Decision Maker

Zulkifli Hasan

  • Ketua MPR RI

Zulkifli Hasan adalah politisi PAN yang menjabat Ketua MPR RI periode 2014-2019. Ia pernah menjadi Menteri Kehutanan RI.

Does Zulkifli Hasan have the power to decide or influence something you want to change? Start a petition to this decision maker.Start a petition
Petitioning Naheed Nenshi, John Tory, Jim Watson, Barack Obama, Amnesty International Australia, Human Rights Campaign, United Nations Security Council, Human Rights Watch, Lawyers Committee for Human Rights, ...

Free Ahed Tamimi

My name is Nasri Akil from Toronto, Canada. I started this campaign to support" Ahed Tamimi", her mother "Mariam", her cousin "Nur" and the other kids detained by the evil hands of the Zionists of the fake state of Israel. In a desperate hope to get enough signature to put pressure on decision makers to do something about the constant twisted detention of Palestinian kids. In turn this will expose the evil of the zionists and pressure the international community. I would like to mention here that this petition has nothing to do with race or religion or ethnicity. It's pure right against wrong. Zionism is not Judaism. Judaism is a religion not a race. Many Jews are not Zionists. Most Zionists are not Jews. Many Zionists hate Jews. Opposition to Israel is NOT anti-Semitism. Ahed Tamimi, 16, was arrested ( kidnapped actually ) by Israeli forces in the middle of the night. Since she was a young child, she has been active in weekly demonstrations against Israel’s theft of her family’s land in occupied Nabi Saleh. But as Tamimi stands against Israeli occupation, she underscores: whenever a people face oppression, we must show solidarity. Israeli soldiers shot Ahed Tamimi's relative in the head, leaving the teenage boy in a coma, and then invaded her family home. She demanded that the occupying Israeli soldiers leave her property immediately, shouting "don't touch me" and "leave!" Now she's in Israeli military detention, where 75% of Palestinian children report assault. Ahed is a child, and like thousands of Palestinian children she could be humiliated and abused if we don't get her out fast. She has become another child statistic of the countless other children detained illegally in Israel. Her court date is December 25th, 2017. She was taken into question at the Moscobiyeh prison, notorious for it's dungeon cell, torture tactics fully utilized on children, and extensive harassment. She was put in isolation, left in an icy cell, without proper food. In fives days she was moved three times. Why? To exhaust and break her.  When her mother arrived to be there with her, she too was arrested.  We demand that Ahed and all Palestinian children are released from Israeli prisons now.  The international community must put an end to the ill-treatment and detention of Palestinian children. Enough is enough.  Ahed Tamimi represent all the innocent kids in the Isareli detention and represent the Palestinians struggle against the illegal occupation of Palestine. Since 1967, Palestinian children in the Occupied Palestinian Territory have been living under Israeli military law and prosecuted in military courts. Israeli military law, which fails to ensure and denies basic and fundamental rights, is applied to the whole Palestinian population. Israel is the only country in the world that automatically prosecutes children in military courts that lack basic and fundamental fair trial guarantees. Since 2000, at least 8,000 Palestinian children have been arrested and prosecuted in an Israeli military detention system notorious for the systematic ill-treatment and torture of Palestinian children. Around 500-700 Palestinian children are arrested, detained and prosecuted in the Israeli military court system each year. The majority of Palestinian child detainees are charged with throwing stones, and three out of four experience physical violence during arrest, transfer or interrogation. Unlike Israeli children living in illegal settlements in the West Bank, Palestinian children are not accompanied by a parent and are generally interrogated without the benefit of legal advice, or being informed of their right. They are overwhelmingly accused of throwing stones, an offense that can lead to a potential maximum sentence of 10 to 20 years depending on a child’s age. AHED TAMIMI will go to trial on Christmas Day for slapping an Israeli soldier, illegally trespassing on her property, the day after her 15-year-old cousin was shot in the face. In December 2011, Mustafa Tamimi was killed during a protest in the village when an Israeli soldier shot him in the face with a tear gas canister. One year later, Israeli soldiers shot and killed Rashadi Tamimi in the village. One wonders why the "slap" is the Crime? I decided to do something about it and start with what I can. So that's why I am here asking you to help me help Ahed, her family and all the other kids. I also started a fund raising campaign on "GoFundMe" hoping to raise enough money to hire as many legal advisors to support Ahed and the others legaly in the court and get some justice. I mean enough is enough...I can't sleep I can't eat and these kids are experiencing all of that twist. Someone must do something. This is not right. This is not humanity. We cannot make this acceptable by doing nothing.  I earnestly ask that at the very least, we make some noise in support of Ahed Tamimi and the other children that are held prisoners with no charge, no defense, all in violation of international laws.   She is one, but we are many. It takes a united front to add pressure, to induce accountability and hopefully give freedom to the oppressed, weak and innocent.  To Ahed and all the children in Israeli jails: We stand by your side, and are holding you in our hearts. We will not give up until you are free. You are not alone. As a wise man ounce said: "Start by doing what's necessary; then do what's possible; and suddenly you are doing the impossible" Sign. Support. Make Noise. Add Pressure. Be Human.  what if Ahed was your daughter, sister or just a friend? What would you do?

