Debat Terbuka Paslon Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 di Kampus-kampus Indonesia

0 have signed. Let’s get to 25,000!


Tempo hari (17/01), debat pertama Calon Presiden dan Wakil Presiden RI  2019-2024 telah dilaksanakan dan ditonton oleh jutaan publik Indonesia. Debat ini terbagi menjadi 6 sesi, yang dimulai dengan penyampaian visi-misi calon di sesi pertama dan sesi terakhir dimana antar paslon diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada paslon lawan dan menanggapi jawabannya.

Debat yang berlangsung sekitar dua jam ternyata kurang memenuhi ekspektasi publik karena sebagian besar jawaban kedua paslon adalah jawaban-jawaban normatif yang kurang menggambarkan implikasinya di kehidupan bernegara. Salah satu hal yang cukup disoroti adalah adanya batasan waktu menjawab pertanyaan dan segmentasi topik. Waktu yang diberikan memang cukup singkat, berkisar satu hingga tiga menit untuk menjawab pertanyaan dan menanggapi jawaban lawan. Restriksi ini kemungkinan membatasi para paslon untuk lebih mengembangkan konsep yang mereka pikirkan ke dalam bentuk yang lebih praktis karena secara tidak sadar merasa terkejar dengan batas waktu yang singkat. Segmentasi topik juga membatasi para paslon untuk mengelaborasikan konsep dalam visi dan misi yang mereka tawarkan.

Inovasi pembagian kisi-kisi pertanyaan debat oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) juga membuat empat sesi awal (sesi dua hingga sesi lima) cenderung hambar karena jawaban yang diberikan oleh masing-masing paslon terdengar seperti hasil diskusi berbagai kepentingan dalam tim suksesnya. Padahal, esensi debat sendiri adalah spontanitas dan menguji kecepatan dalam memproduksi solusi dari masalah yang dipaparkan secara real time. Namun, atas dasar ‘diskusi dan tukar pendapat’ dengan tiap tim sukses, KPU justru menghilangkan point penting tersebut.

Publik berharap dapat melihat kualitas paslon yang akan dipilihnya dalam Pemilu 17 April nanti dari debat resmi yang diselenggarakan KPU, tapi melihat hasil polling yang dilakukan di akun Twitter resminya (yang kini sudah dihapus) menunjukkan bahwa 77% dari 29.020 suara netizen beranggapan debat tersebut dinilai tidak menarik. Hal ini dapat mengindikasikan jika debat paslon yang diselenggarakan KPU tempo hari masih belum dapat memenuhi ekspektasi masyarakat untuk dapat menentukan pilihannya dengan yakin dan rasional.

 “Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-undang Dasar.” (Pasal 1 ayat (2), UUD Amandemen 1945)

Aspirasi publik adalah dasar perangkat negara untuk bertindak. Maka dari itu, mari kita dukung adanya penyelenggaraan Debat Terbuka Paslon Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 di Kampus-kampus di berbagai daerah di Indonesia sebagai hak kita, rakyat Indonesia, untuk dapat menguji calon-calon pemimpin terbaik Indonesia dalam lima tahun kedepan.

Kegiatan ini kemungkinan besar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan publik mengenai implementasi konsep-konsep yang dirumuskan dalam visi dan misi tiap paslon dalam ruang debat yang kritis dan ilmiah karena didukung adanya pertanyaan terbuka dari pihak akademisi dan umum yang hadir dalam forum. Konsep debat di kampus juga dapat membuka sekat-sekat segmentasi topik besar menjadi dalam satu bagian utuh dan memberikan luang waktu yang lebih fleksibel, sehingga para paslon dapat memberikan jawaban dengan lebih terperinci dan terintegrasi, sehingga keinginan publik untuk dapat mengeksplor gagasan dari visi dan misi tiap paslon dapat terpenuhi. Sebagai hasilnya, publik dapat menentukan pilihan mereka dengan lebih yakin dan rasional untuk Indonesia yang lebih baik.

 

Detail: https://www.kompasiana.com/hannumps/5c4331d4ab12ae13d11de2f4/petisi-debat-terbuka-paslon-presiden-dan-wakil-presiden-ri-2019-2024-di-kampus-kampus-indonesia


Want to share this petition?