Pak Jokowi, Pak Menkes, Vaksin Lansia Segera!

Masalahnya

Salah seorang teman saya adalah dokter yang berusia di atas 60 tahun. Artinya, jika mengikuti timeline dari pemerintah, ia harus menunggu sampai April supaya bisa mendapatkan kloter vaksin Covid-19. Padahal, sebagai tenaga kesehatan, ia tetap harus bekerja setiap harinya, membantu mereka yang terpapar Covid-19.

Vaksinasi di Indonesia telah dimulai sejak 13 Januari yang lalu. Bahkan, Presiden Joko Widodo telah mendapatkan dosis vaksin yang kedua. Namun, seperti yang kita tahu, Indonesia berbeda dengan negara-negara lainnya. Untuk vaksinasi, pemerintah memprioritaskan kelompok usia produktif 18-59 tahun.

Kelompok lansia di atas 59 tahun merupakan mereka yang paling rentan tertular dan meninggal karena Covid-19. Data membuktikan bahwa angka kebutuhan akan perawatan di rumah sakit sampai angka kematian pada lansia di atas 60 tahun jauh lebih tinggi dibanding kelompok usia lain. 

Data di Indonesia pun menunjukkan, angka fatalitas pada lansia adalah yang tertinggi. Hal ini termasuk juga untuk para nakes. Kebanyakan tenaga kesehatan yang meninggal adalah mereka yang berusia di atas 59 tahun.

Beberapa negara telah menjadikan kelompok usia lansia sebagai prioritas vaksinasi, selain para tenaga kesehatan. Misalnya di Jerman, atau juga di Turki, ketika Presiden Erdogan yang berusia di atas 59 tahun juga disuntik vaksin Sinovac. 

Di Israel, sudah terbukti, loh. Karena lansianya sudah divaksin, angka lansia yang kritis karena Covid-19 berkurang dari 30% jadi 7% saja. Terbukti, kan, betapa pentingnya vaksin buat lansia?

Oleh sebab itu, kami menuntut agar Pemerintah Republik Indonesia untuk memasukkan lansia usia 60 tahun ke atas, baik tenaga kesehatan maupun non tenaga kesehatan, ke dalam kelompok prioritas vaksin sesegera mungkin

Vaksin dapat membantu mencegah komplikasi kasus Covid-19. Sehingga, jika lansia yang lebih rentan telah divaksin, beban rumah sakit dan sistem kesehatan, serta angka kematian pun bisa ditekan. 

Bantu sebarkan petisi ini ya. #VaksinLansiaSegera!


Anggota petisi

Dr. Pandu Riono, MPH, PhD

Prof. Thalca Hamid, drg., MHPED,. Sp. Ort (K), PhD

Prof. Dr. dr. Daldiyono, Sp.PD(K)

avatar of the starter
Pandu RionoPembuka Petisi
Kemenangan
Petisi ini membuat perubahan dengan 5.986 pendukung!

Masalahnya

Salah seorang teman saya adalah dokter yang berusia di atas 60 tahun. Artinya, jika mengikuti timeline dari pemerintah, ia harus menunggu sampai April supaya bisa mendapatkan kloter vaksin Covid-19. Padahal, sebagai tenaga kesehatan, ia tetap harus bekerja setiap harinya, membantu mereka yang terpapar Covid-19.

Vaksinasi di Indonesia telah dimulai sejak 13 Januari yang lalu. Bahkan, Presiden Joko Widodo telah mendapatkan dosis vaksin yang kedua. Namun, seperti yang kita tahu, Indonesia berbeda dengan negara-negara lainnya. Untuk vaksinasi, pemerintah memprioritaskan kelompok usia produktif 18-59 tahun.

Kelompok lansia di atas 59 tahun merupakan mereka yang paling rentan tertular dan meninggal karena Covid-19. Data membuktikan bahwa angka kebutuhan akan perawatan di rumah sakit sampai angka kematian pada lansia di atas 60 tahun jauh lebih tinggi dibanding kelompok usia lain. 

Data di Indonesia pun menunjukkan, angka fatalitas pada lansia adalah yang tertinggi. Hal ini termasuk juga untuk para nakes. Kebanyakan tenaga kesehatan yang meninggal adalah mereka yang berusia di atas 59 tahun.

Beberapa negara telah menjadikan kelompok usia lansia sebagai prioritas vaksinasi, selain para tenaga kesehatan. Misalnya di Jerman, atau juga di Turki, ketika Presiden Erdogan yang berusia di atas 59 tahun juga disuntik vaksin Sinovac. 

Di Israel, sudah terbukti, loh. Karena lansianya sudah divaksin, angka lansia yang kritis karena Covid-19 berkurang dari 30% jadi 7% saja. Terbukti, kan, betapa pentingnya vaksin buat lansia?

Oleh sebab itu, kami menuntut agar Pemerintah Republik Indonesia untuk memasukkan lansia usia 60 tahun ke atas, baik tenaga kesehatan maupun non tenaga kesehatan, ke dalam kelompok prioritas vaksin sesegera mungkin

Vaksin dapat membantu mencegah komplikasi kasus Covid-19. Sehingga, jika lansia yang lebih rentan telah divaksin, beban rumah sakit dan sistem kesehatan, serta angka kematian pun bisa ditekan. 

Bantu sebarkan petisi ini ya. #VaksinLansiaSegera!


Anggota petisi

Dr. Pandu Riono, MPH, PhD

Prof. Thalca Hamid, drg., MHPED,. Sp. Ort (K), PhD

Prof. Dr. dr. Daldiyono, Sp.PD(K)

avatar of the starter
Pandu RionoPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Jokowi
Presiden RI
Budi Gunadi Sadikin
Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Perkembangan Terakhir Petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 27 Januari 2021