Rokok picu stunting. Dukung petisi ini! #RokokHarusMahal

0 have signed. Let’s get to 35,000!


Bapak/Ibu sekalian,

Tahukah Anda bahwa harga rokok di negeri kita masuk dalam 10 termurah di dunia? Di banyak daerah, bahkan ada rokok yang dijual 5000-an per bungkus. Bayangkan betapa produk yang berbahaya, dan beracun ini, dijual begitu murah; uang saku putra-putri Anda dan keluarga miskin sangat bisa menjangkaunya.

Rata-rata harga sebungkus rokok saat ini sekitar 15 ribu rupiah, anak-anak bisa dengan mudah membeli sebungkus rokok, atau ‘mengeteng’ dengan uang saku harian saat mereka pergi ke sekolah.  Industri memang menyasar anak-anak kita, menggoda mereka dengan iklan promosi harga rokoknya yang murah; “5000/5 batang”, sehingga anak semakin terdorong untuk membeli produk yang dikesankan keren ini.  Sementara itu, perokok di keluarga miskin lebih memilih habiskan uangnya untuk beli rokok daripada membeli makanan bernutrisi untuk keluarga. Maka, harga rokok murah merusak ekonomi keluarga miskin, perokok tidak termotivasi untuk berhenti merokok, uang belanja keluarga pun terus tergerus untuk pembelian rokok.

Tentu saja, rokok murah tidak sesuai dengan semangat pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan menghilangkan kejadian gizi buruk. Kebijakan rokok murah mendorong laju pertumbuhan perokok anak, ini jelas merusak putra putri Anda yang adalah aset terpenting keluarga Anda dan Negara. Rokok murah menghambat upaya pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas. Program pemerintah dalam pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan berbagai program pemberian gizi tambahan untuk anak-anak untuk mencegah stunting jadi tidak efektif.

Apalagi menurut penelitian Pusat Kajian Jaminan Sosial (PKJS) UI, keluarga dengan anggota keluarga perokok berisiko memiliki anak stunting, baik secara langsung oleh asap rokok yang dihirup anak/bayi menyebabkan sulitnya penyerapan gizi maupun secara tidak langsung akibat tidak terpenuhinya gizi anak akibat uang belanja keluarga untuk beli rokok.

Untuk itulah, kami, 1000 Perempuan Dukung Gerakan #RokokHarusMahal mengajak Bapak/Ibu sekalian untuk ikut bergerak bersama kami mendorong pemerintah, dalam hal ini khususnya Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk menaikkan harga rokok setinggi-tingginya, minimal 50 ribu rupiah per bungkus, demi melindungi anak-anak dan keluarga miskin. Menurut survei yang pernah dilakukan lembaga Center for Health Economics and Policy Studies (CHEPS) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, di harga inilah kebanyakan perokok akan berhenti merokok.

Lindungi anak-anak dan keluarga miskin, #RokokHarusMahal

Hormat kami,

1000 Perempuan Dukung Gerakan #RokokHarusMahal

Forum Bela Negara, Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP),

Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI),

Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JP3T),

Klub Jantung Sehat – Yayasan Jantung Indonesia (YJI),

Komite Perempuan KEP,

Kwartir Cabang Jakarta Barat Pramuka Indonesia,

Kwartir Cabang Jakarta Pusat Pramuka Indonesia,

Kwartir Cabang Jakarta Selatan Pramuka Indonesia,

Kwartir Cabang Jakarta Timur Pramuka Indonesia,

Kwartir Cabang Jak

arta Utara Pramuka Indonesia,

Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja,

Perempuan Nelayan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI),

Proklamasi Anak Indonesia/Paralegal LBH Jakarta,

Tobacco Control Support Center -

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia



Today: 1000 is counting on you

1000 Perempuan needs your help with “@jokowi @smindrawati #RokokHarusMahal Naikkan Harga Rokok Menjadi 50 Ribu/Bungkus”. Join 1000 and 27,889 supporters today.