Nasri Akil
68,542 supporters
Petitioning Ketua dan Para Wakil Ketua DPR RI, Zulkifli Hasan, Kapolri jenderal tito karnavian, Ketua MKD DPR Sufmi Dasco Ahmad, Surya Paloh

Pecat Ketua DPRD Tampar Dokter!

Link Berita Ketua DPRD Tampar Seorang Dokter di Bengkulu Tribun News-Ketua DPRD Lebong Jambi Menampar Dokter Di Rumah Sakit Kamis, 14 Sept 2017 sekitar pukul 22.00 di IGD RSUD Lebong dr. Ide bersama dr. Yenny, dr. Sigit dan beberapa perawat IGD sedang menangani seorang pasien anak, tiba-tiba datang seorang laki-laki langsung bersalaman dengan keluarga pasien tsb, mereka sempat berbicara dg bahasa lebong, tiba-tiba bapak itu lansung bertanya kepada kami,"ada gak dokter yang menangani pasien ini?" kemudian dr. Sigit menjawab, "ada pak, saya dokternya (sambil menunjuk dirinya), ini dokternya juga (nunjuk dr. Yenny) dan itu juga dokternya yg lagi periksa pak (nunjuk dr. Ide)"Lalu dr. ide langsung nyambung perkataan dr. Sigit, dr. ide bilang "iya pak, kami bertiga dokternya, bukan hanya bertiga dokternya pak, ada 1 orang lgi dokternya, tpi lagi keluar, jadi ada 4 orang dokternya pak" Bapak itu pun menjawab dgn nada tinggi, "bapak kenapa tersinggung gitu?bsaya kan cuma nanya ada dokter yg menangani pasien ini atau tidak (sambil melihat ke arah dr. ide)", lalu dr. ide menjawab "saya gak ada tersinggung pak (sambil senyum), kan bapak tanya ada dokter yg menangani pasien ini kan, dan kami pun jawab ada pak", lalu bapak itu berkata lagi dg nada tinggi, "ya bapak nampak tersinggung, jangan bapak kira saya kesini utk sidak" Lalu bapak itu pergi ke belakang ke ruang rawat inap, setelah itu dr. Yenny langsung tanya ke dr. Sigit, "bang, bapak itu siapa ya?", "bapak itu ketua DPRD" jawab dr. Sigit. Trus dr. yenny blg "ooo" tidak berapa lama bapak itu datang lagi bersama 2 orang temannya, lalu bapak itu nunjuk dr. Ide dan berkata, "kamu, ikut saya", lalu dr. Ide ikutilah bapak itu kan, dibawanya dr. ide ke lorong RS yg gak ada lampunya, ada kursi yg sudah berhadapan di lorong itu, duduk lah dr. ide karena disuruh duduk kan oleh bapak itu, bapak itu pun duduk juga di depan dr. Ide, tiba-tiba bapak itu menepuk paha kiri dr. Ide lumayan kuat dgn tangan kanannya, lalu nunjuk muka dr. ide sambil berkata "kamu tau gak siapa saya?" lalu ide menjawab "maaf pak saya tidak tau siapa bapak", tiba2 bapak itu nampar pipi kiri dr. ide dgn tangan kanannya sambil berkata "saya ketua DPR" (sekitar pukul 22.48 WIB). dr. Ide kaget ditampar, tiba2 dari ujung lorong teriak dr. Yenny, "Pak, jangan main tangan ya". Bapak itu pun kaget juga pas dengar dr. Yenny ngomong, lalu dr. Yenny hampiri kami dan berkata, "kenapa bapak main tampar aja?". Trus bapak itu jawab smbil nunjuk dr. ide buk, "bapak ini yg mudah kali tersinggung", lalu dr. Yenny jawab "kalau mnurut bapak, dokter ide mudah tersinggung, brarti bapak lebih mudah lg tersinggung krna bapak lngsung main tngan". Trus dr ide jg bilang, "kalaupun saya mudah tersinggung, tpi kenapa bapak harus tampar saya pak". Karena suasana yg ribut, sehingga perawat, bidan dan keluarga pasien mendatangi kami. Pada saat itu dr. yenny jg minta hp dr. Ide mau menghubungi dktr pembimbing iship, yg saat itu pertama kali dihubungi dr. Yenny adalah dr. Anggi , dr. Yenny minta dr. Anggi utk datang ke RS. Kmudian dr. Anggi blg ke dr. Yenny utk menghubungi direktur RS, komite medik dan dua pembimbing kami yg lain yaitu dr. Siska dan dr. Ester, tpi pada saat itu yg berhasil dihubungi hanya dr. Anggi dan dr. Bangun Sp.B selaku ketua komite medik. selagi dr. Yenny berusaha telpon beberapa dokter tersebut, bapak itu sempat berkata lgi, "bu, saya tidak menampar bapak itu, saya hanya seperti ini bu (sambil memperagakan gerakan mendorong sedikit pipi dr. Ide)". Kemudian dr. Yenny menjawab, "saya lihat sendiri pak dan saya dengar sendiri suara tamparan bapak". kemudian dr. ide dan dr. Yenny berjalan menuju IGD lalu ke tempat pasien yg didatangi awalnya oleh bapak itu, lalu dr. ide bertanya ke keluarga pasien dan disaksikan semua orang yg ada pada saat itu termasuk bapak tsb, drz ide tanya "nek, pak, buk, tadi saat bapak itu disini, ada nggak keluar kata kata saya yg tidak sopan?" Lalu kluarga pasien menjawab "tidak ada dok". Lalu bapak itu pergi tanpa ada berbicara lgi, bahkan tidak ada meminta maaf kepada kami. Setelah mereka pergi barulah dr. Anggi sampai di RS, lalu menceritakan kronologinya ke dr. Anggi, lalu malam itu jg kami bersama sama prgi ke kantor polisi utk melapor kasus ini. Narasi ditulis oleh dokter setempat yang dirahasiakan namanya. Sumber Foto

Hadi Tryadi
40,118 supporters
Petitioning Susilo Bambang Yudhoyono, Prabowo Subianto, Zulkifli Hasan, SOHIBUL IMAN, Yusril Ihza Mahendra

