Decision Maker

Ganjar Pranowo

  • Gubernur Jawa Tengah

H. Ganjar Pranowo, S.H (lahir di Karanganyar, Jawa Tengah, 28 Oktober 1968; umur 46 tahun) adalah Gubernur Jawa Tengah yang menjabat sejak 23 Agustus 2013.


Does Ganjar Pranowo have the power to decide or influence something you want to change? Start a petition to this decision maker.Start a petition
Closed
Petitioning Jokowi, Ganjar Pranowo, Ignasius Johan, Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah, Kepalai Balai Lingkungan H...

Pak @jokowi, Cabut Izin PLTP Baturaden!

Siapa sih yang tidak mengenal Gunung Slamet? Gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki hutan tropis alami terakhir di Pulau Jawa ini, terlihat oleh kita setiap hari. Berbagai flora dan fauna hidup di Gunung Slamet. Mulai dari Elang Jawa, Macan Tutul, Anggrek Gunung, hingga spesies Katak yang belum diberi nama pun ada di Gunung Slamet. Kesemuanya dapat hidup lestari di Gunung Slamet karena rapatnya tutupan hutan lindung, yang membuat suhu di sana selalu lembab dengan kondisi tanah yang selalu basah karena serapan air yang baik. Dengan kondisi demikian pun, Gunung Slamet dapat menyediakan pasokan air melalui ratusan aliran sungai untuk keperluan makhluk hidup di sekitarnya. Masyarakat Banyumas terutama, amat bergantung pada keberadaan Gunung Slamet ini, mulai dari untuk air minum sehari-hari, pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, bahkan pariwisata. Akan tetapi berkah titipan Tuhan yang begitu indah ini, kondisinya tak lagi sama sejak datangnya proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan panas bumi sebagai sumber energinya. Untuk membangkitkan listrik dengan panas Bumi dilakukan dengan mengebor tanah di daerah yang memiliki potensi panas bumi tinggi untuk menggerakkan turbin yang tersambung ke generator. Perusahaan pemenang tender Proyek PLTP Baturraden bernama PT. Sejahtera Alam Energy (PT. SAE). Permodalan PT. SAE berasal dari 2 perusahaan. Yang pertama adalah perusahaan asing STEAG PE GmbH asal Jerman dengan saham 75%. Sedangkan 25% sisanya dimiliki oleh PT. Trinergy asal Indonesia. Rencana biaya yang dikeluarkan untuk Pengusahaan Tenaga Panas Bumi sebesar 880 juta US Dollar. Semua ini diperlukan untuk menghasilkan listrik dengan target 220 Mega Watt.PT. SAE memegang Izin Panas Bumi (IPB) berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1557 k/30/MEM/2010, yang kemudian diperbarui menjadi Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 4577k/30/MEM/2015. Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) PLTP Baturraden seluas 24.660 hektar, meliputi Kab. Brebes, Kab. Banyumas, Kab. Purbalingga, Kab. Tegal dan Kab. Pemalang; yang 90% dari lokasi tersebut merupakan kawasan hutan lindung. Maka dari itu, untuk menjalankan operasinya, PT. SAE harus memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan. Per 22 Agustus 2014, Kementerian Kehutanan mengeluarkan izin seluas 44 hektar. Namun per 5 Oktober 2016, PT. SAE telah mengantongi IPPKH seluas 488,28 hektar. Saat ini, pembangunan PLTP Baturraden memasuki tahap eksplorasi. Tahap ini terdiri dari beberapa kegiatan, antara lain pembangunan landasan sumur, pembangunan jalan untuk akses ke landasan sumur, pembukaan lahan untuk pemasangan pipa, area dispossal, embung, dan bangunan sementara. Berdasarkan Formulir UKL-UPL PT. SAE lokasi yang dibutuhkan untuk tahap eksplorasi ini seluas 6.757.770 meter persegi (675,7 hektar). Luasan lahan tersebut akan digunakan untuk membangun 8 Wellpad yang direncanakan. Saat ini pembangunannya telah memasuki wilayah Kabupaten Banyumas, tepatnya telah mencapai Kecamatan Cilongok. Dampak yang telah terjadi Akhir-akhir ini, celeng (babi hutan) makin sering masuk ke pemukiman masyarakat sekitar lereng Gunung Slamet. Celeng-celeng itu doyan sekali makan umbi-umbian yang ditanami kaum tani. Saat ini untuk bisa makan singkong saja, kaum tani mesti membeli di pasar. Celeng-celeng ini tidak hanya merusak kebun milik kaum tani, tapi juga sampai masuk ke dalam rumah. Beberapa kali masyarakat juga sempat melihat macan mendekati pemukiman, meskipun tidak sesering celeng. Hanya saja, beberapa saksi tidak memahami jenis macan apakah yang sempat mendekati pemukimannya. Kaum tani pinggiran hutan di Dusun Semaya, Desa Sunyalangu, Kec. Karanglewas menjadi saksi atas fenomena ini. Di Desa Kemutug Kidul, Kec. Baturraden bahkan sempat didatangi ratusan kera gunung. Kera-kera tersebut menyerang wilayah pertanian penduduk setempat. Lahan pertanian yang ditanami padi, jagung, dan cabai terancam gagal panen. Peningkatan aktivitas turunnya hewan-hewan ke area masyarakat ini, seiring dengan berlangsungnya proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Gunung Slamet. Habitat utama hewan-hewan tersebut ini awalnya ada di hutan lindung Gunung Slamet, terutama di area Rawa Taman Dringo dan Bukit Rata Amba. Namun kedua area tersebut saat ini telah ditebang dan diratakan untuk kegiatan eksplorasi PLTP. Merasa terancam kehilangan sumber penghidupannya, hewan-hewan tersebut masuk ke