Bpk Jokowi&Bpk Erick Thohir TUNTASKAN gagal bayar Jiwasraya Saving Plan 2018 s​.​d sekarang

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Menabung demi masa depan, kesehatan dan jiwa, demi hari tua yang lebih baik dan mandiri, demi kepastian finansial ketika musibah terjadi, dan demi pendidikan anak. Semua itu alasan umum setiap orang menabung.

Sampai ketika BANK besar tempat kami menabung menawarkan produk Tabungan Asuransi terpercaya, investasi yang SAH yang diawasi oleh OJK, AMAN karena produk BUMN Asuransi tertua 100% milik Negara tercinta. MENJANJIKAN manfaat PASTI disertai PROTEKSI jiwa, diikat secara hukum dalam POLIS legal dan dilindungi Undang Undang RI.

Ya, nama produk yang ditawarkan ini adalah Jiwasraya Saving Plan (Jiwasraya Proteksi Plan) yang merupakan produk dari BUMN, PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Produk ini BUKAN produk asuransi unit link, produk ini memberikan manfaat PASTI (FIXED RETURN).

Melihat berbagai macam kelebihan yang dijanjikan dari produk asuransi Jiwasraya Saving Plan ini, maka kami pun mempercayakan uang kami untuk ditabungkan pada produk milik negara ini sekaligus sebagai aksi nyata cinta kami terhadap negeri, dan dukungan kami terhadap investasi negeriku.

Namun kenyataan berbanding terbalik dengan harapan dan janji-janji yang diberikan kepada kami, disaat kami harus menerima kenyataan pahit bahwa uang yang kami kumpulkan selama puluhan tahun, dengan JERIH PAYAH, KERINGAT dan TETESAN AIR MATA harus TERSANDERA dan sampai sekarang TIDAK ADA KEPASTIANNYA bagaimana bisa kami dapatkan kembali, hanya karena ulah berbagai pihak/oknum yang tidak bertanggungjawab. Jangankan memikirkan untuk mendapatkan HASIL, uang pokok kami pun TIDAK JELAS nasibnya bagaimana?

Bagaimana kami bisa menduga produk BUMN yang SAH, disetujui dan diawasi OJK, dikelola oleh badan usaha sepenuhnya MILIK NEGARA, bisa membawa malapetaka dengan kasus gagal bayar nya sejak tahun 2018 sampai sekarang? Dan jelas ini sangat mencoreng nama baik dunia investasi terutama asuransi dalam negeri maupun luar negeri sekaligus memberi citra buruk terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pupus sudah harapan kami, sekaligus hilangnya kepercayaan kami untuk menabung, untuk mendukung investasi negeriku.

DAMPAK yang kami rasakan sangat besar:
#Sebagian besar dari kami memiliki penyakit yang sudah lama kami derita, untuk terapi dan berobat secara kontinue membutuhkan biaya yang besar. Karena penyakit ini, untuk bekerja juga sudah sulit sekali.
#Kami harus gali lobang tutup lobang untuk bisa melanjutkan hidup kami, keberlangsungan usaha kami, keberlangsungan hidup karyawan kami, rekan kami, tanggungjawab kami yang tidak mungkin kami abaikan seperti kami diabaikan.
#Kami sangat membutuhkan biaya yang besar untuk berobat. Banyak diantara kami yang menderita sakit berat dan untuk berobat kami membutuhkan dana ini. Sudah puluhan dari kami yang berjuang melawan sakit keras dan saat ini telah meninggal.
#Kami harus mengemis kesana kemari demi memperjuangkan kepastian pengembalian uang hasil keringat kami sendiri, hak kami yang diabaikan negara.
#Kami sangat mengalami kesulitan sehingga jalan hutang dan dikejar debt collector pun harus kami tempuh demi keberlangsungan hidup di masa sulit ini.
#Kebutuhan hidup kami sehari-hari pun sampai harus meminjam dari sanak saudara, teman, tetangga. Bahkan sangat sering kami dikucilkan karena kesulitan keuangan kami.
#Usaha kami terancam harus tutup karena tidak adanya modal lagi apalagi di masa sulit sekarang. UKM didukung oleh pemerintah untuk terus tumbuh terasa seperti slogan kosong karena jangankan mengharapkan bantuan pemerintah ke UKM, modal kami sendiri saja tersandera di badan usaha milik negara.
#Kami harus pontang panting kesana-kemari mencari talangan uang untuk biaya pendidikan anak kami.

Apalagi dengan adanya pandemi ini yang membuat kondisi keuangan kami semakin terguncang. Dan masih banyak lagi kepedihan yang kami rasakan karena kasus gagal bayar dari produk Jiwasraya Saving Plan ini.

Sampai kami harus dibeda-bedakan dengan nasabah tradisional yang diutamakan terlebih dulu pembayaran polisnya, sedangkan kami semua sama-sama nasabah Jiwasraya yang juga mempunyai hak dan kewajiban yang sama yang harus dipenuhi.

Apakah ini yang seharusnya kami DAPATKAN sebagai nasabah asuransi milik negara, yang seharusnya dilindungi oleh UU Perasuransian dimana pengendali dalam hal ini Kementrian BUMN dan Kementrian Keuangan. Sudah sepantasnya bukan mereka wajib untuk bertanggungjawab?

Untuk itu, kami mengajak semua untuk menandatangani petisi "Bpk Jokowi&Bpk Erick Thohir TUNTASKAN gagal bayar Jiwasraya Saving Plan 2018 s.d sekarang. Harapannya, agar Bapak Jokowi dan Bapak Erick Thohir yang sudah komitmen untuk menyelesaikan pembayaran polis asuransi Jiwasraya Saving Plan ini dapat terealisasi secepatnya, karena pemerintah selaku pemegang saham pengendali PT Asuransi Jiwasraya sudah selayaknya bertanggungjawab atas kerugian yang diderita oleh PT Asuransi Jiwasraya.