Decision Maker

Anies Baswedan

  • Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia

Lahir di Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969, adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ia adalah seorang intelektual dan akademisi asal Indonesia.


Does Anies Baswedan have the power to decide or influence something you want to change? Start a petition to this decision maker.Start a petition
Petitioning Gubernur DKI, Anies Baswedan

Stop penangkapan kucing dipemukiman warga DKI Jakarta!!!

Maraknya penyisiran Kucing kucing dipemukiman warga DKI secara sporadis yang tidak diketahui bagaimana nasib kucing2 tersebut setelah dicari dipenampungan Hewan pondok pengayom. Kucing bukan hama... Bagaimana nasib kucing2 Yang ditangkap tersebut?? Saya berbicara sebagai animal lovers. Terutama cat lovers. Untuk penguasa DKI Yang Terhormat, Apa mau anda menangkap kucing-kucing bertuan seperti itu? Anda merasa sudah paling bisa memberantas banyaknya populasi kucing yang 'terlanjur' merajalela? Anda merasa paling benar jika sudah melakukan hal itu? Buka mata anda, kucing tersebut BERTUAN. Sudah pasti kehidupannya terjamin dan tidak membebankan anda semua! Tangakaplah kucing-kucing liar yang TIDAK bertuan. Alias hidupnya terancam di jalanan sana! Lalu, setelah anda tangkap. Anda suntik tidurkan? Dimana rimba mereka,Kami mencoba menelusuri kasus ini dan belum dapat kepastian nasib kucing2 tersebut,Mereka punya hak hidup! Mereka bukan hama! Mereka bukan sumber penyakit! Saya bukan sebaik-baiknya rescuer di sini. Tapi saya berbicara tentang perikehewanan yang seharusnya ditegakkan! Bukan dengan cara diberantas. Karena kami meyakini mereka bukan hama!

Kenimal Animal Shelter and Rescue
33,621 supporters
Victory
Petitioning Anies Baswedan

Anies Baswedan - sebagai menteri pendidikan

-seorang menteri harus mengerti apa yang terbaik dibidangnya

Ahmad Fallah
4,111 supporters
Closed
Petitioning Ketua dan Para Wakil Ketua DPR RI, Zulkifli Hasan, Facebook, whatupp , Twitter, duta besar RRC, Kerajaan Arab Saudi, Instagram, West Virginia Governor, World Bank, Jim Webb, Barbara Bailey, Preside...

Dukung aksi hukum ahok atau putus kerjasama RRC

AHok adalah koruptor dan penista agama juga representatif penguasa RRC terhadap indonesia, maka dengan ini saya ini solihin mengajak seluruh anak bangsa dan kaum muslim juga seluruh dunia untuk mendorong pemerintah ambil tindakan, hukum atau putuskan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Cina/Partai Komunis Cina karena mereka lah dan pengusaha hitam koruptor kakap dibelakang ini semua.. merdeka #saveNKRI

Lembaga Penelitian Kebijakan Pemerintah
3,827 supporters
Closed
Petitioning Anies Baswedan, Joko Widodo