pemukiman masyarakat. Sepanjang November 2016 sampai Maret 2017 juga telah terjadi pencemaran air sungai di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Hulu Sungai Prukut berubah warnanya menjadi merah kecoklatan. Padahal sungai tersebut selama ini menjadi sumber air bagi Desa Sambirata, Karang Tengah, Gunung Lurah, Panembangan, dan Kalisari. Kegiatan ekonomi produksi di desa tersebut terhambat. Bahkan ada yang berhenti total karena memang mayoritas di desa tersebut kegiatan ekonominya bergantung pada sumber air bersih. Masyarakat di desa tersebut kebanyakan berkegiatan di sektor pertanian, perikanan, peternakan, produksi tahu rumahan (di Desa Kalisari terdapat 283 pengerajin tahu – Sentra produksi tahu terbesar di Banyumas) dan wisata alam seperti curug (air terjun).(2) Berdasarkan temuan lapangan KPH Banyumas Timur, kekeruhan yang terjadi dikarenakan material pohon dan tanah dibuang ke pinggiran kali. Sehingga, saat terjadi hujan lebat material tersebut terbawa ke hilir dan mengakibatkan kekeruhan yang berkepanjangan.(3) Pemenuhan kebutuhan air bersih untuk rumah tangga pun juga terganggu. Air sungai yang biasa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan tersebut terlalu kotor untuk diminum, mandi, memasak, ataupun mencuci. Untuk menyiasati cobaan ini, masyarakat akhirnya membeli air bersih kurang lebih 5 sampai 10 dirijen per rumah per hari. Baru setelah keluhan rutin diajukan sepanjang Januari-Februari, pihak perusahaan membuka posko pengaduan dan bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas memberi bantuan air bersih. Itu pun bantuannya tidak rutin. Pencemaran ini disebabkan oleh pembukaan hutan dan pembangunan jalan dari kawasan agrowisata Kaligua, Kab. Brebes sampai ke area Taman Dringo (sebuah rawa di hutan lindung Gunung Slamet). Jalan tersebut dibangun untuk memudahkan mobilisasi transportasi dan peralatan yang diperlukan untuk eksplorasi panas bumi. Potensi KerusakanSebagian besar proyek PLTP terletak di Kawasan Hutan Lindung. Kawasan Hutan Lindung merupakan kawasan hutan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya. Hutan ini ditujukan untuk menjalankannya fungsi-fungsi lingkungan khususnya untuk memelihara tutupan vegetasi dan stabilitas tanah di lereng-lereng curam serta melindungi Daerah Aliran Sungai. Dalam sistem Hidrologi panas bumi, kawasan ini merupakan daerah resapan air yang berfungsi sebagai pemasok air ke dalam sistem reservoir. Penyebaran daerah resapan air meliputi hampir di setiap kabupaten (Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, Brebes). Inilah alasan kenapa selama ini Gunung Slamet dianggap sebagai sumber penghidupan, yaitu karena hutan lindungnya yang masih alami. Ketika musim penghujan tiba, hutan lindung di Gunung Slamet mencegah supaya air tidak mengalir deras ke bawah sehingga tidak terjadi banjir. Air tadi disimpan di dalam tanah berkat adanya hutan lindung. Sedangkan ketika kemarau, cadangan air tanah tadi keluar melalui berbagai sumber mata air. Sehingga masyarakat terutama petani yang amat bergantung dengan air, tidak mengalami kekeringan. Kelestarian Gunung Slamet adalah kunci keseimbangan kehidupan alam maupun sosial di sekitarnya. Proyek PLTP ini berpotensi mengancam keseimbangan ekosistem Gunung Slamet. Berbagai fenomena turunnya satwa liar ke wilayah masyarakat akan menjadi lebih sering, dan akan semakin banyak desa yang bisa terdampak. Sistem hidrologi juga sangat terancam, penurunan kuantitas maupun kualitas sumber mata air sangat mungkin terjadi. Kedua hal ini tentu akan berdampak pula pada kegiatan produktif masyarakat, terutama pada sektor-sektor yang mengandalkan keseimbangan alam Gunung Slamet seperti pertanian. Celakanya proyek sebesar 7 Triliun ini hanya diwajibkan Dokumen UKL-UPL, bukan Dokumen AMDAL; yang setara dengan usaha bengkel di Pinggir jalan. Parahnya lagi, proyek ini tidak menjunjung kaidah-kaidah konservasi. Rabu, 24 Mei 2017, PT. SAE melakukan sosialisasi proyek yang mengundang Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kepala Dinas ESDM Propinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa tengah, Pemerintah Daerah Banyumas, Tokoh Masyarakat, Organisasi Masyarakat, NGO/LSM, Wartawan media, BEM dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UNSOED. Akan tetapi, sosialiasasi tersebut tidak dihadiri oleh pihak-pihak yang diundang. Beberapa organ yang hadir ada yang Walk-out dari acara Sosialisasi, dan menyatakan MENOLAK dengan keras pembangunan PLTP (geothermal) di Gn. Slamet. Hari ini negara telah terbukti lebih berpihak pada pemodal dan korporasi; bukan kepada masyarakat dan kelestarian alam.Risiko dan bahaya yang besar akan segera dirasakan masyarakat ketika proyek ini diteruskan. Maka dari itu, mari kita galang dukungan demi lestarinya hutan lindung Gn. Slamet! TIDAK ADA KOMPROMI atas hal ini. Proyek PLTP Baturraden harus DIHENTIKAN dari Gunung Slamet. Menjaga alam bukan hanya kewajiban pecinta alam dan aktivis, ini adalah PERJUANGAN dan JIHAD BERSAMA!  Salam lestari!Salam budaya!Kabarkan!

