Petition update

255 ribu suara dukunganmu kami serahkan ke Polda Riau

Nurul Fitria
Pekanbaru, Indonesia

Feb 19, 2020 — 

Halo teman-teman semua! Ada kabar baik dari Pekanbaru, Riau.

Akhir Januari lalu, Yaya sudah serahkan dukungan kalian ke Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK. Yaya dan teman-teman Jikalahari juga serahkan 255 ribu dukungan petisi kalian ke Polda Riau.

Dukungan kalian diterima oleh Wakil Kepala Polda Riau, Brigjen Pol. Drs. Sutrisno Yudi Hermawan dalam sebuah acara teatrikal “Syair Kera” di depan Kantor Gubernur Riau. Teatrikal yang menyimbolkan antisipasi datangnya musim kemarau di Riau.

“Saya terima ini sebagai penyemangat saya dan seluruh anggota Polda Riau. Kita harus lebih bersemangat lagi supaya kita bisa mampu. Itu tekad kami. Kami tidak takut dicopot jabatannya, tapi takut kalau tidak bekerja,” kata Brigjen Pol. Drs. Sutrisno Yudi Hermawan.

Dalam upaya mencegah Karhutla, tanggal 30 Januari 2020 Polda Riau juga membuka Posko Relawan Karhutla di Bandar Seni Raja Ali Haji. Relawan ini nantinya akan terlibat membantu proses pencegahan dan pemadaman karhutla.

Sekarang, Gakkum KLHK sudah menyegel 11 perusahaan yang areal konsesinya dibakar. Dua perusahaan, PT SSS dan PT TI sudah ditetapkan sebagai tersangka. PT SSS sekarang bahkan sedang menjalani proses persidangan. Semoga aparat penegak hukum segera memproses 9 perusahaan pembakar hutan lainnya.

Bagikan terus petisi ini ya. Bersama, kita terus suarakan supaya korporasi pembakar hutan dan lahan di Riau segera menerima sanksi.

Salam,

Yaya


Keep fighting for people power!

Politicians and rich CEOs shouldn't make all the decisions. Today we ask you to help keep Change.org free and independent. Our job as a public benefit company is to help petitions like this one fight back and get heard. If everyone who saw this chipped in monthly we'd secure Change.org's future today. Help us hold the powerful to account. Can you spare a minute to become a member today?

I'll power Change with $5 monthlyPayment method

Discussion

Please enter a comment.

We were unable to post your comment. Please try again.