Petition Closed

Pengenalan kembali Bahasa Sansekerta di tingkat SD,SMP,SMA di Indonesia

Perihal: Pengenalan kembali Bahasa Sansekerta di tingkat SD,SMP,SMA.

Kita ketahui bersama bahwa Bahasa Sansekerta merupakan salah satu akar dari bahasa persatuan , Bahasa Indonesia terlebih lagi Bahasa Daerah di Indonesia. Saat ini kita sadari pula, Bahasa Daerah menjadi terancam kepunahan, ketika Bahasa Indonesia menjadi bahasa utama komunikasi sehari-hari di hampir setiap Provinsi di Indonesia. 

Adapun Proposal Sebagai Pertimbangan:

 -TAHAP 1-

1. Bahasa Sansekerta, dikenalkan dalam 60 menit dalam setiap minggunya bersamaan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia (30 menit), dan juga Bahasa Daerah (30 menit). Dengan demikian tercipta lingkungan, dan rasa cinta Sejarah dan Budaya melalui Bahasa Terpadu. Bahan pembelajaran Bahasa Sansekerta secara mudah dapat dijumpai di Internet, secara pembelajaran mandiri.  

Mengingat beberapa alasan pendukung:

1. Peninggalan Sejarah di Indonesia yang umumnya ditulis dengan Bahasa Sansekerta.

2. Pentingnya Bahasa Sansekerta untuk Ilmu Pengetahuan secara umum.

3. Meningkatkan dan memotivasi rasa cinta Bahasa Daerah, dan Bahasa Indonesia melalui Bahasa Sansekerta.  

-TAHAP 2-

2. Pendirian Tri Hita Karana - Universitas Sansekerta di Bali Barat, dengan penggabungan konsep Santiniketan, West Bengal, India (sekolah alam terbuka) dan Taman Pintar, Tiongkok (konsep alam, dimana komunitas secara umum saling belajar, musik, tarian, sastra, dll) disertai upaya pelestarian Jalak Bali, dan Budaya Lokal dengan mengadaptasi konsep Tri Hita Karana, dan tata bangunan Adat Bali, Asta Kosala Kosali.  (3)

3.  Tenaga Pendidik, dalam tahap awal, kita bisa melakukan kerjasama dan mengundang teman-teman dari India sebagai tenaga pengajar sebanyak (5) Guru Bahasa Sansekerta, untuk menciptakan suasana Sansekerta secara 100%, dari belajar menulis, membaca dan berbicara Bahasa Sansekerta dengan perwakilan 10 orang, baik lulusan SMA, SMK setiap Provinsi nya, 34x10 = 340 sebagai Calon Pendidik selama setahun pelatihan (4)

4.  Selama satu tahun pelatihan, 340 Calon Pendidik, diseleksi (100, atau 2 terbaik tiap Provinsi, 34x2= 68, atau 10 ) pelajar terbaik dikirim ke India, Program Indonesia- India, Sansekerta untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Sansekerta, dan Spesialisasi Khusus (Setahun). Selanjutnya (240, atau pelajar lainnya), bertugas sebagai tenaga pendidik di setiap Provinsi asal, dengan konsep pembelajaran yang sama 100% Bahasa Sansekerta selama setahun, dan begitu seterusnya. Sekembali pelajar (periode 1) ke Indonesia, selanjutnya pengiriman selanjutnya tenaga pendidik lainnya (periode 2) yang telah mengabdi selama setahun di Indonesia, dan begitu pula seterusnya selama selama 5 tahun. Diharapkan dalam kurun waktu tersebut, kita sudah bisa menciptakan kondisi Masyarakat Pembelajar yang Peduli Bahasa Sansekerta di Indonesia, dan menjadikan Bahasa Sansekerta salah satu bahasa komunikasi di Indonesia, selain Bahasa Daerah, dan Bahasa Indonesia (5)

5. Indonesia - India, Sansekerta - setiap tahun pengiriman (100, 68, atau 10) pelajar Indonesia belajar Bahasa Sansekerta secara Spesialisasi Khusus ke India, bertujuan tidak saja memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan India, dalam Pendidikan dan Kebudayaan, namun pula menciptakan generasi Indonesia mendatang dengan kemampuan Bahasa Sansekerta yang mana dianggap sangat penting dalam sebuah peradaban dunia ilmu pengetahuan.  

