
Mari kita terus viralkan di media sosial dan sebarkan petisi suara aspirasi MENOLAK kebijakan 6 Hari Sekolah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan rapat membahas seruan aspirasi masyarakat yang MENOLAK kebijakan 6 Hari Sekolah.
Namun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih BELUM menyetujui permintaan puluhan ribu suara aspirasi masyarakat khususnya siswa, guru dan orang tua yang MENOLAK kebijakan 6 Hari Sekolah.
Bahkan tetap berencana menerapkan kebijakan 6 Hari Sekolah secara serentak atau secara uji coba bertahap di beberapa sekolah terlebih dahulu kemudian baru diterapkan secara serentak di seluruh Jawa Tengah.
Saat rapat Pemerintah Provinsi tidak melibatkan elemen warga sekolah baik Siswa, Guru maupun Orang tua. Padahal notabenenya merekalah warga sekolah serta pelaksana kegiatan belajar. Merekalah yang paling terdampak langsung terkait kebijakan 6 Hari Sekolah.
Pemerintah Provinsi masih BELUM mendengarkan keluhan lelah letih kita yang MEMBUTUHKAN REHAT istirahat maupun Penyegaran refreshing di akhir pekan hari Sabtu. Bukan hanya disuruh rehat sore setelah pulang jam 2 atau jam 3 saja, namun hari Sabtu masih harus memikirkan Sekolah.
Hari Sabtu masih disuruh tetap berjibaku persiapan belajar pada malam sebelumnya, bangun pagi, dan pulang siang jam 12 dengan lelah letih juga.
Kita disuruh hanya libur hari Minggu, itupun belum tentu Kita sepenuhnya bisa Libur.
Karena umumnya awal pekan baru kita sudah harus mempersiapkan kegiatan belajar kita. Siswa mempersiapkan tugas belajar, guru mempersiapkan bagaimana kegiatan mengajar di pekan berikutnya, orang tua ikut serta mempersiapkan kebutuhan dan kesiapan fisik mental siswa.
Kami juga bertanya, kenapa jumlah hari kerja di instansi Pemerintah Provinsi hanya 5 Hari kerja sehingga bisa merasakan Rehat 2 Hari akhir pekan. Bahkan sering ada kegiatan penyegaran di akhir pekan seperti Fun Run yang diadakan dan diikuti oleh DPRD dan Pemprov Jateng.
Tapi kami warga sekolah dipaksakan 6 Hari Sekolah hanya rehat hari Minggu, yang bahkan belum tentu warga sekolah itu bisa rehat sepenuhnya.
Kami mohon Pemerintah Provinsi turun ke sekolah langsung berdialog menanyakan mendengarkan suara aspirasi masyarakat warga sekolah terkait PENOLAKAN kebijakan 6 Hari Sekolah.
Tidak cukup hanya dari pandangan atau kajian pakar pendidikan perguruan tinggi, yang notabenenya bukan warga sekolah secara langsung dan tidak merasakan langsung dampak kebijakan 6 Hari Sekolah.
Karena tetap pelaksana kebijakan pendidikan adalah kami siswa, guru dan orang tua yang merupakan bagian warga sekolah.
Kami mohon dengan sangat, tolong BATALKAN rencana kebijakan 6 Hari Sekolah SMA SMK di Jawa Tengah.