Victory

Penolakan UAS sebagai penceramah/pembicara di acara pengajian/Tabligh Akbar di Jerman

This petition made change with 1,868 supporters!


-Updated-

Moin!

Kepada semua masyarakat Indonesia di Jerman yang saya hormati, saya mewakili teman-teman lain yang ingin menolak kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) ke Jerman, membuat Petisi Penolakan beliau ini.

Seperti yang sudah sering kita dengar dalam beberapa tahun terakhir ini, bahwa yang bersangkutan sering membuat pernyataan yang intoleran bahkan cenderung provokatif memusuhi tidak hanya kepada sesama Muslim di luar kelompoknya tapi juga kepada non-Muslim.

Sejak awal September kami sudah mendengar berita kedatangannya ke Belanda, tapi ternyata juga diagendakan ke Jerman dan akan ditutup di UK.

Belanda sudah berhasil menolak kedatangannya, dan menurut jadwal tur (sebelum dibatalkan di Belanda), yang bersangkutan diagendakan akan singgah di Great Mosque of Brussels pada Jumat siang mendatang lalu kemudian melanjutkan perjalanan ke Belanda (Den Haag, Utrecht, Amsterdam) dan akan melanjutkan ke Jerman pada 21 Oktober 2019, tiba di Berlin.

Di tanggal yang sama pada jam 17.00 UAS akan mengisi acara Tabligh Akbar yang kemungkinan besar diselenggarakan oleh pihak pengurus Masjid Indonesia al-Falah, menurut pengumuman, mereka akan menyewa gedung (sampai sekarang kami belum tahu di mana).

Di Frankfurt UAS dijadwalkan mengisi di Tabligh Akbar pada tanggal 23 Oktober 2019 jam 18.00. Informasi terkini yang kami dapat dari Bapak Dr. Willy Wirantaprawira, acara di Frankfurt sudah dibatalkan oleh pihak pengurus Masjid Indonesia Frankfurt (Bapak Tito Prabowo).

Tapi di awal minggu lalu, kami juga mendapatkan informasi dari grup IMB (Indo Muslim Bonn) bahwa akan ada acara pengajian di Ruhr pada 20 Oktober 2019 jam 8.30 dengan UAS sebagai pembicaranya.

Dari berbagai informasi inilah dan demi kerukunan sesama masyarakat Indonesia di Jerman maka kami sepakat untuk melakukan penolakan kedatangannya ke Jerman dalam acara Tabligh Akbar sebagai pembicara/penceramah.

Perwakilan masyarakat Indonesia di Berlin sedang dalam proses mengajukan surat penolakan resmi ke pengurus masjid Indonesia setempat.

Rencananya perwakilan kita di Bremen, Niedersachsen, dan Hamburg akan melaporkan ke Polisi supaya Polisi setempat bisa menghubungi kepolisian di Ruhrgebiet.

Bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di Jerman, kita bersama bisa menandatangani Petisi Penolakan ini yang kemudian akan dilampirkan pada laporan ke Polisi, akan dikirim sebagai tembusan ke KJRI Hamburg, KJRI Frankfurt dan KBRI Berlin.

Tolong bantu sebarkan yaa! Waktu kita tidak banyak lagi. Mari bersama bersatu menolak tokoh yang dikenal intoleran untuk mengisi acara-acara di Jerman. Terima kasih.

Salam damai sejahtera untuk semua.

-------

The UN’s Declaration on Principles on Tolerance is probably as fine a document as you all will find on the subject. It does a great job of explaining that tolerance doesn't require that one be tolerant of intolerance.

http://portal.unesco.org/en/ev.php-URL_ID=13175&URL_DO=DO_TOPIC&URL_SECTION=201.htm

-------

To all honored Indonesians in Germany, I represent others who wish to deny the arrival of Ustadz Abdul Somad (UAS) to Germany, making this petition.

As we have heard many times in recent years, he often make hatred and intolerant statements that tend to be provocative and hostile not only to Moslems fellows from outside of his group but also to non-Moslems.

Since early September, we have heard the news of his arrival to the Netherlands, but apparently he is also scheduled to visit Germany and concluded in the UK.

The Indonesians living in the Netherlands had successfully declined his arrival, and according to the tour schedule (before being cancelled in the Netherlands), he will take a stopover at the Great Mosque of Brussels on the next Friday afternoon then continue the journey to the Netherlands (The Hague, Utrecht, Amsterdam) and will continue to Germany on 21 October 2019, arriving in Berlin.

From these information and for the harmony of Indonesian communities in Germany, we agreed to make a rejection of his arrival to Germany in the event of Tabligh Akbar as a speaker/preacher.

Representatives of Indonesian communities in Berlin are in the process of filing an official rejection letter to the local Indonesian mosque.

For Indonesians living in Germany, together we can sign this rejection petition which will be attached to the report to the police, Consul General of Indonesia in Hamburg, Consul General of Indonesia in Frankfurt and Embassy of The Republic of Indonesia in Berlin. 

Please help spread this out! Our time is very limited. Let's unite together to reject a well-known intolerant figure to fill the events in Germany. Thank you.

-------
https://no-hate-speech.de/de/wissen/welche-gesetze-gibt-es-gegen-hate-speech/
-------
https://www.pro-medienmagazin.de/gesellschaft/gesellschaft/hetze-gegen-christen-endet-mit-freispruch/

https://de.qantara.de/inhalt/religi%C3%B6se-intoleranz-in-indonesien-kreuze-sollen-b%C3%B6se-geister-beherbergen

https://www.express.co.uk/news/world/1168370/christian-persecution-christianity-indonesia-christian-news

https://www.thejakartapost.com/news/2018/04/28/muslims-buying-from-starbucks-will-go-to-hell-says-popular-preacher.html

https://www.thejakartapost.com/news/2019/08/19/muslim-preacher-abdul-somad-under-fire-for-blasphemous-remarks-against-christian-cross.html?src=mostviewed&pg=/

------



Today: Deb is counting on you

Deb V needs your help with “Masyarakat Indonesia di Jerman: Penolakan UAS sebagai penceramah/pembicara di acara pengajian/Tabligh Akbar di Jerman”. Join Deb and 1,867 supporters today.