Selamatkan Slamet
32,491 supporters
Petitioning Joko Widodo

Hentikan operasi pabrik semen yang menggusur warga di Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah!

Hari cinta Sedunia, 14 februari 2015 Jam 16.17 waktu setempat.  Hari ke 244 di tenda perlawanan warga, demi rumahnya, melawan pembangunan pabrik Semen Indonesia.  Bersama para ibu yang telah dihina disiksa dan dipukuli secara rutin oleh mafia rakus yang ingin mengambil tanah mereka.  Bertahan.  Setiap jengkal tanah adalah setetes darah dan harga diri.  Saat yang kaya makin jadi kaya, begitu pula si miskin. Sama antara pejabat dan rakyat. Tidak puas "menjual" lahan lahan bagus tanah air, sekarang pegunungan Kendeng Jawa Tengah , Rembang sudah "dilacur" pejabat untuk Semen Indonesia, menyusul daerah daerah lain.  Di Lumbung Padi indonesia, yang sudah berubah menjadi penyumbang bencana terbesar Indonesia. Tanah cantik para petani yang sudah diduduki puluhan pabrik semen yang orientasinya adalah EKSPOR.  Ratusan ribu orang terancam kemiskinan dan penelitian mengatakan kalau ini diteruskan maka per 2050 sebagian Jawa sudah bisa dipastikan hilang dari Peta.  Hari ini, gunung indah dan hijau dengan sumber air alami ini sudah dirubah oleh para mafia rakus menjadi daerah kekeringan. 2 JUTA orang JawaTengah sekarang sudah kekurangan air.  Dengan ledakan besar pemecah batu setiap jam 12 siang 10 menit dari rumah rakyat, mungkin mereka berharap suatu hari kita merubah makanan pokok kita dari nasi menjadi semen.  Kali ini masih ada satu kesempatan untuk kita menghentikan. Karena Seorang Menteri bisa mengeluarkan surat dan begitu juga seorang Gubernur. Karena suara rakyat harus didengar.  Karena kalau tidak, mafia akan terus merajalela di area lain Indonesia.  Karena, kita adalah manusia dan pejabat kita konon adalah manusia punya hati yang bisa membaca dan merasakan.  Buat yang mau baca lengkap kerugian yang bs terjadi kalau ini berjalan bisa buka di : http://melaniesubono.blogdetik.com/2015/03/03/sejengkal-tanah/ Dan kalau kamu setuju, tanda tangani ini yang akan langsung disampaikan ke Ibu Siti Nurbaya dan Pak Ganjar Pranowo sebagai dua wakil suara kita yang bisa menghentikan ini.  Untuk indonesia. Rumah kita. 

