LARANG PENGGUNAAN KATA "AUTIS" SEBAGAI EJEKAN DALAM TAYANGAN TELEVISI

Petition Closed

LARANG PENGGUNAAN KATA "AUTIS" SEBAGAI EJEKAN DALAM TAYANGAN TELEVISI

This petition had 4,867 supporters


Pada tanggal 2 Agustus 2015, melalui sebuah siaran yang ditayangkan oleh Indosiar, Mamah Dedeh dengan besar hati menyatakan permintaan maafnya. Untuk kerendahan hati dan kebesaran jiwa Mamah Dedeh, kami mengucapkan banyak terima kasih dan memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada beliau, dengan harapan beliau bisa ikut membantu mengedukasi orang lain untuk tidak dengan sembarangan menggunakan kata "Autis" sebagai kata ejekan. Akan tetapi, kami merasa perjuangan ini masih belum selesai. Masih banyak reaksi yang menunjukkan bahwa autisme itu adalah sesuatu yang bisa dijadikan bahan olok-olok ejekan, sehingga masyarakat menganggap hal yang salah ini sebagai sebuah kewajaran dan dianggap biasa saja. Hal ini terbukti pada banyaknya komentar yang bermunculan baik di petisi ini dan di situs portal berita National Geographic Indonesia, yang menuduh bahwa petisi ini berlebihan, beranggapan bahwa penyandang autisme adalah produk gagal seperti yang bisa dilihat di komentar salah satu akun Facebook yang kami salin di bawah ini. Lihat utas ini: https://www.facebook.com/NGIndonesia/posts/10153526947789096?comment_id=10153527196079096&notif_t=like Indra J. Gue memang bersyukur lahir dari keluarga normal, tidak ada satupun yang punya "penyakit keturunan" termasuk sampai ke paman-bibi gue, andaikan gue punya anggota keluarga yang terkena penyakit mental, ya sudah kewajiban gue untuk ikut membantu MENYEMBUHKAN penyakit mental tersebut, bukan malah ngotot debat di dunia maya seperti orang autis yang habis LOBOTOMY.... Oh iya.... buat gue anak autis itu bukan "special children" tapi lebih kepada "failed product" atau produk cacat pabrik, apa yang dilakukan penjual apabila sang penjual mengetahui salah satu produknya ternyata cacat bawaan pabrik ? hanya dua solusi : 1. mengembalikan ke pabrik untuk memperbaiki kecacatan produk tersebut agar kembali berfungsi dengan maksimal. 2. menjualnya dengan harga yang sangat murah, yaitu "SPECIAL discount for this product" Martin R. Plis deh...wakakakaka Alay nya... Banyak kali org yg sring ngtain org Autis... apalgi di Film2 sama acara2 live show...,������ repot amat. Ihsan R. jangan terlalu di besar besarin masalah itu Yudi P. Betul. Sehari2 bnyak yg ngejek pake autis, moron malah. Gak ada yg koar2. Mau ngejatuhin org aja Jelas sekali dari komentar-komentar itu bahwa masih banyak orang yang menganggap remeh dan mengejek masalah autis. Mohon maaf, kami penyandang autis bukan barang murahan ataupun produk gagal, juga bukan orang gila ataupun orang dengan kapasitas otak yang hanya setengah saja. Atas nama anak berkebutuhan khusus autisme lainnya, saya meminta Komisi Penyiaran Indonesia mengambil tindakan yang perlu untuk melarang penggunaan kata "Autis" sebagai ejekan bagi di program acara televisi, baik acara religi, hiburan atau program apapun. Hormati Anak Berkebutuhan Khusus. Mereka berhak dihormati layaknya manusia lainnya. Stop menggunakan kata "Autis" untuk ejekan.


Today: Istiaq is counting on you

Istiaq Mumu needs your help with “Komisi Penyiaran Indonesia: LARANG PENGGUNAAN KATA "AUTIS" SEBAGAI EJEKAN”. Join Istiaq and 4,866 supporters today.