#AdiliAG, Kadinkes Papua yang diduga perkosa siswi SMA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


Teman-teman, Kami sedang mendampingi ABS, Siswi SMA yang diduga diperkosa oleh AG (Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Papua dan Direktur RSUD Jayapura)

Berdasarkan keterangan Orang Tua ABS, Pelaku (AG) sebenarnya sudah seperti Keluarga mereka sendiri. ABS bahkan memanggilnya Tete (Kakek dalam bahasa Papua). Pelaku datang ke Jakarta pun, salah satu tujuannya untuk bertemu ABS.

Pada tanggal 28 Januari 2020, saat Pelaku meminta nomor telepon ABS ke Orang Tuanya, tidak ada curiga apapun, karena Pelaku dan Orang Tua ABS sudah seperti Keluarga. Sepulang sekolah, Pelaku mengajak ABS makan siang di Hotel tempat Pelaku menginap di kawasan Setiabudi Jakarta.

Waktu ABS diajak ke kamar 517, ia tidak curiga karena menganggap Pelaku seperti Kakek sendiri. Di sana, ia menduga diberi obat dalam minuman yang membuatnya tidak sadarkan diri. Dikamar itulah Pelaku melaksanakan aksi bejatnya terhadap ABS.

Ibunya ABS bilang, ia tahu anak nya menjadi Korban karena laporan Guru. ABS tidak berani melapor ke orangtuanya, tapi memberanikan diri untuk menuturkan kejadian yang dialaminya di Hotel itu kepada Guru Pembimbingnya di sekolah.

Orangtua ABS lalu melaporkan hal ini ke Polres Jakarta Selatan dengan Laporan Polisi Nomor : LP/199/I/2020/Restro Jaksel tanggal 29 Januari 2020. ABS saat ini sudah menjalani konseling psikolog ke P2TP2A DKI Jakarta serta dalam proses permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Saat ini kasus ini memang sudah dalam tahap proses Penyelidikan.

Namun, Orang Tuanya malah terus-terusan diajak seseorang bertemu untuk mendamaikan kasus tersebut lewat pesan WhatsApp.

Teman-teman, Pelaku adalah Pejabat Publik yang seharusnya menjadi contoh yang baik dalam masyarakat. Dan lagi, Pelakunya adalah orang terdekat Korban.

Kami mengajak teman-teman untuk mengawal kasus ini sampai AG mendapat sanksi tegas. Jangan sampai karena status Pelaku di Pemerintahan malah menghalangi objektivitas Proses Hukum.

Melalui Petisi ini, Kami mengajak teman-teman untuk bersama meminta Gubernur Papua segera turun tangan dan mencabut posisi AG sebagai Kepala Dinas Kesehatan. Karena tak terbayangkan dan sangat mengerikan jika predator seksual dibiarkan berkeliaran dan menjabat sebagai Pejabat Publik.

Mengingat Profesi Pelaku yang juga adalah Dokter Gigi, sudah saatnya Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia juga harus turun tangan dan menindak tegas AG.

Dukung dan sebar Petisi ini ya Teman-teman. Bersama kita kawal proses hukum agar ABS mendapat Keadilan dan AG ditindak dengan tegas. #AdiliAG

Salam dari Kami,

Koalisi Keadilan untuk ABS

Veronika Koman, Peter Ell, Ivone Tetjuari, David Soumokil, LBH APIK Jakarta & Solidaritas Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual Papua