Usut Tuntas Oknum Penggelapan UKT (Uang Kuliah Tunggal) Mahasiswa Univ. Palangka Raya

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Dalam ruang lingkup Universitas Palangka Raya sendiri sistem pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal) oleh mahasiswa menggunakan sistem pembayaran manual dan registrasi manual hingga semester genap tahun ajaran 2018/2019.

Dengan adanya sistem pembayaran dan registrasi manual sehingga membuat mahasiswa harus antri dan berdesak-desakan, ini membuka peluang bagi oknum-oknum membuka jasa penitipan pembayaran UKT. Banyak mahasiswa yang tidak mau repot dan ingin mudah dalam melakukan pembayaran UKT.

Pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020 Univ. Palangka Raya Melakukan perubahan sistem pembayaran UKT, dengan adanya sistem baru ini sistem Host To Host Payment ini pembayaran UKT lebih mudah dan transparan. Univ Palangkaraya juga melakukan perbaikan dan penataan ulang data-data mahasiswa ternyata ditemukan selama ini ada mahasiswa aktif yang tidak melakukan pembayaran UKT.

Setelah diusut lebih jauh ternyata 5 mahasiswa ini tidak membayar UKT, namun mahasiswa ini menitip uang pembayaran UKT mereka kepada salah satu oknum tenaga kontrak di Fakultas Hukum Univ Palangkaraya . Patut diduga dalam hal ini oknum ini telah melakukan penggelapan uang ukt mahasiswa dan pemalsuan dokumen slip pembayaran UKT mahasiswa. Kerugian yang dialami 5 Mahasiswa Bervariasi :

1. Herdianti Aprilia, Mahasiswi Semeter 11 mengalami kerugian Rp. 32.148.000, 

2. Maria W.W. Kindangen, Mahasiswi Semester 13, Mengalami kerugian Rp. 13.220.000

3. Dhea Marisa Nadhira, Mahasiswi Semsester 11 mengalami kerugian Rp.16.000.000

4. Fachmi Idris, Mahasiswa Semester 13 mengalami kerugian Rp. 12.000.000

5. Sinke Permatani, Mahasiswi Semester 11 mengalamai kerugian Rp. 23.897.000

Dengan modal kepercayaan kelima mahasiswa/i menitip uang UKT kepada oknum  dosen di fakultas hukum, karena selama ini kuliah lancar, dan tidak ada kecurigaan ternyata slip pembayaran ukt yang diberikan oknum adalah palsu karena selama ini tidak ada masalah selama melakukan registrasi di fakultas.

Sumber : https://kaltengexpres.com/2019/10/19/mahasiswa-upr-ramai-ramai-laporkan-oknum-dosen-ke-polda/