Terima kasih sebelumnya, dan mohon maaf jikalau ada yang kurang berkenan. Akhirnya besar harapan kami semoga dapat dipertimbangkan adanya untuk kemajuan peradaban budaya dan sumber daya manusia masyarakat pembelajar di seluruh Indonesia. 

Hormat saya,

I Nyoman Tenaya Santika

------------------------------------------------------------------------------------------------

To Honorable: 

Mr. Anies Baswedan

Minister of Cultural and Education of Republic of Indonesia

Subject: Introducing again Sanskrit Language at SD, SMP, SMA.

Hopefully find Brother Minister and collegues in good health, and happiness.

We all already knew that Sanskrit Language has become root of our unity language, Bahasa Indonesia, furthermore our Vernacular or Local Languages in Indonesia. We also realized that, Vernacular or Local Languages has become critical to dead languages, while Bahasa Indonesia has becoming main language for daily communication at most Provinces in Indonesia. 

Proposed For Further Consideration:

-PART 1-

1. Sanskrit Language, to be introduce within 60 minutes each week integrated with the teaching of Bahasa Indonesia (30 menit), and also Vernacular or Local Languages (30 menit). Therefore we do hope to create an environment, and patriotism of History and Culture through Languages Integrity. Materials of teaching of Sanskrit Language easily can be find through Internet, as for self-learning.

Consider of several support factors: 

1. Historical Heritage in Indonesia mostly written by Sanskrit Language.

2. The importance of Sanskrit Languages for Science in general.

3. Encourage and motivate patriotism of Vernacular or Local Languages, and also Bahasa Indonesia through Sanskrit Language.

-PART 2-

2. Construction of Tri Hita Karana - Sanskrit University at West Bali, collaborate the concept of Santiniketan, West Bengal, India (open natural school), and Smart Park, China (the concept of natural view, while global community able to learn each other, music, dance , literature etc) along with preservation of Bali Starling, and Local Culture adoption of  the concept of Tri Hita Karana, and Balinese Construction, Asta Kosala Kosali (3)

3. Teaching Staff, at beginning, we may try to invite our friends from India as for the Educator as many as (5) Sanskrit Language Teacher, in order to create 100% Sanskrit Environment learn how to write, reading, and speak in Sanskrit within representative of 10 people per each Provinces, either graduated from SMA or SMK, means 34x10 = 340 as Educator Candidate during one year training. (4)   

4. During one year training, 340 Educator Candidate, will be selected the best (100, or best 2 each Provinces 34x2=68, or 10) students send to India for studying on Program Indonesia-India, Sanskrit in order to encourage the capability of Sanskrit Language, and also their Special Specialization (One Year). Furthermore (240 other students, or other remain) working as educator on each origin Province , within the same concept of 100% Sanskrit Language during one year, and so on repeatedly. The returning of students (period 1) to Indonesia, and next to send another educator groups (periode 2) which has been contributed during one year in Indonesia, and so on during 5 years timeline. We do hope that within this period of timeline, we able to create condition of Learning Society whose Aware of Sanskrit Language in Indonesia, and probably to create Sanskrit as spoken languages in Indonesia, instead of Vernacular or Local Languages, and Bahasa Indonesia.(5)

5.  Indonesia - India, Sanskrit - every year by sending (100, 68, or 10) Indonesian students to learn Sanskrit as to studying Sanskrit as their own specialization in India, with aims not only to strenghten billateral relationships between Indonesia and India within Education and Cultural, but also to create the next generation of Indonesian within capability of Sanskrit Language which are very important for the world knowledge civilization.    

Thank you very much in advance, and my apologize if any mistaken. Finally we strongly hope that its can be use for consideration in order to the pay it forward of our cultural and human resource civilizations of learning society throughout Indonesia. 

 

Sincerely yours,

I Nyoman Tenaya Santika 

 

This petition was delivered to:
  • Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia
    Anies Baswedan


    I Nyoman Tenaya Santika started this petition with a single signature, and now has 388 supporters. Start a petition today to change something you care about.