Petition updateTetapkan Kampung Kaili - Palu Nomoni Sebagai Pusat Wisata BudayaMagnet Kampung Kaili Sebagai Pusat Wisata Budaya Yang Strategis

Husnul Maarif SadamPalu, Indonesia

Sep 28, 2017
Festival Pesona Palu Nomoni II 2017 menyuguhkan warna baru dari pelaksanaan sebelumnya dengan hadirnya Kampung Kaili.
Salah satu spot yang menjadi ikon di arena kegiatan pesta budaya itu didesain sedemikian rupa hingga menyerupai suasana kampung masyarakat Kaili tempo dulu. Itulah Kampung Kaili di Teluk Palu yang dipersembahkan pada FPPN II.
Sejak dibuka Jumat malam, Kampung Kaili, ramai dikunjungi warga Palu dan sekitarnya. Pada Sabtu menjelang petang, situasi Kampung Kaili semakin ramai dikunjungi warga. Mereka betah di sana.
Suasana kampung ini ditata dengan sejumlah dekorasi bangunan berbahan baku kayu dan bambu sebagai tiang kokohnya, ditambah ornamen-ornamen khas etnis itu menjadikan Kampung Kaili semakin memantik hasrat orang untuk mengunjunginya.
Di kampung itu terdapat 46 sou-sou (gubuk) yang dibangun berdasarkan jumlah kelurahan yang ada di Kota Palu. Suasana tradisional menambah khasanah kentalnya budaya lokal di arena Kampung Kaili.
Konsep ini lahir atas dasar keinginan Wali Kota Palu, Hidayat yang mana kegiatan pariwisata berbasis budaya ini lebih diarahkan pada nilai budaya itu sendiri.
"Saya sangat terkesan dengan konsep ini, penataan banguan tradisional serasa berada di kampung. Ini bentul-bentul suasanya tradisional, baru kali ini di Palu ada Kampung Kaili di event seperti ini," kata Lili, seorang pengunjung.
Penempatan Kampung Kaili oleh panitia cukup strategis, di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) tepatnya di sebelah barat anjungan Teluk Palu ini.
Tempat ini didukung pohon rindang tertata rapi sehingga sou-sou sebagai simbol tempat tinggal masyarakat Kaili pada masanya itu teduh semakin menambah kekentalan tradisi dengan nuansa alamnya.
"Di sini juga ternyata ada suguhan kuliner tradisional, seperti kaledo dan makanan khas lainnya. Ini sangat bagus, kalau pasca kegiatan ini pemerintah konsisten mempertahankan kondisi bangunan itu, saya kira ini menjadi tempat wisata yang ramai dikunjungi," ungkap Lili.
Sumber : antarasulteng.com
Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X