Jakarta Tolak Reklamasi

Pemerintah pusat dalam hal ini Menko Maritim telah mencabut Moratorium 17 Pulau Reklamasi Jakarta pada tanggal 5 Oktober 2017. Diduga keras Menko Maritim Luhut BP akan memaksakan DPRD DKI Jakarta untuk melaksanakan Raperda Reklamasi sebelum pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur baru periode 2017/2022 pada 16 Oktober 2017. Rakyat Jakarta telah menentukan pilihan dalam Pilkada DKI 2017, suara terbanyak diberikan untuk Menolak Reklamasi. Kenapa Rakyat Jakarta Harus Menandatangani Petisi Jakarta Menolak Reklamasi ? Silahkan disimak beberapa alasan dibawah ini : Jakarta Tolak Reklamasi! 19 Alasan menolak reklamasi Teluk Jakarta: 1. Melanggar Hak Rakyat yang Dijamin Konstitusi UUD 1945 Menurut Walhi, reklamasi telah melepaskan hak penguasaan negara atas bumi Indonesia untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kepada pengusaha properti. Hal tersebut tentu melanggar Pasal 33 ayat (3) UUD 1945. Reklamasi juga mengurangi wilayah kelola nelayan tradisional dan memperparah pencemaran. Dengan itu, nelayan tradisional kehilangan sumber kehidupannya. Hal ini melanggar Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 yang menjamin Hak atas Pekerjaan dan Penghidupan yang Layak bagi Kemanusiaan dan bagi semua warga negara. Jika dilanjutkan, proyek ini akan menggusur permukiman nelayan atas nama penertiban. Padahal proyek ini ditujukan untuk pembangunan bagi segelintir kelas ekonomi atas. Ini jelas melanggar Pasal 28 H ayat (1) UUD 1945 yang menjamin Hak untuk Bertempat Tinggal dan Mendapatkan Lingkungan yang Baik dan Sehat bagi semua warga negara. 2. Jakarta Akan TenggelamDengan pembangunan reklamasi, banjir di Jakarta akan semakin menggila. Reklamasi menghilangkan fungsi daerah tampungan yang memperbesar aliran permukaan. Aliran sungai akan melambat sehingga terjadi kenaikan air di permukaan. Akibatnya, sedimentasi bertambah dan terjadi pendangkalan muara yang berefek pembendungan yang signifikan. Menurut Walhi, frekuensi banjir pun meningkat karena kapasitas tampung sungai yang terlampaui oleh debit sungai. Belum lagi Teluk Jakarta menjadi tempat bermuara sekitar 13 sungai. Tidak hanya itu, berdasarkan penelitian Nicco Plamonia dan Profesor Arwin Sabar, Jakarta Utara menghadapi penurunan muka tanah sejak 1985-2010 yang mencapai -2,65 meter di Cilincing hingga -4,866 meter di Penjaringan. Beban pembangunan telah melampaui daya dukung dan daya tampung (carrying capacity) Jakarta yang memperparah bencana ekologis berupa banjir rob di sepanjang teluk Jakarta. Pada saat ini saja, di setiap musim hujan Jakarta selalu terendam banjir. Banjir dalam skala luas bisa terjadi akibat reklamasi pantai utara Jakarta. 3. Proyek Warisan Orde Baru yang Berpihak kepada Pemodal Proyek ini pertama kali ditetapkan oleh Keppres Nomor 52 Tahun 1995 tanpa adanya kajian dan pertimbangan lingkungan hidup (sebelum adanya UU PPLH dan Tata Ruang) serta penuh dengan kolusi dan korupsi. Reklamasi adalah proyek orde baru tanpa partisipasi dan konsultasi masyarakat serta prinsip perlindungan warga nelayan tradisional dan lingkungan hidup. Kini, Keppres 52 Tahun 1995 telah dicabut oleh Perpres Nomor 54 Tahun 2008. 4. Merusak Lingkungan HidupReklamasi telah dinyatakan tidak layak dan merusak lingkungan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2003 tentang Ketidaklayakan Rencana Reklamasi dan Revitalisasi Teluk Jakarta. Putusan pengadilan memang membatalkan, tetapi tidak menghilangkan penilaian ketidaklayakan lingkungan hidup dari Reklamasi Pantura Jakarta. 5. Menghancurkan Ekosistem Sumber Pasir Urugan Setiap hektar pulau reklamasi akan membutuhkan pasir sebanyak 632.911 meter kubik. Jika dikalikan luas pulau reklamasi yang direncanakan 5.153 hektar, maka akan membutuhkan sekitar 3,3 juta ton meter kubik pasir. Pengambilan bahan urugan (pasir laut) dari daerah lain akan merusak ekosistem laut tempat pengambilan bahan tersebut. Hal ini juga dikhawatirkan memicu konflik berdarah dengan nelayan lokal seperti di Lontar, Serang-Banten. 6. Mengancam Jakarta sebagai Kawasan Strategis Nasional Jakarta ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang berfungsi penting bagi kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia. Jika reklamasi diteruskan dengan berbagai dampak lingkungan hidup di atas, maka akan menghancurkan Jakarta sebagai ibu kota negara, situs sejarah nasional, dan kawasan ekonomi nasional yang penting. 7. Reklamasi adalah Proyek Rekayasa LingkunganBentang alam Jakarta terbentuk secara alamiah melalui proses akresi yang berlangsung dalam waktu lama. Proses tersebut terjadi dengan terbentuknya 13 sungai yang mendorong sedimentasi dan kemudian mencapai hilir di Teluk Jakarta. Hasil sedimentasi ini lalu mengeras dalam waktu ratusan hingga ribuan tahun. Karena terjadi secara alamiah, maka proses ini tidak merusak lingkungan. Jadi, tidak pernah terjadi reklamasi alamiah di Jakarta, karena reklamasi merupakan rekayasa lingkungan yang mengabaikan kondisi Teluk Jakarta. 