melanie subono
28,449 supporters
Petitioning Ganjar Pranowo

Stop Shark Exploitation in Karimunjawa - Please start Investigation!

Dear readers,   As traveler and lover of Indonesian nature/environment I feel that it's my responsiblity to raise the issue of Shark Exploitation/Cruelty in Karimunjawa Island (Jawa Tengah) and ask for a further investigation to improve conditions and if possible: Setting the sharks free!  Please sign this petition to help Indonesia to develop a more responsible, sustainable tourism: For human and animal. The trigger of setting up this petition was that my Instagram post/picture went viral with thousands of reactions and messages to the bad situation I described --> https://www.instagram.com/p/BFs8fSpwOPq/ (Instagram: @FredNeust) Current condition Sharks, different sizes and age-range, are held captive in a small "sea water pool" with the targeting of luring tourists to take pictures with the sharks. (Even me, to be honest, came there initially to take a picture for my Instagram.)  It is a big Unique-Selling-Point for beautiful Karimunjawa as tourism destination and is referred as main attraction, even on Tripadvisor.com  Local workers are casting/angling/leading the Sharks with dead fish in the direction of the tourists to take pictures. The pool does not contain other fish or sea plants, but a bit of waste/rubbish. People are entering the pool with dirty clothes and stressing/provoking the sharks with loud/hectic behavior. Some of the local workers say they breed and raise some of the sharks there, but there is no evidence and the conditions are not fair. There is the suspicion - without proof- that the sharks are caught first and then brought to this place.  Overall the conditions are inappropriate for this species and need to be improved urgently Target I wish that more influential people than me get aware of the problem and help to find a solution. Hopefully, inspiring decision makers as Susi Pudjiastuti, Riyanni Djangkaru, Ridwan Kamil and Ganjar Pranowo will take notice and bring change!  Solution approaches A closure compensation payment to operators might be considered  and/or A donation/fund can be used to improve the overall conditions for the sharks and train the workers how to treat animals right If they increase breeding sharks, the process needs to be regulated and controlled to ensure appropriate treatment.  An investigation has to be made if sharks are getting caught and capture there or not.  Additional comment: Local workers  For me, it is important that not the local workers at this place get criticized. They are just part of an incorrect system that needs to be improved.  I do not want people to lose their jobs, so I do vote for a fair transfer to continue working in Tourism, but Eco-tourism. Maybe they could get a job as "guards "to look after the sea world around the islands. Lots of corals are destroyed and people don't take care if they step on and destroy the sea life.   For the sake of sustainable Ecotourism and that we all and our children's children have something from our beautiful Indonesia, thank you for signing this. #UntukIndonesia   And I need to add, I am thankful for having me "Bule" here. I do not want to act like I know this country best. It's just about giving something positive back with a small change. I do respect Indonesia on the highest level, want to spend my life here, so I am honored to live in this beautiful country that we should be all proud of -  even if some things are not working well yet. I am optimistic for our future!   Dimana ada kemauan, di situ ada jalan! Semangat!  