Dukung Tuan Guru Muhammad Zainul Majdi Maju di PilPres 2019

HARAPAN UNTUK MASA DEPAN INDONESIA YANG LEBIH BAIK Saatnya Tuan Guru yang Memimpin Negeri Tuan Guru dengan Masa Depan yang Panjang Inilah gubernur yang berani mengkritik pers. Secara terbuka. Di puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) pula. Di depan hampir semua tokoh pers se-Indonesia. Pun, di depan Presiden Jokowi segala. Di Lombok. Tanggal 9 Februari lalu. Inilah gubernur yang kalau mengkritik tidak membuat sasarannya terluka. Bahkan tertawa-tawa. Saking mengenanya. Dan lucunya. ”Yang akan saya ceritakan ini tidak terjadi di Indonesia,” kata sang gubernur. ”Ini di Mesir.” Sang gubernur memang pernah bertahun-tahun bersekolah di Mesir. Di universitas paling hebat di sana: Al Azhar. Bukan hanya paling hebat, tapi juga salah satu yang tertua di dunia. Dari Al Azhar pula, sang gubernur meraih gelar doktor. Untuk ilmu yang sangat sulit: tafsir Alquran. Inilah satu-satunya kepala pemerintahan di Indonesia yang hafal Alquran. Dengan artinya, dengan maknanya, dan dengan tafsirnya. Mesir memang mirip dengan Indonesia. Di bidang politik. Dan persnya. Pernah lama diperintah secara otoriter. Lalu, terjadi reformasi. Bedanya: Demokrasi di Indonesia mengarah ke berhasil. Di Mesir masih sulit ditafsirkan. ”Di zaman otoriter dulu,” ujar sang gubernur di depan peserta puncak peringatan Hari Pers Nasional itu, ”tidak ada orang yang percaya berita koran.” Gubernur sepertinya ingin mengingatkan berita koran di Indonesia pada zaman Presiden Soeharto. Sama. Tidak bisa dipercaya. Semua berita harus sesuai dengan kehendak penguasa. ”Satu-satunya berita yang masih bisa dipercaya hanyalah berita yang dimuat di halaman 10,” ujar sang gubernur. Di halaman 10 itulah, kata dia, dimuat iklan dukacita. Gerrrrrrr. Semua hadirin tertawa. Termasuk Presiden Jokowi. Tepuk tangan pun membahana. Bagaimana setelah reformasi, ketika pers menjadi terlalu bebas? ”Masyarakat Mesir malah lebih tidak percaya,” katanya. ”Semua berita memihak,” tambahnya. ”Halaman 10 pun tidak lagi dipercaya,” guraunya. Meski hadirin terbahak lebih lebar, sang gubernur masih perlu klarifikasi. ”Ini bukan di Indonesia lho, ini di Mesir,” katanya. Hadirin pun kian terpingkal. Semua mafhum. Ini bukan di Mesir. Ini di Indonesia. Juga. Saya mengenal banyak gubernur yang amat santun. Semua gubernur di Papua termasuk yang sangat santun. Yang dulu maupun sekarang. Tapi, gubernur yang baru mengkritik pers itu luar biasa santun. Itulah gubernur Nusa Tenggara Barat: Tuan Guru Dr KH Zainul Majdi. Lebih akrab disebut Tuan Guru Bajang. Gelar Tuan Guru di depan