8. Menghancurkan Ekosistem di Kepulauan Seribu Pertumbuhan karang di Kepulauan Seribu akan terganggu akibat tekanan bahan pencemar dan sedimen. Gangguan pertumbuhan akan semakin parah dengan adanya perubahan arus yang semakin meningkat dan menghantam pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu. Perubahan arus akan menggerus gugusan pulau kecil dari Kepulauan Seribu yang terdekat Teluk Jakarta. Akibatnya pulau-pulau ini akan rusak dan bahkan lenyap. Salah satu pulau kecil yang bersejarah dan bisa terdampak adalah Pulau Onrust sebagai situs sejarah perkembangan VOC di Indonesia. 9. Merusak Tata Air di Wilayah PesisirJika reklamasi dilakukan seluas 5.100 hektar, maka sistem tata air di wilayah pesisir lama akan rusak. Kerusakan sistem tata air terjadi setidaknya pada radius 8-10 meter. Pasalnya, reklamasi akan menambah beban sungai Jakarta di saat musim hujan. Jika air sungai terhambat keluar, maka akan menyebabkan penumpukan debit air di selatan. 10. Menghancurkan Mangrove Muara Angke dan Habitat Satwa yang Dilindungi Hutan bakau sebagai tempat bertelur dan habitat ikan-ikan kecil (nursery) dan hutan mangrove penangkal abrasi akan digantikan oleh tumpukan pasir dan semen. Pada tahun 1992, Jakarta memiliki 1.140,13 hektar yang dikonversi seluas 831,63 hektar menjadi permukiman elit, lapangan golf, kondominium dan sentra bisnis di kawasan pemukiman Pantai Indah Kapuk (PIK). 11. Merusak Situs Sejarah JakartaSitus sejarah kota Jakarta sebagai kota bandar dengan pulau-pulau bersejarahnya di sekitar Teluk Jakarta akan tergerus dan hilang, jika reklamasi dilakukan. Pelabuhan Sunda Kelapa juga akan terancam hilang dengan keberadaan 17 pulau rekayasa tersebut. 12. Mengancam Obyek Vital NasionalSaat ini, terdapat PLTGU dan PLTU di Muara Karang, Pelabuhan Perikanan Samudra Nizam Zachman di Jakarta Muara Baru. Reklamasi Pulau G yang konsesinya dipegang PT Muara Wisesa Samudera, akan merusak kabel pipa kabel dan gas bawah laut yang menjadi suplai listrik Ibukota Jakarta. 13. Untuk Siapa?Reklamasi dibangun untuk kelas ekonomi atas, tidak untuk semua kelas apalagi menengah ke bawah. Harga properti yang dijual paling rendah seharga Rp 3,77 miliar dengan luas bangunan 128 meter persegi dan luas tanah 90 meter persegi. Dengan harga setinggi ini, siapa yang sanggup membelinya? 14. Butuh Restorasi Bukan ReklamasiPencemaran logam berat di perairan Teluk Jakarta memang masih dalam standar aman nasional. Namun, angka pencemaran ini telah melampaui standar Netherlands Standards for Water Sediment. Untuk mencegah pencemaran semakin parah, yang seharusnya dilakukan adalah dengan restorasi lingkungan, bukanlah reklamasi yang justru akan menambah kerusakan dan pencemaran laut. Reklamasi bisa mencemari air laut bahkan sejak proses pembangunan sampai beroperasinya pulau-pulau reklamasi. 15. Comberan Raksasa yang Berakibat Kematian IkanPerairan di Teluk Jakarta pasca proyek reklamasi dan Giant Sea Wall akan menjadi comberan raksasa. Kematian ikan akan semakin parah karena kemampuan pembilasan alami (natural flushing) akan hancur. Sedimen dari 13 sungai akan bertumpuk dan akan terjadi ledakan alga (booming fithoplankton) yang mengakibatkannya kadar oksigen rendah dan terjadi kematian ikan. Kematian ikan pada awal Desember 2015 bukanlah yang pertama. Hal yang sama dan diketahui publik pernah terjadi pada tahun 1970-an, 2004, dan 2007. 16. Mengancam Identitas Nelayan sebagai Penopang Kedaulatan Pangan Reklamasi akan merampas dan menghilangkan wilayah penangkapan ikan. Sebanyak 16.000 kepala keluarga nelayan terancam tergusur dari wilayah hidup dan kehilangan pekerjaannya. Pembuatan 17 pulau ini juga akan mengganggu aktivitas 600 kapal dari total 5.600 kapal nelayan yang ada di DKI Jakarta. Padahal, nelayan merupakan pahlawan protein bangsa, salah satu penopang kedaulatan pangan. Hal ini telah diakui dunia internasional dengan mengubah paradigma nelayan tradisional sebagai solusi lapangan pekerjaan, pemenuhan pangan perikanan dan ketimpangan kemiskinan. 17. Meningkatkan Kemiskinan dan Ketidakadilan terhadap Perempuan Pesisir Proyek reklamasi Teluk Jakarta tidak pernah memperhitungkan situasi khusus perempuan di pesisir Teluk Jakarta. Menurut data Walhi, tidak pernah ada data terpilah gender maupun kajian dampak yang berbeda terhadap perempuan. Perempuan pengupas kerang hijau menurun tajam pendapatannya, sehingga banyak yang bekerja serabutan termasuk menjadi buruh cuci ataupun pemulung. Ditambah dengan beban kerja domestiknya, rata-rata perempuan di pesisir Teluk Jakarta bekerja setidaknya 18 jam sehari yang membahayakan kesehatan reproduksinya. 18. Tidak Memberi Nilai Tambah untuk Jakarta Reklamasi hanya akan menjadi perumahan dan pusat komersial dengan desain arsitektur medioker yang tidak menjadi inspirasi ataupun kebanggaan Jakarta. Tidak ada capaian besar maupun urgensi ekonomi padahal biaya sosial dan lingkungannya sangat tinggi.Berbeda dengan Esplanade di Singapura atau Pantai Rio di Brazil, atau fasilitas publik yang bermanfaat, reklamasi di Jakarta hanya akan menjadi Pantai Indah Kapuk seluas separuh Kota Bogor. 19. Mimpi Buruk Poros MaritimProf. AB Lapian menyatakan Indonesia adalah sebagai “Negara kelautan yang bertabur pulau-pulau”. Namun, reklamasi menjadikan Indonesia sebagai negara daratan rekayasa dan pembohongan kelautan. Reklamasi memungunggi lautan dengan menimbun laut menjadi daratan baru. Sebarkan!

