

Namaku Anindya Vivi,
Aku nggak bakal lupa pengalaman pahit waktu tes COVID-19 lalu. Di sana, aku dilecehkan.
Saat aku berdiri di depan bilik pengambilan sampel, petugas kesehatan mulai memperhatikanku dengan tatapan yang bikin nggak nyaman. Saat aku masuk bilik dan sebelum pengambilan sampel, petugas tersebut mulai melecehkanku secara verbal.
Terus-terusan petugas ini mengomentari penampilanku sambil menggoda dan bertanya apakah aku mau menikah dengannya. Tentunya aku menolak dengan tegas tapi petugas ini tidak menghentikan perilakunya.
Puncaknya saat dia mulai mengambil sampel lewat hidung, dia menyentuh pipiku! Ini bukan pertama kali aku melakukan tes COVID-19 dan belum pernah ada petugas yang sampai menyentuh pipi.
Aku kaget tapi dalam posisi dia sedang mengambil sampel dan memasukan alat ke hidungku, tidak banyak yang dapat aku lakukan. Setelah selesai, aku langsung keluar bilik dengan perasaan campur aduk; aku bingung dan takut.
Biasanya aku akan menunggu hasil tes di fasilitas kesehatan tersebut, tapi aku takut sehingga aku memutuskan untuk meninggalkan fasilitas kesehatan, namun ketakutan itu datang lagi saat aku harus kembali untuk mengambil hasil tes, aku takut jika aku harus bertemu dengan petugas itu lagi.
Saat cerita ke beberapa orang, banyak yang menganggap kejadian tersebut adalah hal yang biasa, dan bahkan ada yang menyebutkan bahwa aku berlebihan menanggapinya.
Tapi perasaan traumaku tetap ada, aku jadi takut dan ragu setiap kali aku harus pergi ke fasilitas kesehatan untuk melakukan tes COVID-19. Aku yakin, apa yang aku rasakan ini adalah valid dan aku khawatir jika masih banyak orang lain di luar sana yang mengalami hal yang sama tapi tidak berani untuk melakukan sesuatu karena mereka merasa sendiri.
Dari pengalamanku itu, kami akhirnya bikin survei pelecehan seksual di ruang publik selama pandemi COVID-19. Bantu kami #GerakBersama dengan isi dan sebar survei bit.ly/surveikrpa2021 ya teman-teman. Aku khawatir jika masih banyak orang lain di luar sana yang mengalami hal yang sama tapi belum berani bersuara karena takut disalahkan.
Survei ini penting banget untuk tahu data konkret soal pelecehan di ruang publik selama pandemi agar advokasi kita ke pemerintah dan pihak lainnya terus berjalan sehingga mereka buat kebijakan yang lebih tegas soal pelecehan di ruang publik khususnya saat pandemi.
Karena aku percaya, kita, perempuan Indonesia berhak merasa aman dari pelecehan tanpa harus disalahkan lagi. Jika kalian pernah mengalami kekerasan, jangan ragu untuk mencari bantuan melalui website CariLayanan dan jika kamu melihat kekerasan di ruang publik, kamu bisa lakukan metode intervensi 5D yang dapat kamu latih melalui website StandUp.
Dengan #MulaiBicara, kita bisa sama-sama #LawanPelecehan.
Salam,
Anindya Vivi
Koalisi Ruang Publik Aman
Sumber ilustrasi: https://editorial.femaledaily.com/blog/2021/04/09/lawan-pelecehan-seksual-di-ruang-publik-dengan-5-cara-ini