namanya mencerminkan bahwa dirinya bukan orang biasa. Dia ulama besar. Tokoh agama paling terhormat di Lombok. Sejak dari kakeknya. Sang kakek punya nama selangit. Termasuk langit Arab: Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid. Di Makkah, sang kakek dihormati sebagai ulama besar. Buku-bukunya terbit dalam bahasa Arab. Banyak sekali. Di Mesir. Juga di Lebanon. Jadi pegangan bagi orang yang belajar agama di Makkah. Sang kakek adalah pendiri organisasi keagamaan terbesar di Lombok: Nahdlatul Wathan (NW). Setengah penduduk Lombok adalah warga NW. Di Lombok, tidak ada NU. NU-nya ya NW ini. Kini sang cuculah yang menjadi pimpinan puncak NW. Dengan ribuan madrasah di bawahnya. Maka, pada zaman demokrasi ini, dengan mudah Tuan Guru Bajang terpilih menjadi anggota DPR. Semula dari Partai Bulan Bintang. Lalu dari Partai Demokrat. Dengan mudah pula dia terpilih menjadi gubernur NTB. Dan terpilih lagi. Untuk periode kedua sekarang ini. Selama karirnya itu, Tuan Guru Bajang memiliki track record yang komplet. Ulama sekaligus umara. Ahli agama, intelektual, legislator, birokrat, dan sosok santun. Tutur bahasanya terstruktur. Pidatonya selalu berisi. Jalan pikirannya runtut. Kelebihan lain: masih muda, 43 tahun. Ganteng. Berkulit jernih. Wajah berseri. Murah senyum. Masa depannya masih panjang. Pemahamannya pada rakyat bawah nyaris sempurna. ”Bapak Presiden,” katanya di forum tersebut, ”saya mendengar pemerintah melalui Bulog akan membeli jagung impor 300.000 ton dengan harga Rp 3.000 per kg.” Lalu, ini inti pemikirannya: Kalau saja pemerintah mau membeli jagung hasil petani NTB dengan harga Rp 3.000 per kg, alangkah sejahtera petani NTB. Selama ini, harga jagung petani di pusat produksi jagung Dompu, Sumbawa, NTB, hanya Rp 2.000 sampai Rp 2.500 per kg. Sang gubernur kelihatannya menguasai ilmu mantiq. Pelajaran penting waktu saya bersekolah di madrasah dulu. Pemahamannya akan pentingnya pariwisata juga tidak kalah. ”Lombok ini memiliki apa yang dimiliki Bali, tapi Bali tidak memiliki apa yang dimiliki Lombok,” moto barunya. Memang segala adat Bali dipraktikkan oleh masyarakat Hindu yang tinggal di Lombok Barat. Demikian juga pemahamannya tentang vitalnya infrastruktur. Dia membangun by pass di Lombok. Juga di Sumbawa. Dia rencanakan pula by pass baru jalur selatan. Kini sang gubernur lagi merancang berdirinya kota baru. Kota internasional. Di Lombok Utara. Sebagai gubernur, Tuan Guru Bajang sangat mampu. Dan modern. Sebagai ulama, Tuan Guru Bajang sulit diungguli. Inikah sejarah baru? Lahirnya ulama dengan pemahaman Indonesia yang seutuhnya? Dahlan Iskan  