Taufik Hidayat
3,289 supporters
Closed
Petitioning Anies Baswedan

HAPUSKAN SYARAT NILAI UN 2015 SEBAGAI RUJUKAN SNMPTN DAN HAPUSKAN UJIAN NASIONAL!

#TolakUN2015 Ujian Nasional SMA Ujian Nasional SMA tahun 2014/2015 kali ini ternyata tak jua sesuai harapan negara, seperti halnya tahun-tahun sebelumnya. Meski tahun ini UN bukan lagi standar kelulusan, tetapi ternyata kecurangan yang diharapkan akan berakhir hanya menjadi mimpi belaka. Hal ini dikarenakan nilai UN akan menjadi acuan masuk PTN lewat jalur SNMPTN undangan. Pasalnya, kecurangan UN tahun ini malah semakin menjadi-jadi-atau mungkin yang terparah dibandingkan tahun sebelumnya. Maka, dengan ini, saya sebagai peserta Ujian Nasional SMA 2014/2015 mengajukan petisi: 1. Mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mengusut segala bentuk kasus kecurangan dalam Ujian Nasional SMA 2015  2. Mendesak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menghapuskan syarat nilai hasil Ujian Nasional SMA 2015 sebagai salah satu acuan masuk PTN melalui SNMPTN jalur undangan yang diragukan 3. Mendesak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mengkaji ulang pelaksanaan Ujian Nasional perihal seberapa ketat pun pengawasan yang dilakukan, kebocoran akan selalu terjadi setiap tahunnya 4. Mendesak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menghentikan pelaksanaan Ujian Nasional pada tahun-tahun berikutnya, terkait lebih banyaknya kerugian dan pelanggaran kewajiban peserta Ujian Nasional Berikut paparan alasan pengajuan petisi ini: 1.       Kecurangan yang terjadi tahun ini sangat ekstrem dan terparah  Bocornya soal UN dan kunci jawaban memang akan selalu terjadi setiap tahunnya. Namun, tahun ini adalah yang terparah. Pasalnya, bukan hanya beredarnya kunci jawaban yang disebarkan bebas atau berbayar, melainkan bocornya soal UN yang dapat diunduh dengan bebas di internet pada situs Google Drive dalam bentuk pdf. Jadi, hampir semua siswa-bukan seperti biasanya, yaitu hanya beberapa dan menggunakan kunci jawaban-sudah ramai mengerjakan soal-soal tersebut di hari sebelumnya. Kebocoran soal yang dapat "dinikmati" siapapun dengan gratis ini tentu saja tidak akan disia-siakan oleh siswa. Kebocoran soal lebih kriminal dibanding bocoran kunci jawaban, karena soal-soal ini dapat dibahas oleh guru, atau dijawab sendiri dengan sebenar-benarnya, dan persentase kebenarannya lebih tinggi. Selain itu, tentu saja bocornya soal di internet bukan hanya digunakan oleh satu sekolah, melainkan banyak sekolah karena bebasnya penggunaan internet di era modern ini. Mengapa hal ini serius? Karena bukan hanya 1-2 orang yang melakukan kecurangan tersebut, melainkan hampir semua sekolah. Kredibilitas UN dalam hal ini dipertanyakan. Saya, sebagai seorang peserta UN yang tepat hadir di lapangan tidak dapat menutup mata seolah-olah hal ini tidak terjadi, mengutip kata-kata Bapak Anies Baswedan "Orang baik memilih diam dan mendiamkan. Sekarang sudah saatnya laporkan dan melawan." (Tempo.co, 13 April 2015)    2. Perampasan hak siswa untuk memasuki PTN jalur SNMPTN undangan Terkait validitas dan kredibilitas hasil Ujian Nasional SMA 2015 yang sangat diragukan tersebut, tentu saja hasil UN SMA 2015 tak patut dipertimbangkan untuk masuk PTN. Hal ini sangat merugikan siswa-siswa yang mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk masuk PTN jalur SNMPTN. Diantara maraknya siswa yang menggunakan bocoran dan kunci jawaban, masih ada siswa-siswa yang enggan melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai kebenaran, Pancasila, dan tidak sesuai nilai integritas-boleh dibilang, hanya sekitar 5% jumlahnya. Masalahnya, kita tidak akan pernah tahu siapa 5% itu, sedangkan nilai-nilai tinggi yang di dapat dengan cara curang tersebut akan menutupi hak orang-orang tersebut. Objektivitas perlu, tapi kita tidak dapat menutup mata bahwa nilai bagus yang kita lihat secara objektif yang akan terpampang nanti di SKHUN bukanlah hasil murni dan jujur. Miris memang, tetapi tidak dapat ditinggal diamkan. Bersama petisi ini kami menuntut keadilan untuk menghilangkan nilai UN sebagai syarat masuk PTN jalur SNMPTN undangan   3. Ujian Nasional perlu dihapuskan karena lebih banyaknya