BUDAYA BATAK, KEKAYAAN BANGSA INDONESIA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Tolak Wisata Halal Kawasan Danau Toba ala Gubernur Edy Rahmayadi

Petisi ini ditujukan kepada:
1. Gubernur Sumut : Edy Rahmayadi
2. Para Bupati sekitar Danau Toba

Bapak Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang terhormat, begitu terkejutnya kami mengenai konsep Wisata Halal yang bapak dengungkan, dan untuk itu kami menulis petisi ini menolak seluruhnya konsep Wisata Halal yang Bapak maksud.

Kami sangat mendukung pembangunan parawisata Danau Toba dan segala penunjang infrastrukturnya, sebagai ide orisinil Bapak Presiden Jokowi. Kami juga mendukung agar menjaga lingkungan dan menjaga kwalitas air Danau Toba tetap bersih.

Peningkatan Pembangunan Parawisata dan Infrastruktur kawasan Danau Toba, kami yakini juga apresiasi Presiden Jokowi kepada Warga sekitar Danau Toba yang memilih Presiden Jokowi diatas 96%, bahkan hampir 100% warga Kabupaten Samosir memilih belau dalam kontestasi Pemilihan Presiden yang baru lewat. Daerah kami, dan orang Batak yang asal-usulnya dari Sekitar Danau Toba, menyumbang suara kemenangan Presiden Jokowi di Sumatera Utara, dan di NKRI ini. Lha Bapak sendiri dan pengikutnya kemana. Maaf Bapak Gubernur sebenarnya kami tidak mau mengungkit itu, tetapi karena Bapak sudah terlalu jauh mencampuri urusan adat istiadat kami, terpaksa dilontarkan.
Bapak Gubernur, 99% yang tinggal di sekitar danau Toba adalah orang Batak, memeluk agama Kristen, mempunyai adat-istiadat yang sudah terpelihara dan teruji dengan sangat kondusif. Konflik antar umat beragama tidak pernah terjadi dan selalu hidup berdampingan, karena telah ratusan tahun, diikat oleh adat istiadat dimaksud.

Bagi kami warga Kristen, Babi adalah halal dan diperlukan hampir pada semua acara adat, baik adat yang kecil maupun besar. Tetapi tidak pernah mengotori atau menjadi sumber polusi yang Bapak sampaikan. Tanpa potong Babi atau Hewan lainnya adat tidak pernah berjalan. Jadi kenapa Bapak melarang hewan berkaki empat? Begitu bencinya kah Bapak melihat Babi yang telah berjasa untuk membiayai sekolah banyak orang Batak, dan menjadi sumber protein yang utama bagi kami orang Batak. Sungguh tidak masuk akal Bapak mencampur adukkan parawisata dengan Babi.

Sebagai pertimbangan, budaya atau adat batak merupakan Hak Azasi bangsa suku BATAK.

 

Alasan Bapak bahwa Tourist tidak datang karena Babi adalah tidak masuk akal. Lihat saudara kami di Bali, mereka malah menjual Babi guling di Bali, yang sangat disukai oleh tourist manca Negara. Jadi delik anda untuk mengatakan wisatawan dari seantero dunia tidak datang atau pasti lebih memilih Bali tidak beralasan.

Pengembangan wisata halal yang Bapak maksudkan dengan mendirikan Mesjid juga kami tolak. Jangan campur adukkan pendirian masjid dengan pengembangan parawisata. Kami curiga mahluk intoleran akan berbondong-bondong ke kawasan Danau Toba, dengan alasan wisata , lau menginap di masjid-mesjid yang akan Bapak bangun, yang pada akhirnya akan mengganggu kerukunan umat beragama di kawasan Danau Toba.

Tingkatkanlah kwalitas air danau toba dengan menghijaukan bukit-bukit yang hutannya sudah dijarah. Adakan reboisasi besar-besaran, seperti dahulu, bukan melarang potong babi atau bangun masjid-mesjid.

Urus juga jalan-jalan Provisni yang sudah menjadi tanggung jawab Gubernur. Bapak Gubernur kondisi jalan Provinsi di Sumut sangat memprihatinkan, berlobang-lobang, tidak dapat dilalui pada musim hujan, bahkan jalannya belum terbuka/jalan setapak, walau sudah diresmikan menjadi jalan Provinsi, contohnya di Kec. Pangaribuan ke Kec. Garoga, dari Kec. Garoga ke Kec. Habinsaran, Kec. Habinsaran ke Kec. Nassau, dari Kec. Nassau Kabupaten Tobasa terus ke Kabupaten Labuhan Batu Utara.

Sebaiknya Bapak Gubernur konsentrasi mengurus infrastruktur jalan khususnya jalan Provinsi, agar arus orang yang berwisata ke Danau Toba makin mudah dan menyenangkan. Pengembangan wisata Danau Toba sudah ditangani yang lebih ahli dari Bapak Gubernur, Bapak cukup supporting saja. Urusan Bapak yang lain selain kawasan Danau Toba masih berjibun.

Kepada para Bupati kami yang secara langsung ataupun tidak langsung memiliki kawasan Danau Toba, kami mohon juga agar menolak Ide Gubernur menjadikan kawasan wisata halal. Untuk ini kami mendukung Para Bupati melawan kehendak buruk Gubernur Sumut. Edy Rahmayadi.

Apabila Gubernur Sumut masih memaksakan kehendaknya, ini saatnya berjuang membentuk Provinsi tersendiri.