Sudah 10 Bulan Buruh Terlantar, Penuhi Hak-Hak Buruh PT SENFU

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Sebanyak 45 buruh PT Senopati Fujitrans Logistic Services (PT SENFU) dikenai pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak sejak bulan November 2018 oleh pihak pengusaha. 

Buruh bekerja di PT SENFU di bagian pergudangan untuk spare part kendaraan Mitsubishi. 

Sampai saat ini buruh masih belum mendapatkan hak-haknya, meskipun telah adanya Anjuran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi nomor 565/4669/Disnaker tertanggal 4 September 2019 yang menyatakan hal-hal sebagai berikut:

  1. Agar hubungan kerja antara Sdr. Abdul Rahman, dkk (45 orang) dengan PT. Graha Indotama Taramadina beralih menjadi hubungan kerja antara para pekerja tersebut dengan PT. Senopati Fujitrans Logistic Services;
  2. Agar hubungan kerja antara Sdr. Abdul Rahman, dkk (45 orang) dengan PT. Senopati Fujitrans Logistic Services didasarkan atas Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) terhitung sejak terjadinya hubungan kerja;
  3. Agar pengusaha PT. Senopati Fujitrans Logistic Services membayar hak-hak pekerja sebagaimana biasa selama para pekerja tidak dipekerjakan.

Hak-hak buruh agar menjadi karyawan PT SENFU juga telah dinyatakan dalam Nota Pemeriksaan Khusus UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wil. II nomor : 560/B-7429/UPTD-WIL-II/XII/2018 yang diterbitkan oleh pengawas ketenagakerjaan pada Desember 2018 lalu. 

Kami mengajukan petisi kepada Mitsubishi karena adanya kode etik Mitsubishi dalam Supplier CSR Guidelines yang mengharuskan partner bisnis Mitsubishi untuk mematuhi HAM dan hukum yang berlaku, serta tidak melakukan diskriminasi.

Kami juga mengajukan petisi kepada Fujitrans Corporation selaku pemilik saham 50% di PT SENFU, serta kepada Kementerian Ketenagakerjaan yang seharusnya bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak-hak buruh.