kerugian yang dirasakan  Mungkin kiranya UN dapat mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai pembukaan UUD 1945, namun kenyataan yang kita lihat sekarang ini di depan mata sangat jauh dari kata "cerdas". Semakin sulit tingkat kesulitan soal, semakin banyak paket, semakin ketat pengawasan-dengan CCTV, polisi, dan sebagainya tidak akan menjamin tidak terjadinya kecurangan-malah, hal ini semakin memicu siswa untuk melakukan hal yang lebih cerdik untuk berbuat curang. UN-CBT yang disebut-sebut sama sekali bersih dari kecurangan, hal tersebut saya yakini hanya dikarenakan UN-CBT baru dilaksanakan tahun ini, dan itu hanya dilakukan untuk beberapa sekolah. Semakin canggih pengawasan akan selalu lebih canggih lagi cara menyonteknya. Ujian Nasional, disalahgunakan oleh banyak orang-orang di satu negara yang tidak bertanggung jawab dalam pembuatan dan pengamanannya. Beda halnya dengan Ujian Sekolah, yang tahu dan membuat soal hanya guru yang bersangkutan maka sangat kecil kemungkinannya guru tersebut sendiri memberikan bocoran. Mengapa hal ini terjadi? Menolak menutup mata, hal ini sudah salah dari pola pikir yang teracuni oleh budaya berbuat curang. Pola pikir masyarakat Indonesia itu sudah menghalalkan segala kecurangan-sontek menyontek, suap-menyuap, korupsi, pembocoran soal dan kunci jawaban, pemalsuan, plagiarisme, dan segala bentuk kecurangan lainnya. Pendidikan Indonesia harus berbasis integritas-penanaman nilai-nilai moral baik-buruk adalah yang utama. Kesalahan sistem pendidikan Indonesia bukan masalah kurikulum, bukan masalah kurangnya pengawasan, tetapi sudah salah dari pola pikir. Tidak perlu lagi diawasi polisi dan CCTV apabila kita punya nilai integritas. Kita butuh perubahan ke arah yang lebih baik, butuh #RevolusiMental. Koruptor yang bertebaran di seluruh penjuru negeri tumbuh dari orang-orang yang sudah terbiasa curang sedari di sekolah. Akuilah, Ujian Nasional belum cocok untuk negara Indonesia. Kita bersama-sama harus terlebih dahulu perbaiki mental masyarakat Indonesia. Menolak menutup mata, Ujian Nasional tidak cocok untuk negara demokrasi berkembang. Bicara penyetaraan standar pendidikan, tetapi dalam prakteknya sama sekali tidak sesuai harapan. Maka kami mengusulkan adanya penyetaraan dulu penanaman nilai-nilai yang mendasar, yaitu integritas, moral dan kejujuran yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekadar teori belaka. UN akan selalu dan sangat pasti disalahgunakan setiap tahunnya. Triliunan uang negara habis untuk membiayai tercetaknya kertas-kertas yang diberikan untuk dikerjakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan pada akhirnya disalahgunakan. Menurut saya, UN sama sekali tidak kredibel-dibanding US yang masih menunjukkan kemampuan siswa sesungguhnya. UN hanya membuang-buang uang negara untuk berakhir pada sebuah siklus, yaitu-kecurangan. #TolakUN bukan karena kami malas, tapi karena hak-hak kami ternodai #TolakUN bukan karena kami malas, tapi sebagai generasi penerus, kami peduli akan nasib bangsa ini #TolakUN, karena 5% dari kami masih berharap dan percaya akan perubahan negeri ini menjadi bersih-bebas koruptor dan bebas orang-orang curang #UNParadoks #UNSiaSia 4. Kecacatan dalam pelaksanaan UN mencederai martabat dan nilai integritas bangsa  Jika sudah mengetahui segala pelanggaran dan penyalahgunaan hak yang fatal seperti ini, maka jika negara tidak segera mengambil tindakan, apa jadinya martabat bangsa ini? Jika nilai-nilai integritas sudah tidak ada lagi, apa jadinya pribadi bangsa ini-yang katanya menjujung tinggi nilai Pancasila? #MenolakMenutupMata, Yang terhormat Bapak Anies Baswedan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, berserta Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Badan Standar Nasional Pendidikan, saya selaku peserta Ujian Nasional SMA 2015, sangat memohon dan berharap dilaksanakannya petisi ini. Indonesia memang harus mengadakan perubahan. Siswa berhak mengajukan pendapat. Siswa berhak menuntut keadilan! Kembalikan moral bangsa! Kembalikan martabat bangsa! Kembalikan integritas bangsa!  #DengarkanSiswaBicara #TolakUN2015 #SaveSiswaJujur #JunjungKeadilan #RevolusiMental Terima kasih. Jakarta, 16 April 2015