17,427 supporters
Petitioning Zulkifli Hasan

Pak @SBYudhoyono Pak @Zul_Hasan : Batalkan Izin Penebangan Hutan Kepulauan Aru

Tiba-tiba saya khawatir Kepulauan Aru. 500 ribu hektar hutan leluhur saya di Maluku mau dibabat massal! Total luasnya hanya 643 ribu. Berarti hampir habis! Kabarnya, gabungan 28 perusahaan kantongi izin Menteri Kehutanan @Zul_Hasan, terutama untuk pembabatan itu. Hingga sekarang, kekayaan dan keindahannya terjaga. Kawan saya anak Maluku, Jacky Manuputty belum lama menelusuri perairan besar kepulauan ini, melewati pesisir desa-desa adat dengan rumah berbentuk panggung di atas air. Kaya! Tapi kenapa ya, tahun 2010, BPS mencatat pulau Maluku sebagai propinsi termiskin ke-3 di Indonesia. Lalu, apa yang tersisa dari Maluku, jika kekayaan tersisa berupa bentangan hutan lebat, tempat bermainnya unggas Cendrawasih ini dibabat massal? Hampir semua penduduk lokal dari 117 desa menolak perkebunan ini. Bung Jacky bilang masyarakat Kepulauan Aru butuh banyak dukungan dari kita. Oya, jarak Kepulauan Aru dari Ambon (1,5 jam penerbangan) persulit akses pantauan ke sana. Tapi beberapa teman bersedia ke Aru. Akhir bulan ini, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku dan KOMNAS HAM Maluku akan ke sana. Kunjungan ini turut memperkuat konsolidasi masyarakat Aru dalam gerakan penolakan mereka. Teman-teman netizen sudah menolak, termasuk #SaveAru yang dimobilisasi oleh "Maluku Bloggers" di media sosial. Saya sendiri ingin ikutan menjadi corong perjuangan mereka dengan memulai petisi di laman Nah, tandatangani dan sebar ya petisi #SaveAru! Saya ingin coba kumpulkan 10 ribu dukungan teman-teman sebangsa, juga anak Maluku! Salam perubahan untuk Indonesia di tanah Maluku manise! Beta Glenn Fredly @GlennFredly & Jacky Manuputty @jmanuputty    

