Berikan insentif untuk pria pelajang sebagai kontribusi mengatasi overpopulasi

Masalahnya

Saat ini, dunia menghadapi tantangan besar berupa overpopulasi,  peningkatan angka kelahiran yang tidak terkontrol, tingkat pengangguran yang tinggi akibat ketatnya persaingan lowongan kerja, serta krisis sosial dan ekonomi lainnya yang berkaitan dengan kepadatan penduduk. Banyak kebijakan global yang telah diarahkan untuk menekan laju kelahiran, namun seringkali fokus hanya diberikan pada pengaturan kelahiran perempuan atau program keluarga berencana.

Namun, ada satu kelompok yang kontribusinya belum pernah dihargai secara nyata: pria jomblo atau pria yang memilih untuk melajang seumur hidup.

Kami percaya bahwa pria yang secara sadar memilih untuk tidak menikah dan tidak memiliki anak sebenarnya telah berkontribusi besar dalam menekan angka kelahiran dunia. Ini adalah bentuk pengorbanan sosial yang tidak banyak diperhitungkan secara formal. Sudah saatnya mereka mendapatkan pengakuan dan insentif yang layak — baik dalam bentuk tunjangan, keringanan pajak, akses fasilitas kesehatan mental, atau penghargaan simbolik dari negara dan komunitas internasional.

Melalui petisi ini, kami meminta Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya badan-badan terkait seperti UNFPA (United Nations Population Fund), untuk:

  1. Mengakui pria lajang/jomblo sebagai bagian penting dari solusi pengendalian populasi.
  2. Menyusun rekomendasi kebijakan global yang memberikan insentif bagi pria yang memilih untuk tidak kawin dan tidak memiliki anak, seperti tunjangan hidup, keringanan atau pembebasan pajak, dan penghargaan sosial.
  3. Menentang keras stigma negatif terhadap pria jomblo atau pria yang memilih hidup melajang dan menjadikan pilihan ini sebagai bagian dari gaya hidup yang sehat dan berkontribusi.

Kami yakin bahwa menghargai keputusan individu untuk tidak kawin atau tidak berkeluarga adalah bagian dari keadilan sosial dan hak asasi manusia. Petisi ini bertujuan untuk mendorong dunia mengakui dan menghargai mereka yang diam-diam telah membantu mengurangi beban planet ini.

Dukung petisi ini jika Anda percaya bahwa kontribusi dalam bentuk pengendalian diri dan tanggung jawab sosial juga layak dihargai. Dukung pengakuan serta insentif untuk pria jomblo/lajang sebagai pejuang populasi dunia. Mari kita bersama-sama dorong perubahan kebijakan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan dan adil bagi semua.

avatar of the starter
Alvin SetiabudiPembuka Petisi

2

Masalahnya

Saat ini, dunia menghadapi tantangan besar berupa overpopulasi,  peningkatan angka kelahiran yang tidak terkontrol, tingkat pengangguran yang tinggi akibat ketatnya persaingan lowongan kerja, serta krisis sosial dan ekonomi lainnya yang berkaitan dengan kepadatan penduduk. Banyak kebijakan global yang telah diarahkan untuk menekan laju kelahiran, namun seringkali fokus hanya diberikan pada pengaturan kelahiran perempuan atau program keluarga berencana.

Namun, ada satu kelompok yang kontribusinya belum pernah dihargai secara nyata: pria jomblo atau pria yang memilih untuk melajang seumur hidup.

Kami percaya bahwa pria yang secara sadar memilih untuk tidak menikah dan tidak memiliki anak sebenarnya telah berkontribusi besar dalam menekan angka kelahiran dunia. Ini adalah bentuk pengorbanan sosial yang tidak banyak diperhitungkan secara formal. Sudah saatnya mereka mendapatkan pengakuan dan insentif yang layak — baik dalam bentuk tunjangan, keringanan pajak, akses fasilitas kesehatan mental, atau penghargaan simbolik dari negara dan komunitas internasional.

Melalui petisi ini, kami meminta Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya badan-badan terkait seperti UNFPA (United Nations Population Fund), untuk:

  1. Mengakui pria lajang/jomblo sebagai bagian penting dari solusi pengendalian populasi.
  2. Menyusun rekomendasi kebijakan global yang memberikan insentif bagi pria yang memilih untuk tidak kawin dan tidak memiliki anak, seperti tunjangan hidup, keringanan atau pembebasan pajak, dan penghargaan sosial.
  3. Menentang keras stigma negatif terhadap pria jomblo atau pria yang memilih hidup melajang dan menjadikan pilihan ini sebagai bagian dari gaya hidup yang sehat dan berkontribusi.

Kami yakin bahwa menghargai keputusan individu untuk tidak kawin atau tidak berkeluarga adalah bagian dari keadilan sosial dan hak asasi manusia. Petisi ini bertujuan untuk mendorong dunia mengakui dan menghargai mereka yang diam-diam telah membantu mengurangi beban planet ini.

Dukung petisi ini jika Anda percaya bahwa kontribusi dalam bentuk pengendalian diri dan tanggung jawab sosial juga layak dihargai. Dukung pengakuan serta insentif untuk pria jomblo/lajang sebagai pejuang populasi dunia. Mari kita bersama-sama dorong perubahan kebijakan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan dan adil bagi semua.

avatar of the starter
Alvin SetiabudiPembuka Petisi
Dukung sekarang

2


Perkembangan terakhir petisi