Frederik Neust
7,108 supporters
Petitioning Ganjar Pranowo, Bupati sukoharjo, Siti Nurbaya Bakar

Pemerintah Kab.Sukoharjo: PINDAHKAN/TUTUP PT.RUM LIMBAH MENCEMARI UDARA MERUSAK EKOSISTEM

FAKTA DAN DATA PT. RAYON UTAMA MAKMUR (PT. RUM) 1. Menempati areal seluas 65 hektare2. Menyedot air bengawan solo sebesar 1.050 M3/jam,,, jika 24 jam,, artinya 24.000 M3,,, alias 24.000.000 liter/hari.3. Membuang air yg sudah bercampur bahan kimia 800 M3/jam, alias 19.000 M3 per hari ,,alias 19.000.000 liter per hari,4. Memproduksi 80.000 ton serat rayon per tahun5. Menghasilkan 30.000 ton (maaf koreksi jika salah) Sodium Sulfat (Na2SO4),,, sebagai hasil samping yg dijual ke PT. AKR,,sebagai sumber bahan kimia sulfat ,,,substitusi belerang6. Melibatkan reaksi kimia dg bahan2 dari NaOH (caustik soda), asam sulfat (H2SO4), Chlorin (ClO2), dan CS2 ( Carbon disulfida yg menyengat, gas)7. Air limbah bersifat asam dg pH berkisar 58. Menimbulkan pencemaran Air & Udara (bau busuk yang menyengat hingga puluhan desa kena dampaknya, kira-kira radius 20 km) 9. Anak anak sekolah di sekitaran Pabrik belajar dengan menggunakan masker, ini sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar mereka. 10.Limbah sudah mencemari selama 2 bulan lebih..sudah dua kali warga demo untuk memperbaiki bau limbah. Sampai sekarang belum ada tindakan yang nyata dari pihak pabrik & pemerintah kabupaten. SOLUSI: PINDAHKAN PABRIK DARI PEMUKIMAN WARGA ATAU TUTUP INI BENCANA LINGKUNGAN UNTUK SUKOHARJO DAN JAWA TENGAH,,  

yudi cool
4,227 supporters
Victory
Petitioning Ganjar Pranowo

Izinkanlah Diskusi Buku Tan Malaka di Semarang, Senin 17 Februari

Pak Ganjar Pranowo yang terhormat, Izinkanlah Diskusi Tan Malaka di Semarang, Senin 17 Februari 2014.  Petisi ini kami sampaikan kepada Anda sebagai Gubernur Jawa Tengah, sekaligus seorang pemimpin yang baik dan masih mau mengerti aspirasi generasi muda dan semua yang peduli pada sejarah.  Pada 12 Februari kemarin, petugas intel Polrestabes Semarang datangi tempat kami. Mereka menanyai banyak hal pada kami perihal acara diskusi yang hendak kami gelar. Selang satu jam kemudian kami mendapat tembusan surat dari Pemuda Pancasila yang menyatakan keberatan atas acara kami dan meminta Polrestabes Semarang agar tidak menerbitkan izin.  Apa ada yang salah pada diskusi kami? Kami berencana membuat Diskusi pada 17 Februari 2014, menghadirkan Harry Poeze, tempatnya di Grobak Art Kos, Semarang, Jawa Tengah. Alasan kami membuat acara ini sangat sederhana, kami anak-anak muda yang mencintai sejarah dan ingin tahu lebih banyak lagi tentang masa silam negara kita.  Rasa ingin belajar sejarah ini terdorong kembali oleh terbitnya suatu penelitian mendalam mengenai Tan Malaka, sang tokoh yang pernah berkata "Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda."  Tan Malaka juga sahabat dekat pendiri bangsa kita, Soekarno, Hatta, Sjahrir. Ia berpendirian teguh tanpa kompromi saat Indonesia dijajah. Hidupnya tragis, ditembak mati. Padahal Soekarno telah menyematkan tanda pahlawan nasional kepada Tan Malaka.  Ada banyak lagi yang belum dan ingin sekali kami pelajari, terutama dari karya penelitian Harry Poeze yang amat tebal sekali: 2000an halaman.  Jadi, dengan Petisi ini saya dan kawan-kawan ingin meminta Anda selaku Pemimpin Pemerintahan Jawa Tengah untuk mendengarkan generasi Muda dan semua yang peduli sejarah, dengan cara memastikan acara ini berjalan.  Dengan petisi ini, kami minta Pak Ganjar Pranowo, untuk izinkan acara Diskusi Buku ini berlangsung. Kami yakin, Pak Ganjar dapat berbicara dengan kelompok atau organisasi yang keberatan atas Diskusi ini atau mengajak mereka untuk ikut menyimak jalannya Diskusi.    Demikian petisi ini kami sampaikan. 

