Hentikan Stigma dan Diskriminasi pada ODHIV!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Sejak pertama kali dilaporkan di Indonesia tahun 1987 sampai bulan Maret tahun 2019, kasus HIV AIDS yang telah dilaporkan adalah 461 (89,7%) dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Data ini menunjukkan bahwa kasus HIV AIDS cenderung meluas keberadaannya di Indonesia. Data terakhir, sampai Maret 2019, jumlah kumulatif kasus HIV yang dilaporkan adalah sebanyak 338.363, yaitu 58,7% dari estimasi ODHIV tahun 2016 sebanyak 640.443 setiap tahun nya jumlah kasus HIV mengalami peningkatan. Namun, sampai saat ini Orang dengan HIV masih mengalami diskriminasi dan stigma buruk yang melekat di masyarakat umum.

Fenomena yang terjadi di masyarakat terkait stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV pada saat sekarang adalah Ketakutan akan stigma dan diskriminasi, kendala utama penanganan HIV dan AIDS, Stigma HIV dan AIDS masih berkutat pada masalah seks, dan cenderung menjauhi ODHIV dikarenakan takut tertular.  Dengan ilmu yang kurang mengenai HIV dan AIDS, Adanya prasangka dan ketakutan yang berlebihan terhadap masalah sosial yang sensitif, dan Tanggapan yang salah tentang cara penularan HIV dapat terus menerus melekatkan stigma buruk dan melakukan diskrimasi kepada odha. 

Tahukah kamu dampak buruk atas diskriminasi dan stigma buruk terhadap ODHIV? Dampak terburuk yang dirasakan oleh ODHIV yaitu ODHIV mengalami reaksi psikososial pada dirinya. Semakin buruk kesehatan mental ODHIV dapat berakibat buruk terhadap kesehatan ODHIV sendiri. ODHIV merasa terisolasikan dari lingkungan nya sendiri padahal ODHIV juga manusia yang memiliki keadilan dan kesamaan hak dengan semestinya. Dan tahukah kamu reaksi psikososial dan meng-stigma buruk ODHIV termasuk melanggar norma dan aturan. Oleh karena itu mari kita hentikan stigma buruk dan diskriminasi terhadap ODHIV agar mendapatkan hak dan keadilan yang sama.