Kemenangan

Pelajar bunuh begal hanya membela diri, bukan pembunuhan berencana

Petisi ini membuat perubahan dengan 16.017 pendukung!


ZA (inisial), remaja kelas 3 SMA terancam penjara hingga seumur hidup dengan dakwaan pembunuhan berencana karena hilangkan nyawa seorang begal.

Menurut kronologis yang saya baca di media seperti Kompas, ZA nggak melakukan pembunuhan berencana. Ia hanya membela diri. Saat itu ada dua begal yang mengancamnya. Mereka juga ingin memperkosa pacar ZA yang saat itu sedang bersamanya.

Seperti yang disampaikan di berita, malam itu motor yang ditumpangi ZA dan pacarnya dipepet dua orang begal dan dipaksa untuk melipir ke area perkebunan tebu yang sepi. Kunci motornya dirampas dan handphonenya juga diambil. Kemudian datang lagi 2 orang begal. Yang satu mengambil alih motor yang dipakai dua pembegal pertama lantas pergi menjauh.

Gak berhenti sampai disitu, Misnan (salah satu begal) malah ingin memperkosa pacar ZA. Tapi, ide itu sempat tertahan karena Misnan menerima telepon dari dua kawan mereka. Selesai terima telepon, Misnan lantas berbisik-bisik dengan Mat (begal lain).

Posisi mereka yang membelakangi ZA dan pacarnya. Melihat kesempatan ini, ZA lantas perlahan mengambil pisau yang ada di jok motornya. ZA bilang pisau itu biasa digunakan untuk keterampilan di sekolahnya. 

Misnan dan Mat kemudian kembali mendekati mereka. Kedua begal itu kembali memaksa ZA agar menyerahkan pacarnya dan mengatakan kalimat tidak senonoh. Melihat pacarnya akan dilecehkan, ZA spontan melawan dengan pisaunya dan menusuk di tengah dada Misnan.

Kedua begal tersebut panik. Misnan lari menyelamatkan diri. ZA beralih ke arah Mat untuk meminta kunci motor, tapi gagal karena Mat lari ke arah yang berbeda dengan Misnan.

Tanpa kunci motor, terpaksa ZA dan pacarnya menuntun motornya menuju pemukiman terdekat untuk minta bantuan. Esok harinya Misnan ditemukan tak bernyawa di tengah kebun tebu.

Kami gak bilang ZA tidak bersalah. Karena bagaimanapun juga ZA telah menghilangkan nyawa orang. Tapi kan seharusnya tidak didakwa pembunuhan berencana. Ia hanya membela diri dan pacarnya. Apakah hukuman seumur hidup itu adil?

Saksi ahli Hukum Pidana UB, Lucky Endrawati bahkan sempat mempertanyakan tentang pasal yang dikenakan kepada ZA. “Laki-laki mana yang tidak melakukan tindakan, ketika temannya terancam akan diperkosa,” kata Lucky. 

Kamis (23 Januari) keputusan sidang akan dibacakan. Waktu kita nggak banyak untuk memperjuangkan keadilan untuk ZA.

Siang tadi aku bersama kawan-kawan kuasa hukum ZA menemani Prof Hariyono mengunjungi rumah ZA untuk menunjukkan dukungan moral kepada ZA dan keluarga.

Kalau kalian juga setuju ZA tidak melakukan pembunuhan berencana dan tidak pantas dihukum seumur hidup, dukung petisi ini dan sebarkan di media sosialmu. #HanyaMembelaDiri

Mari kita kawal sidang atas ZA agar pengadilan memberi putusan adil pada remaja ini. 

Sumber berita bisa dilihat di:
https://regional.kompas.com/read/2020/01/16/15261101/pelajar-yang-bunuh-begal-karena-membela-pacar-didakwa-seumur-hidup

https://www.malangpostonline.com/Malang-Raya/Kota-Malang/2020-01/30046/saksi-ahli-heran-pembunuhan-berencana



Hari ini: Wahid mengandalkanmu

Wahid Khosi membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Pelajar ZA bunuh begal hanya membela diri, bukan pembunuhan berencana. #kejarimalang #hanyamembeladiri". Bergabunglah dengan Wahid dan 16.016 pendukung lainnya hari ini.