Petition Closed
Petitioning Ketua komisi DPRD Batu Heli Suyanto and 2 others

Dirikan monumen Munir di kota kelahirannya: Batu.


Dalam hidupnya Munir adalah tauladan: seseorang yang memperjuangkan hak mereka yang lemah agar bebas dari keadaan dianiaya, dibungkam, atau dimatikan, tanpa memandang perbedaan agama, ras, dan keyakinan politik.

Ketika ia mati terbunuh, Munir mengingatkan: kekejaman yang dengan leluasa dipraktekkan Orde Baru masih bisa kembali. Bahwa pembunuh dan pembunuhannya belum terungkap tuntas itu petunjuk: kekerasan masih bisa sewenang-wenang, dan kesewenang-wenangan bisa melanjutkan kekerasan. Kita menyaksikannya akhir-akhir ini terhadap mereka yang berkeyakinan lain. Munir harus terus hidup dalam ingatan kita, untuk Indonesia yang lebih menghormati hidup sesama.

Presiden pernah berkata bahwa kasus Munir adalah “Ujian sejarah kita” atau “The test of our history.” 8 tahun setelah itu, masih banyak yang bangsa ini belum ketahui dari sejarah tersebut.

Apabila kita ingin lulus dari ujian ini, banyak yang perlu dilakukan. Semua upaya harus dijalankan. Investigasi diteruskan, bukti baru ditemukan, pengadilan dijalankan, pelaku dipenjarakan.

Namun petisi saya kali ini, petisi yang sederhana. Saya ingin jasa Munir pada negri ini tidak tersesat sebatas wacana saja. Saya ingin ada penanda yang konkrit, yang bisa merawat ingatan kita tentang pengorbanan Munir demi kemanusiaan.

Pada tahun 2007, walikota kota Batu, Malang, Almarhum Imam Kabul, berjanji akan mendirikan monumen Munir pada kota kelahirannya tersebut. Melalui petisi ini saya ingin hanya menagih janji pemerintahan kota Batu.

Sebuah monumen Munir adalah langkah yang penting dalam ujian sejarah ini dengan sebuah penegasan bahwa beliau berada di jalan yang benar. Dan jiwa beliau hidup terus dalam jiwa sebuah bangsa yang senantiasa mencari dan membela kebenaran. Dengan monumen ini, kita dipaksa agar tidak lupa.

Bantu saya menagih hutang yang sudah lama ini. 

Letter to
Ketua komisi DPRD Batu Heli Suyanto
Kepala Suku Batu Koeboe Sarawan
Walikota Batu Eddy Rumpoko
Saya baru saja menandatangani petisi berikut ini tertuju kepada: Walikota Batu.

----------------
Memenuhi janji: mendirikan monumen Munir di kota kelahirannya

Presiden pernah berkata bahwa kasus Munir adalah “Ujian sejarah kita” atau “The test of our history.” 8 tahun setelah itu, masih banyak yang bangsa ini belum ketahui dari sejarah tersebut.

Apabila kita ingin lulus dari ujian ini, banyak yang perlu dilakukan. Semua upaya harus dijalankan. Investigasi diteruskan, bukti baru ditemukan, pengadilan dijalankan, pelaku dipenjarakan.

Namun petisi saya kali ini, petisi yang sederhana. Saya ingin jasa Munir pada negri ini tidak tersesat sebatas wacana saja. Saya ingin ada penanda yang konkrit, yang bisa merawat ingatan kita tentang pengorbanan Munir demi kemanusiaan.

Pada tahun 2007, walikota kota Batu, Almarhum Imam Kabul, berjanji akan mendirikan monumen Munir pada kota kelahirannya tersebut. Melalui petisi ini saya ingin hanya menagih janji pemerintahan Kota Batu.

Sebuah monumen Munir adalah langkah yang penting dalam ujian sejarah ini dengan sebuah penegasan bahwa beliau berada di jalan yang benar. Dan jiwa beliau hidup terus dalam jiwa sebuah bangsa yang senantiasa mencari dan membela kebenaran. Dengan monumen ini, kita dipaksa agar tidak lupa.
----------------

Salam,