan, “Mereka menggunakan alat alkon, karpet, saringan kain, kuali dan juga air perak. Untuk air perak itu berat sekali, hanya setengah jerigen minyak goreng itu beratnya seperti baterai aki solar panel (seberat 48 kg).” 

Hal ini mengindikasikan zat yang digunakan adalah air raksa atau merkuri.

Lebih lanjut, warga mengantar para pendulang emas ilegal ini dibayar jauh di bawah standard Papua UMR. Warga inilah yang menceritakan tentang “Air perak" yang digunakan untuk memisahkan emas dengan pasir hitam, dengan cara campuran pasir hitam dan emas dituangkan air sedikit dan merkuri kemudian diaduk-aduk, lalu secara otomatis emas akan berpisah dengan pasir, lalu emasnya diambil sedangkan sisa air, pasir hitam dibuang, merkuri dituangkan ke botol, lalu disaring denga kain untuk memisahkan air dengan merkuri, lalu merkuri ditampung untuk dipakai lagi sedangan air sisa hasil penyaringan dibuang.” Jika pendulangan ilegal ini dibiarkan terus menerus maka air sisa dari pemisahan emas itu akan terus menerus dibuang ke aliran kali dan akan merusak lingkungan sungainya.

Air sisa yang terkandung merkuri yang dibuang itu sangat berbahaya bagi kelestarian lingkungan. Ini adalah praktek yang sangat merusak lingkungan serta hak hidup masyarakat di sepanjang sungai yang mengalir turun ke bawah.

Siapapun yang memberi ijin, apalagi jika ilegal, kami sangat prihatin dan meminta agar PEMERINTAH DARI PRESIDEN SAMPAI KE KAMPUNG2. SERTA SELURUH KEPALA SUKU DAN TUA-TUA ADAD di Koroway untuk segera memerintahkan para penambang ini keluar dari sana karena mereka merusak lingkungan dan dan akan meninggalkan persoalan-persoalan sosial serta betbagai penyakit yang sebenarnya tidak ada di sana serta mengambil hak kekayaan masyarakat Koroway secara ilegal, tanpa perduli terhadap kesejahteraan suku Koroway

Jangan karena kita sama-sama Warga Negara Indonesia, lalu orang Indonesia lainnya dengan seenaknya datang mengeksploitasi sumber alam kekayaan masyarakat adat orang Papua sambil menipu mereka di sana. Biarkan mereka belajar mengelola dan mengaturnya untuk kemakmurannya sendiri, dan pemerintah berkewajiban untuk melindunginya.

Saya minta kepada Bapak Presiden untuk segera melarang dan memerintahkan aparat pemerintah segera menghentikan kegiatan ilegal ini.

Catatan penting untuk Para Gubernur dari wilayah dimana masyarakatnya datang mengais rejeki di Papua agar memperhatikan seluruh masyarakatnya. Sehingga jika mereka dipulangkan ke wilayah asalnya, semoga diperhatikan kesejahtearaannya, dan Papua tidak dijadikan tempat untuk mengais rejeki tanpa diatur dalam peraturan daerah.

Kepada Pemerintah Papua bersama dengan DPR Papua dan MRP segera menggodok dan menerbitkan dan menerapkan aturan tentang pengelolaan Sumber Daya Alam yang berpihak kepada orang Papua serta memberi batasan kepada para pengais atau pendulang yang datang dari luar Papua.

SALAM MELESTARIKAN DAN MENJAGA KEKAYAAN ORANG PAPUA DAN PELESTARIAN HUTAN HUJAN TROPIS PAPUA,

LIEN MALOALI

(PEKERJA LINGKUNGAN DAN PENJAGA HUTAN HUJAN TROPIS PAPUA)

Tertanggal 04 April 2018

* LAPORAN LENGKAP dibuat oleh Pendeta-pendeta/Gembala-gembala yang melindungi Masyarakat Koroway dan Hak-hak Kekayaan Orang Koroway.

** JANGAN ADA TINDAK KEKERASAN KEPADA PARA GEMBALA DAN ANGGOTA YANG MELAPORKAN HAL INI...

 

 ------

ENGLISH TRANSLATION

Dear Your Honour Mr Joko Widodo, the President of the Republic of Indonesia,

Dear Minister of Forestry and Environment,

Dear Governor of Papua

Dear Mayor of Mappi Regency

 

With respect, we ask for your attention to the information we received from Korowai Area, in the upstream of River Deiram and in Danowage. There are a number of illegal miners coming to Korowai area, mining gold using mercury. 

According to local a witness, “They are using machineries, rug, muslin sieve, cauldron, and ‘silvery fluid’. The ‘silvery fluid’ was very heavey, in only half a container of vegetalbe oil [about three litres], the fluid weighed as heavy as a solar panel battery [about 48kg].”

These indicates that the miners have been using mercury. 

Local witnesses further said that they were paid way under the regional minimum wage for Papua. One witness stated, “The ‘silvery fluid’ was used to separate gold from the black sand, by way of pouring water and mercury over the black sand and then stirring the mixture. The reaction would separate gold from sand. After gathering the gold, they discarded the black sand and water, and they poured the mercury into a bottle. The mercury then was sieved with the muslin. They then reused the mercury and discarded the rest of the fluid into the river.” 

If this illegal mining continues, the fluid residue will fill the river with poison and eventually destroy the rest of the environment around the river. The mercury residue is very dangerous for the environment and the people in the area. The practice is destructive and illegal and will destroy the livelihood of the people.

Who ever issued the licence or gave permission to this should be aware that they are destroying our land. We therefore request the Government from the President of the Republic of Indonesia to the local village leaders and all indigenous leaders and elders in Korowai to expel these miners from the area before creating more damage to the environment, human health and social unrest. We plead for this mining practice to cease as it is also illegally robbing the natural resources and rights of the people of Korowai.

Please do not exploit fellow Indonesian citizens, as we are all one nation of Indonesia. Please respect the indigenous rights of Papuan people on their own land. Let them manage their own resources for their welfare. The Government has the obligation to protect these rights.

I therefore implore Mr President to forbid and stop this practice immediately.

To governors of the provinces where the miners came from, please look after your people so that they would not need to use Papua as their place of exploitation. 

To the local government of Papua, members of the local and national parliament and to the Papuan leaders, please consider enforcing regulations on natural resources that are beneficial for the Papuan people and restrict the operations of miners from outside Papua.

 

IN RESPECT OF OUR ENVIRONMENT, THE INDIGENOUS PAPUAN COMMUNITIES AND THE TROPICAL RAIN FOREST OF PAPUA,

LIEN MALOALI,

(PAPUA TROPICAL RAIN FOREST AND LAND DEFENDER)

 04 April 2018

 

* The full report was written by Pastors/Reverends who are concerned about protecting the Korowai people and their rights.

** PLEASE DO NOT LET ANY VIOLENT ACT HAPPEN TO OUR CHURCH LEADERS AND WITNESSES IN THIS CASE.

https://www.facebook.com/waliemoinari/posts/10155520503866235 



Today: Anggrek Hitam Papua is counting on you

Anggrek Hitam Papua needs your help with “People in Papua: Stop illegal gold mining in Korowai, West Papua (Tolak Tambang Emas Ilegal di Korowai)”. Join Anggrek Hitam Papua and 1,458 supporters today.