Syarifah Royani
3,253 supporters
Petitioning Ketua dan Para Wakil Ketua DPR RI, Joko Widodo, Anies Baswedan

Sadarkan Ibu Sukmawati mengenai Syariat Islam

Ibu Sukmawati Soekarno Putri, seorang putri deklarator Republik Indonesia beberapa hari yang lalu menyampaikan puisi di ajang bergengsi '29 Tahun Anne Avantie Berkarya' di Indonesia Fashion Week 2018. Puisi yang berjudul indah ternyata isinya tidaklah seindah judulnya. Padahal beliau adalah seorang muslimah dan seorang budayawan, atau mungkin pada saat beliau menulis dan membacakan puisi tersebut  predikat muslimah dan budayawan tersebut dilepaskan sementara waktu. Sungguh puisi yang sangat menyakitkan bagi umat Islam tatkala syariatnya dibandingkan dengan Sari Konde dan Suara Kidung. Atau apakah ini mungkin suara hati beliau yang tidak mengerti mengenai syariat Islam. Tapi tidaklah mungkin beliau tidak mengerti syariat Islam di negeri yang mayoritas warganya muslim. Tidak mungkin juga dakwah tidak sampai kepada beliau di Zaman Now, dakwah itu bisa datang dari arah mana saja, di medsos, youtube ada Ustad Abdul Somad, ada Ustad Adi Hidayat, ada Tuan Guru Bajang, ada Ustad Khalid Basalamah, AA Gym dll. Atau mungkin semangat dakwah para ustad ini yang perlu ditingkatkan sehingga menjangkau ke relung hati Ibu Sukmawati Soekarno Putri yang terhormat namun buah karyanya tidak mencerminkan akhlak yang terhormat. Ayo mari kita dukung petisi ini...sehingga tidak ada lagi di kemudian hari anak bangsa yang tidak mengerti dengan syariat agamanya. Tidak ada lagi yang membandingkan azan yang di dalamnya terdapat kalimat takbir modal perjuangan kemerdekaan NKRI ini. Allahu Akbar. Berikut kutipan puisi lengkap beliau, sebagai bahan pelajaran dan sejarah buat generasi penerus kita bahwa pernah di suatu masa Syariat Islam dilecehkan oleh seorang terhormat. Ibu Indonesia Aku tak tahu Syariat Islam Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah Lebih cantik dari cadar dirimu Gerai tekukan rambutnya suci Sesuci kain pembungkus ujudmu Rasa ciptanya sangatlah beraneka Menyatu dengan kodrat alam sekitar Jari jemarinya berbau getah hutan Peluh tersentuh angin laut Lihatlah ibu Indonesia Saat penglihatanmu semakin asing Supaya kau dapat mengingat Kecantikan asli dari bangsamu Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia Aku tak tahu syariat Islam Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok Lebih merdu dari alunan azan mu Gemulai gerak tarinya adalah ibadah Semurni irama puja kepada Illahi Nafas doanya berpadu cipta Helai demi helai benang tertenun Lelehan demi lelehan damar mengalun Canting menggores ayat ayat alam surgawi Pandanglah Ibu Indonesia Saat pandanganmu semakin pudar Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.  

