Victory

Bebaskan Ananda Badudu! #KitaBersamaAnandaBadudu

This petition made change with 90,793 supporters!


#BebaskanAnandaBadudu #KitaBersamaAnandaBadudu 

Nama saya Rara Sekar. Mungkin teman-teman pernah mendengar suara saya sebelumnya, dalam lagu ataupun sebuah pertunjukkan. Namun kali ini saya ingin teman-teman mendengarkan suara saya yang lain, yang saya rasa lebih penting dari apapun untuk saat ini. Saya mohon sekali perhatian teman-teman sebab pagi ini saya dibangunkan berita yang mengagetkan.

Teman dekat saya, Ananda Badudu, pagi ini ditangkap oleh pihak kepolisian. Salah satu alasannya karena membantu mengumpulkan dan menyalurkan dana dari masyarakat untuk mendukung aksi demonstrasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil pada 23-24 September 2019 lalu. Berikut kronologi singkat penangkapan teman saya, Ananda, pada Jumat 27 September 2019 jam 04.28 WIB.

Pukul 04.00 WIB, Ananda sedang tidur di kosnya di wilayah Jakarta Selatan.

Pukul 04.25 WIB, ada tamu yang menggedor pintu kamar lalu dibuka oleh kawan Nanda.

Bapak Eko selaku pimpinan tamu dari Polda Metro Jaya menunjukkan kartu identitas dan lencananya. Namun, tiga orang lain yang mendampinginya tidak mengenakan seragam ataupun membawa identitas. Mereka hanya mengatakan membawa surat penangkapan Ananda atas keterlibatannya dalam aksi demonstrasi.

Pukul 04.55 WIB, tim Polda yang terdiri empat orang tersebut membawa Ananda ke kantor Resmob Polda Metro Jaya dengan kendaraan Avanza berwarna putih didampingi kawan sekamar Ananda. Proses penangkapan sendiri disaksikan oleh seorang satpam gedung dan dua orang tetangga.

Beberapa footage penangkapan juga dapat teman-teman lihat sendiri di rangkaian Instastories @anandabadudu di Instagram dan/atau di twitter @anandabadudu.

Mendengar kabar ini, saya tidak habis pikir. Ananda Badudu, hanyalah seorang warga biasa yang tergerak atas kesedihan dan keputusasaannya melihat ketidakadilan di Indonesia hari ini. Seperti yang dituliskan di laman https://kitabisa.com/campaign/aspirasimahasiswa ia hanya menjalankan tugasnya sebagai warga negara yang peduli dengan negaranya, dan ingin memastikan tidak ada peraturan-peraturan anti-demokrasi yang lolos dari perhatian masyarakat.

Sementara yang lain sibuk menuduh dan menyebarkan hoax, Ananda justru sibuk menyalurkan dana dari kita untuk tujuan kemanusiaan: memastikan bahwa ada akses ke ambulans di lokasi di mana banyak korban berjatuhan, serta air dan oksigen untuk siapapun yang sedang berada di lapangan pada saat itu. Ananda juga mengunggah laporan penggunaan dana ini di media sosialnya demi memastikan transparansi pada publik yang telah mendonasikan uangnya -- sesuatu yang justru patut dicontoh oleh pemerintah kita.

Ananda tidak sendiri, apabila Ananda sendiri, mungkin tidak akan terkumpul sekitar 175 juta dari 2.129 donatur hanya beberapa hari setelah laman donasi diluncurkan. Sebuah hasil yang melebihi target awal yang Ananda tentukan yakni 50 juta. Melihat bagaimana DPR “bekerja” menyusun, membahas hingga mengesahkan rancangan-rancangan UU bermasalah yang berpotensi merepresi masyarakat dan mengancam demokrasi di Indonesia, masyarakat mendukung aksi protes mahasiswa sebab mereka mewakili suara kita yang menyadari bahwa sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem yang rusak: semakin represif, opresif, abai terhadap suara rakyat dan azas-azas demokrasi.

Ananda tidak sendiri, sebab Ananda Badudu adalah kita. Kita yang sudah lelah untuk dibungkam dengan segala taktik kekuasaan: UU ITE, pelarangan demonstrasi (di negara yang mengaku demokrasi?) dengan Menristekdiksi memberi sanksi pada rektor-rektor, pembahasan secara diam-diam RUU yang menyangkut kemaslahatan dan kekayaan alam Indonesia, pelanggaran HAM dan pengabaian terhadap segala tindak kekerasan struktural pada masyarakat terutama saudara-saudara kita di Papua, hingga perusakan lingkungan dan pembakaran hutan yang berkelanjutan atas nama pembangunan.

Jika teman-teman merasakan kekesalan, kekecewaan yang sama dengan Ananda, saya, dan ribuan masyarakat Indonesia lainnya, dukung, tanda tangani, dan sebarkan petisi ini. Sampaikan aspirasimu dan beritakan bahwa kita mendesak polisi untuk #BebaskanAnandaBadudu segera dan tanpa syarat. Pilih perjuanganmu dan bila tidak bisa turun ke jalan atau terlibat dalam aksi, perjuangkan dengan caramu sendiri.

Bagi teman-teman yang mengalami situasi serupa seperti Ananda, silahkan hubungi:

LBH Jakarta: @LBH_Jakarta (Twitter)
KontraS: @KontraS (Twitter)
Amnesty InternationaI Indonesia: @amnestyindo (Twitter)
LBH Pers: @lbhpersjakarta (Twitter)
Lokataru: @lokataru_id (Twitter)

Siapa saja bisa jadi target kriminalisasi berikutnya.

Namun, tetaplah berani, tetaplah saling jaga. A luta continua.

Salam,
Rara Sekar

Informasi penting untuk dibaca:

1. Halaman Kampanye Aspirasi Mahasiswa di Kitabisa: https://kitabisa.com/campaign/aspirasimahasiswa

2. Laporan Penggunaan Dana bisa diakses di https://twitter.com/anandabadudu/status/1176683521965875202

3. Tujuh desakan Aliansi Masyarakat Sipil untuk Keadilan dan Demokrasi:

1. Menolak RKUHP, RUU MINERBA, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan, RUU KKS; mendesak pembatalan RUU KPK dan RUU SDA; mendesak disahkannya RUU PKS dan RUU PPRT;
2. Batalkan pimpinan KPK pilihan DPR
3. Tolak TNI & POLRI menempati jabatan sipil
4. Stop militerisme di Papua dan daerah lain, bebaskan tahanan politik Papua
5. Hentikan kriminalisasi aktivis
6. Hentikan pembakaran hutan di Kalimantan & Sumatera yang dilakukan oleh korporasi, dan pidanakan korporasi pembakar hutan, serta cabut izinnya;
7. Tuntaskan pelanggaran HAM, dan adili penjahat HAM; termasuk yang duduk di lingkaran kekuasaan.



Today: Rara Sekar is counting on you

Rara Sekar Larasati needs your help with “Inspektur Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono: Bebaskan Ananda Badudu! #KitaBersamaAnandaBadudu”. Join Rara Sekar and 90,792 supporters today.