adin mbuh
2,280 supporters
Closed
Petitioning Ganjar Pranowo

Tolak Pabrik Semen di Rembang

TOLAK PABRIK SEMEN di Rembang Gerakan Mahasiswa Pembela Kendeng Atas Pembangunan Pabrik Semen di Rembang   Setelah melalui upaya hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Surabaya, pada tahap peradilan Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia. Tanggal 05 Oktober 2016, perkara Tata Usaha Negara (TUN) atas SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 660./17 tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen Oleh PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Di Kabupaten Rembang tahun 2012, warga Rembang memenangkan gugatan tata usaha negara melawan Gubernur Jawa Tengah dan PT Semen Gresik. Pada putusan atas permohonan PK warga Rembang tersebut, MA memutuskan; pertama, mengabulkan gugatan Para Pengugat untuk seluruhnya; kedua, Menyatahkan batal surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No.660.1/17 tahun 2012, tanggal 7 Juni 2012, tentang izin lingkungan kegiatan penambangan oleh PT Semen Gresik Tbk., dikabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah; ketiga, Mewajibkan kepada tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 660./17 tahun 2012, tanggal 7 Juni 2012, tentang izin Lingkungan Kegiatan Penambangan oleh PT Semen Gresik tbk., di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Namun, putusan tersebut hanyalah bersifat angin lalu bagi Ganjar Pranowo selaku Gubenur Jawa Tengah saat ini, terlihat dalam; beberapa pendangannya di ruang-ruang publik (Mata Najwa, edisi Bergerak demi Hak; Tirto.id wawancara, dsb) menyatahkan keberpihakannya pada Semen Indonesia. Lebih jauh, berdasarkan rekaman dokumen pribadi GMPK, dan dapat dilihat dalam Kompas.com tanggal 26 April 2016 pukul 12.37 WIB “atas pernyataan, ‘’ jika masyarakat menang dijalur hukum tidak akan ada pabrik Semen’’. Berdasarkan, penenulusuran GMPK sejauh ini Ganjar merupakan orang yang akan mempermainkan hukum. Setelah adanya putusan MA RI tentang upaya PK yang dilakukan Warga Rembang, Ganjar sama sekali belum terlihat mengindahkan putusan tersebut. Termasuk dengan mengeluarkan SK baru No. 660.1/30 tahun 2016 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan Bahan Baku Semen dan Pembangunan Serta Pengoperasian Pabrik Semen PT Semen Indonesia Tbk. Di Kabupaten Rembang. Keluarnya SK baru tersebut adalah bentuk upaya Ganjar mengkhianti rakyatnya. Sebab, konflik akan pendirian pabrik di Rembang sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Bagaimana bisa, dengan permohonan PT Semen Indonesia perihal Izin Lingkungan baru, Ganjar dengan mudahnya mengeluarkan SK yang pada prinsipnya menguntungkan pihak PT Semen Indonesia. Hal ini menurut GMPK adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Kemudian, sebagai negara hukum seharusnya Ganjar yang juga mewakili pemerintah harus segera melaksanakan putusan MA tersebut dengan tempo secepatnya. GMPK juga menyampaikan, bahwa penolakan pabrik Semen adalah upaya menjaga upaya kelestarian pengunungan Kendeng, baik dari sosial, budaya, flora dan fauna. Kewajiban manusia adalah menjaga alam agar tetap pada ekosistemnya. Melakukan ekspolitasi terhadap alam adalah upaya merusak alam. dan khsusunya bagi PT Semen Indonesia, relasi manusia terhadap alam dapat dilihat dari banyakanya pengalaman manusia terhadap alam itu sendiri. Mengindahkan pendapat-pendapat warga yang menolak pabrik semen atas kelestarian linkungan adalah mutlak harus diindahkan PT Semen Indonesia.  Kemudian, penolakan pabrik semen adalah upaya menjaga kedaulatan masyarakat Rembang. Bahwa, dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat (1), Pasal 28A, Pasal  28C ayat (2), Pasal 28D ayat (1), Pasal 28H ayat (1) dan (4) 28I ayat (2), (3) dan (4),  pada prinsipnya ‘’Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya’’. Untuk Itu, kami tetap menyatahkan sikap agar Gubernur Provinsi Jawa Tengah harus melaksanakan tuntutan Gerakan Mahasiswa Pembela Kendeng; 1.   Laksanakan Putusan Mahkamah Agung atas Mencabut Izin lingkungan kegiatan penambangan oleh PT Semen Gresik Tbk (PT Semen Indonesia), dikabupaten Rembang, Provinsi Jawa; 2.  Konsisten atas pernyataan, ‘’ jika masyarakat menang dijalur hukum tidak akan ada pabrik Semen’’ 3.  Moratorium pembangunan pabrik semen di Jawa Tengah; dan 4.  Hentikan Propaganda yang memecah masyarakat dan bertindak LAMIS terhadap rakyat!! Sikap ini ditulis agar Pemerintah Jawa Tengah, Ganjar Pranowo segera mengambil keputusan sebagaimana disampaikan dalam tuntutan diatas.    Semarang, 12 Januari 2017   An. Gerakan Mahasiswa Pembela Kendeng Kontak Person: Nico Andi A. 0857-9912-0425