Muhammad Mulyawan
1,991 supporters
Petitioning Lukman Hakim Saifuddin

Umat Islam dukung bongkar, renovasi ulang Masjid Raya Jakarta, Masjid KH Hasyim Asy'ari

Masjid Raya Jakarta sudah diresmikan namanya menjadi Masjid KH Hasyim Asy'ari. Lokasi masjid ini terletak di daerah Daan Mogot, Kalideres dekat dengan Rusunawa Daan Mogot. Banyak sekali kejanggalan dalam arsitektur masjid ini. Saya sudah datang ke masjid ini untuk melakukan cross cek total dan mengambil foto sendiri masjid ini. Masjid ini terkesan terburu-buru diresmikan menjelang pilkada DKI putaran 2. Bahkan dimajukan sehari dari jadwal yang seharusnya. Banyak orang, netizen yg protes soal arsitektur masjid ini yang bentuk fisiknya seperti salib. Di atas atapnya juga ada salib yang berwarna putih. Masjid itu harusnya dibangun dengan niat karena Allah. Jangan nodai masjid dengan tujuan politik. Masjid ini baru diresmikan saja sudah terjadi kemalingan di tempat wudhu. Keran shower di tempat wudhu sudah hilang. Masjid adalah tempat ibadah umat Islam. Silahkan bangun masjid dengan tema apa saja selama tema itu tema Islam untuk menghidupkan syiar Islam. Di masjid raya Jakarta, saya tidak menemukan nuansa Islam dan nuansa Betawi. Ruang sholat saja masih dikunci. Sekarang tukangnya masih kerja pembersihan masjid. Pembangunan masjid raya Jakarta sudah melanggar peraturan daerah Jakarta tidak menghidupkan nilai Islam. Masjid ini sudah melakukan pelanggaran konsep yang direncanakan. Jika ingin bangun masjid dengan konsep Budaya Betawi, silahkan fokus saja dengan konsepnya tapi masukkan nilai Islam di dalamnya. Jangan bangun masjid dengan ornamen yang meniru agama lain. Fokus ini masjid, kita umat Islam. Saya tidak mau umat Islam yang singgah sholat di masjid ini, tidak mendapat pahala. Denah masjid ini menurut saya tidak rapih. Mihrabnya berornamen segitiga yg menyerupai ornamen Yahudi. Atapnya berbentuk piramida. Masjid ini banyak ornamen Krsiten, Yahudi dibandingkan dengan nuansa Islam dan nuansa Betawi. Atap pintu masuknya seperti gereja. Ada ornamen Yahudi di pintu masuknya. Dari depan saja, bentuknya sudah seperti gereja. Seumur hidup saya, belum pernah ada masjid yang baru dibangun menimbulkan kontroversi seperti ini. Masjid yang dibangun sebelumnya tidak ada yang menimbulkan kontroversi seperti ini. Masjid Raya Jakarta adalah masjid pertama yang dibangun yang menimbulkan kontroversi dan keresahan umat Islam khususnya dan masyarakat umumnya. Pernah terjadi di zaman Baginda Rasulullah SAW, ketika orang kafir munafiq, membangun masjid di sebelah masjid Quba untuk menyaingi masjid Quba. Baginda Rasulullah SAW mau berangkat perang ke Tabuk. Abu Amir Ar Rahib, seorang pendeta Kristen mengundang Baginda Rasulullah SAW u/ sholat di dalamnya. Pulang dari Tabuk, Baginda Rasulullah SAW memperoleh wahyu dari Allah SWT u/ tidak sholat di dalamnya. Baginda Rasulullah SAW memerintahkan u/ membakar masjid itu. Masjid itu namanya masjid dhirar. Masjid Raya Jakarta, Masjid KH Hasyim Asy'ari adalah masjid dhirar modern. Ayo kita sebagai umat Islam dukung pembongkaran dan renovasi ulang Masjid Raya Jakarta agar jadi masjid yang lebih baik, yang bisa menghidupkan syiar Islam, menghidupkan ukhuwah Islamiyah bukan perpecahan umat Islam. Jika masjid ini dibongkar dan direnovasi ulang semaksimal mungkin, umat Islam akan senang dengan masjid ini. Masjid ini bisa menjamin kenyamanan ibadah untuk umat Islam. Masjid ini harus dirapihkan denahnya semaksimal mungkin. Sebelum banyak staff yang bekerja di masjid ini, sebelum terbentuk DKM masjid ini, sebaiknya dirombak dulu dan direnovasi ulang dengan bentuk arsitektur fisik yang lebih baik. Hidupkan syiar Islam di masjid ini. Pasang ornamen Islam, kaligrafi di masjid ini agar lebih terrasa syiar Islamnya. Masjid ini memang harus dirombak, dibongkar, direnovasi ulang. Bahkan Bapak Din Samsudin mendesak agar masjid ini dirubah denahnya lebih baik agar jangan sampai masjid ini menjadi masjid dhirar modern. Terakhir, saya himbau semua umat Islam agar tidak sholat di masjid raya Jakarta dulu sementara waktu sampai dibongkar, direnovasi, ditata ulang semaksimal mungkin. Firman Allah dalam surat At Taubah ayat 107-110: 107. "Dan di antara orang munafiq itu ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana bagi orang yang beriman untuk kekafiran dan memecah belah orang yang beriman serta menunggu kedatangan orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu kala. Mereka dengan pasti bersumpah, "Kami hanya menghendaki kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta dalam sumpahnya" 108. "Jangan kamu mendirikan sholat di masjid itu selamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan di atas dasar taqwa (masjid Quba), sejak hari pertama lebih pantas kamu mendirikan sholat di dalamnya. Di dalamnya ada orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang yang bersih" 109. "Maka apakah orang yang mendirikan masjid di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaanNya itu lebih baik atau orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang runtuh, kemudian bangunan itu runtuh bersamanya ke neraka Jahannam? Allah tidak memberikan petunjuk bagi orang yang zalim" 110. "Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka sehingga hati mereka hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"  

