Ahok for Bali 1

0 have signed. Let’s get to 7,500!


Ahok for Bali 1

Dari sekian banyak sistem pengelolaan Negara, demokrasi diyakini sebagai pilihan terbaik. Namun demikian, demokrasi bukan berarti tanpa celah. Apa yang ditunjukkan pada PILKADA DKI hari ini merupakan contoh yang sahih 'ketidakadilan' demokrasi, bahwa ia tidak harus sejalan dengan nilai-nilai universal dan rasionalitas. Kemenangan tetap dapat diraih meski dengan cara yang irrasional bahkan brutal sekalipun.

Namun demikian, atas nama konvensi pada pilihan demokrasi, kita harus menerima semua hasil tersebut dengan lapang dada. Tentu, kekalahan pasangan Basuki-Djarot ini tidak berarti  mengecilkan kegigihan individu pejuang bernama Basuki Tjahaja Purnama aka Ahok untuk menjunjung tinggi sportifitas selama masa kampanye hingga akhir pemungutan suara, yang ia tunjukkan pada pidato pengakuan kekalahannya sore tadi. Ia tetap adalah aset bangsa yang harus 'diselamatkan dan sekaligus dimanfaatkan' untuk sebesar-besarnya kemajuan demokrasi di tanah air.

Disisi lain, Bali, etalasi Indonesia di dunia International, dengan segala potensi yang dimilikinya tengah terseok-seok dalam mengejawantahkan keadilan sosial bagi rakyatnya. Salah satu penyebab utamanya adalah minimnya komitmen, dedikasi dan keteladanan para pemimpin formalnya dalam membangun daerah ini. Sejak era reformasi digulirkan, ketimpangan kesenjangan antar daerah bahkan kian menganga, yang semakin diperparah dengan rencana reklamasi Teluk Benoa. Demikian pula dengan permasalahan sosial kemasyarakatan lain utamanya cengkeraman premanisme dalam perhelatan demokrasi lokalnya. Dengan tanpa menafikan segala upaya yang telah dilakukan oleh pemimpin Bali selama ini, (pembangunan) Bali seharusnya bisa 'terbang' melampaui daerah-daerah lain di Indonesia, apabila dikelola oleh tangan dan kepala yang tepat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Bali memerlukan pemimpin yang 'luar biasa'; yang selain mempunyai tekad dan komitmen, ia harus memiliki keberanian dalam dalam memberantas gurita premanisme serta hegemoni investor yang berkolusi dengan penguasa. Bali harus mampu keluar dari rutinitas demokrasi yang menghasilkan pemimpin yang "biasa-biasa saja".

Dalam rangka 'memanfaatkan' potensi Ahok untuk hal yang 'lebih besar' sekaligus menjawab kebutuhan Bali yang urgent, petisi ini dibuat untuk menggalang dukungan bukan hanya dari segenap warga Bali, melainkan juga warga Indonesia bahwa Ahok  merupakan individu yang tepat untuk Bali 1 aka Gubernur Bali. Dukungan ini pula berupaya untuk meminta kesedian sekaligus meyakinkan ybs bahwa dengan menjadi gubernur Bali bukan sebuah downgrade dari posisi sebelumnya, bahkan sebaliknya mempunyai misi yang lebih mulia untuk membuka mata dunia bahwa Indonesia merupakan Negara yang demokratis dengan tanpa mengesampingkan nilai-nilai moral yang dianut secara universal, disamping sederet alasan lain yang dapat kita kemukakan pada kesempatan yang berbeda. Petisi ini tidak dimaksudkan untuk menafikan potensi pemimpin yang dimiliki oleh Bali, justru merupakan pelecut kompetensi sekaligus satire belenggu status quo bagi munculnya calon pemimpin potensial atas nama demokrasi yang sama pula.

Preambule ini tentu tidak akan mempunyai makna tanpa dukungan dari rekan-rekan semuanya. Oleh karenanya, silahkan nyatakan keberpihakan rekan-rekan dengan mendukung petisi ini.

Santih

Perth, 19 April 2017

Wika



Today: Wika is counting on you

Wika Ganesha needs your help with “Indonesia: Ahok for Bali 1”. Join Wika and 7,400 supporters today.