Gerakan Mahasiswa Pembela Kendeng Komunitas
1,919 supporters
Victory
Petitioning Marzuki Ali

Batalkan Pengesahan RUU Ormas!

Apakah Anda tergabung dalam sebuah kelompok, komunitas, atau organisasi apapun? Kalau iya, hati-hati. Saat ini, DPR dan Pemerintah ingin mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Organisasi Masyarakat (RUU Ormas). Sebentar lagi 25 Juni 2013 RUU ini akan disahkan. Isinya menghambat anda untuk berkumpul dan berorganisasi, bahkan sekecil apapun. Siapapun anda, ketika kumpul bersama dua orang atau lebih, memiliki kesamaan tujuan dan minat, maka anda wajib mendaftarkan komunitas, kelompok maupun organisasi anda ke Bupati, Walikota, Gubernur, atau Kementerian Dalam Negeri. Bahkan, harus membuat akta notaris! Tidak hanya itu. Menurut RUU ini, setiap komunitas/kelompok anda harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), surat pernyataan tidak berafiliasi partai politik, untuk mendapat Surat Keterangan Terdaftar (SKT). Jika tidak, maka anda dilarang beraktifitas. Tidak hanya wajib daftar, semua organisasi, kelompok, atau komunitas di Indonesia juga bisa dihentikan kegiatannya bahkan dibubarkan dengan ukuran yang bisa di tarik-ulur oleh pemerintah atau aparat penegak hukum. Berorganisasi atau berkumpul merupakan hak setiap orang tanpa terkecuali. Jika ini merupakan hak, maka selayaknya negara/pemerintah memfasilitasi dan memberikan perlindungan, bukan memberikan batasan dan kewajiban yang memberatkan. Awalnya, pembuatan RUU ini bertujuan untuk menindak organisasi pelaku kekerasan. Kita setuju. Tapi Indonesia sudah punya Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) yang bisa menjerat pelaku kekerasan atau tidakan kriminal. Faktanya? Itu tak dilakukan. Karena memang masalahnya bukan pada Undang-Undang, melainkan penegakan hukum.

Kristina Viri
1,744 supporters
Closed
Petitioning Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Ganjar Pranowo

Kami butuh armada sewa khusus berbasis online di Kota Semarang

Pengertian kata online adalah dimana keadaan komputer/smartphone terhubung atau terkoneksi ke jaringan internet sehingga dapat mengakses internet, browsing, chatting dan mendapatkan informasi yang diperlukan melalui internet. Jika merujuk pada pada definisi online maka tidak ada yang salah dengan keberadaan transportasi sewa khusus berbasis online seperti "Uber, Gocar dan Grab. Kami selaku pemakai jasa transportasi online sangat terbantu sekali, selain driver yang ramah dan sopan, mobil yang bersih dan tentunya tarif yang ekonomis, sangat mengutamakan pelayanan dan kenyamanan untuk penumpang, dari cara pemesanan pun sangatlah mudah, tinggal masukan alamat penjemputan dan tujuan langsung klik dan tertera tarif yang pasti tanpa harus tawar menawar berbeda dengan taxi konvensional yang kadang masih tidak memberlakukan argo dan tak jarang pengemudinya tidak ramah serta keadaan mobilnya kurang bersih. Mungkin disini yang jadi masalah adalah upgrade layanan bukan masalah perizinan, sekarang sudah ada dari pihak taxi konvensional yang sudah upgrade layanan mereka dengan gabung bersama Gocar/Grab berarti mereka selangkah lebih maju dari tadi konvensional lainnya, dan menyadari bahwa kemajuan teknologi harus diikuti. Di Semarang tgl 8/9/2017 kemaren terjadi demo menuntut pembubaran taxi online, ada sedikit kejadian anarkis menimpa pengemudi dan penumpang transportasi online, malah sekarang ada instruksi dari pihak kepolisian untuk menilang transportasi online yang kedapatan mengangkut penumpang dan dicek di hp driver ada bukti penjemputan di aplikasinya Mohon sekiranya ada aturan yang jelas tentang masalah ini Kami pengguna transportasi khusus berbasis online sangat terbantu sekali dengan keberadaan mereka Terima kasih   