Ikko Yorasaki Isra
1,522 supporters
Petitioning Anies Baswedan

Harus diakui GURU INKLUSI ada!

DKI Jakarta dicanangkan menjadi provinsi inklusif. Semua sekolah reguler di provinsi DKI Jakarta harus menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Tujuannya adalah agar ABK dapat bersekolah di sekolah terdekat. Sistem penetiaan ABK yg sudah baik ini tidak diiringi kesiapan pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia yang tepat dalam menangani ABK di sekolah reguler. Tahun ini ketika ada pengajuan Guru dengan Kontrak Kerja Individu (KKI) provinsi DKI Jakarta, KAMI GURU INKLUSI DITOLAK dengan alasan di kementrian tidak ada guru inklusi. Sebuah alasan yang TIDAK JELAS. padahal di Lapangan sudah banyak Guru lulusan PLB yang memberikan pelayanan di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif sebagai guru inklusi. Jika kami ditolak, siapa yang akan memberikan layanan bagi ABK di sekolah reguler? Jangankan diakui,. Kami dianggap TIDAK ADA bahkan DIHILANGKAN dari formasi pengajuan pegawai KKI. KAMI bisa saja mengajar di SLB, tapi bagaimana nasib ABK di sekolah inklusi?

Suci Rahmawaty
1,483 supporters
Petitioning Fahri Hamzah, Zulkifli Hasan, Anies Baswedan

Save Uyghur, Usir Duta Besar China dari Indonesia

Pembantaian dan penahanan terhadap warga muslim uyghur adalah kejahatan kemanusiaan yang tak bisa dibiarkan. PBB harus bersikap dan menjatuhkan sangsi kepada pemerintah komunis China. Pemerintah Indonesia harus bersikap tegas dengan mengusir duta besar China dari Indonesia dan memutuskan hubungan diplomatik dengan China. 

Subhan Masuku
643 supporters
Petitioning Anies Baswedan, Hanif Dhakiri

Pemecatan Ratusan Pekerja Outsorcing di JICT sejak Januari 2018

1.Angkat kami menjadi Karyawan Tetap dikarenakan masa kerja yang sudah diatas 3 tahun,bahkan sudah ada yang sampai puluhan tahun 2.Kembalikan Hak hak kami sejak Januari 2018 hingga saat ini kami masih terkatung katung 3.Kebebasan untuk berserikat di PELABUHAN

Serikat Pekerja Container
516 supporters