CABUT STATUS DARURAT KESEHATAN DI INDONESIA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


Status Darurat Kesehatan yang ditindaklunjuti dengan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), plus peraturan turunannya berupa Inpres/Perda/Pergub/Pergub/Perwali tentang Pendisiplinan Protokol Kesehatan ala WHO, telah mengubah tatanan kehidupan dan merampas hak asasi manusia.  Hak untuk bernafas dengan bebas, hak beribadat, hak untuk bekerja tanpa restriksi yang tak rasional, juga hak untuk berkumpul, mengembangkan kehidupan sosial dan budaya, telah diamputasi atas nama perlindungan kesehatan warga dari Covid 19.  

Padahal, data yang terus diupdate oleh Kemenkes RI menunjukkan angka kesembuhan terus meningkat, tidak ada juga pengaruh signifikan pada death rate di Indonesia.  

Kasus Covid 19 sesungguhnya bisa ditangani tanpa merampas hak asasi manusia dan melumpuhkah kehidupan. 

Dlam The Great Barrington Declaration para ahli epidemiologi penyakit menular dan ilmuwan kesehatan masyarakat menyampaikan solusi untuk menghadapi CO**D-19 tanpa lockdown

- memungkinkan mereka yang berada pada risiko rendah kematian untuk menjalani hidup mereka secara normal untuk membangun imunitas terhadap virus melalui infeksi alami sekaligus melindungi mereka yang berisiko tinggi dengan lebih baik.
- Mereka yang tidak rentan harus segera diizinkan untuk melanjutkan hidup seperti biasa.
- Tindakan higienis sederhana, seperti mencuci tangan dan tinggal di rumah saat sakit.
- Sekolah dan universitas harus terbuka untuk pengajaran langsung.
- Kegiatan ekstrakurikuler, seperti olah raga, harus dilanjutkan.
- Orang dewasa muda berisiko rendah harus bekerja secara normal, daripada dari rumah.
- Restoran dan bisnis lain harus dibuka.
- Seni, musik, olahraga, dan aktivitas budaya lainnya harus dilanjutkan.

https://gbdeclaration.org/