Dea Kirana
963 supporters
Petitioning Ganjar Pranowo, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, Joko Widodo

Peringkat seleksi PPDB Jateng harusnya mengacu pada nilai & prestasi, bukan SKTM

Dihari ke 4 PPDB Sekolah menengah Booming SKTM super dahsyat, gimana tidak, ada beberapa kasus calon siswa seleksi ppdb telah out oleh sistem online, sang wali murid dengan langkah tenang dan pasti cabut berkas, sorenya silaturrahim ke kades masing2 untuk dibuatkan SKTM, dan yg cenderung terjadi hampir sebagian besar kades dg senang hati membuatkannya demi rakyatnya yang jelas2 bukan anak PNS, konon esok paginya daftar lagi dengan membawa SKTM dan setelah masuk sistem beberapa saat dicek langsung masuk di urutan atasnya siswa yg berprestasi dg status; PRIORITAS DITERIMA, DAHSYAAAAT BUKAN?  Kisah lain, siswa berprestasi galau dan cemas dengan posisinya yang semakin turun, segenap kekuatan keputusasaan memberanikan diri nanya di sekolah sma tempat ia daftar, bertemu dengan panitia ppdb (entah guru atau bisa jadi kasek) dengan pertanyaan yang intinya kenapa posisinya kalah dengan siswa lain yg NUN jauh dibawahnya tapi diberi embel embel Siswa Miskin ( dengan SKTM), jawaban dari panitia tersebut sangat mengejutkan yang intinya kalau kamu ingin di urutan yang atas ya cari SKTM.... Demikianlah sedikit contoh yang terjadi di masa PPDB pada salah satu sekolah SMA, dan tentunya masih banyak yang lainnya dan variatif tergantung situasi dan kondisi yang terjadi di sekolah lainnya... Sementara disisi lain ( wali murid beserta siswa non sktm) mulai bermunculan situasi panik, cemas, galau, sedih, rasa marah, rasa takut berlebihan (lebih takut dari melihat hantu) , perasaan tidak menentu, keresahan dimana mana dengan ketidakpastian, ingin demo dan segenap rasa yang kompleks yang memungkinkan laksana gunung yang akan meletus.... yang dipicu hanya dengan selembar SKTM........ Hal tersebut diatas harus segera disikapi dan segera dicarikan solusi agar tidak terjadi gejolak yang lebih besar dan meluas, dengan hasil akhir mampu dan bermanfaat bagi semua pihak dengan tingkat penerimaan yang legowo karena mendapat rasa keadilan dalam sistem PPDB. Usulan wong cilik : OPD teknis dan terkait lebih peka, dan ada baiknya melakukan evaluasi proses PPDB dengan segala permasalahan yg timbul dan segera mencarikan solusi pemecahan dan penyelesaiannya... SemogaTuhan Yang Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu berkenan memberi Jalan Keluar yang baik, bermanfaat dan berkah bagi semua Aamiin. Mohon maaf lahir batin..... Salam

Nisa Alam
952 supporters
Petitioning Ganjar Pranowo, Siti Nurbaya Bakar

Kembalikan batu di sungai rahtawu kembali alami

Melihat situasi terkini sebuah sungai di Desa Rahtawu Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus yang bebatuannya di cat warna-warni oleh warga sekitar hanya untuk menarik para wisatawan lokal. Maka kami sebagai warga yg tidak setuju akan " massive vandalism" yg terstruktur dan secara terang-terangan ini menginginkan agar masyarakat sekitar, Kepala Desa dan para pelaku wisata di Desa Rahtawu mengembalikan keaslian dan keasrian bebatuan di sungai tersebut. Dan meminta masyarakat di daerah Kudus, Jepara dan sekitarnya untuk berpartisipasi bersama kami. Mari kita jaga ALAM 

rasyid sabri
694 supporters