Glenn Fredly
14,968 supporters
Petitioning World Bank Investigation Team

Gubernur Zaini, Tepati Janji, Tegakkan Hukum. Hentikan semua kegiatan berbasis lahan di Rawa Tripa dan cabut izin perusahaan yang membakar Rawa Tripa!

“Kalau tidak ada perubahan, hutan gambut Tripa dan Orangutannya akan punah pada tahun 2015-2016.”  Begitu kata Dr. Ian Singleton, Direktur Konservasi Sumatran Orangutan Conservation Program.Hutan rawa gambut Tripa di Kawasan Ekosistem Leuser Aceh, di ambang kehancuran. Tripa merupakan kawasan dengan kepadatan populasi orangutan tertinggi di Sumatra. Populasi Orangutan tinggal 200 ekor (dari seribu), dan sisa lahan tinggal 11 ribu hektar (dari 62 ribu). Padahal berada dalam kawasan yang dilindungi. Pasalnya, beberapa perusahaan kelapa sawit seperti PT. Kalista Alam, dengan izin yang tidak sah, melanggar hukum dengan memperluas lahan melalui pembakaran hutan. Pada Agustus 2011, Gubernur Irwandi (pada masa itu) memberikan izin yang bertentangan dengan moratorium presiden mengenai perluasan lahan dan Kawasan Ekosistem Leuser. Maret kemarin selagi persidangan berjalan, pembakaran besar-besaran terjadi di Tripa. Ribuan hektar konsesi PT. Kallista Alam dan PT. Surya Panen Subur 2 terbakar. Pelanggaran pidana dan administratif terjadi di hadapan peradilan. Tripa menjadi perhatian dunia. Komitmen presiden untuk melindungi hutan dipertanyakan. Namun masih ada kesempatan menyelamatkan salah satu hutan dan satwa terpenting di Indonesia. Kementrian lingkungan hidup telah memulai menyidik kasus ini. Presiden SBY telah mengirim tim untuk menyelesaikan kasus ini, UKP4 dan Satgas REDD+ telah memberikan rekomendasi kepada Gubernur untuk mencabut izin-izin bermasalah tersebut. Menteri kehutanan sendiri telah berkunjung dan meminta seluruh rawa tripa untuk dilindungi dan direstorasi. Sekarang, penyelamatan Rawa Tripa ada di tangan Gubernur Zaini. Beliau memiliki wewenang tersebut. Bahkan, beliau pun pernah mengatakan akan mencabut izin 2 perusahaan itu, karena telah melanggar hukum (sumber The Globe Journal). Namun sampai sekarang, belum ada hasilnya.Mari kita ingatkan dan dukung beliau untuk menepati janjinya dengan memerintahkan penghentian semua operasi berbasis lahan di Rawa tripa, dan mencabut izin perusahaan kelapa sawit bermasalah di Tripa.Mari kita perjuangkan terus hutan dan satwa Aceh, sebelum dirampas perusahaan. Petisi ini didukung oleh: Rafly Kande Melanie Subono Walhi   Referensi:UU 32/2009 UU 18/2004PP 26/2008Inpres Moratorium 10/2011 informasi lebih lanjut:

end of the icons
35,596 supporters
Petitioning Joko Widodo, Siti Nurbaya Bakar, Zulkifli Hasan, Bambang Soesatyo, Fadhli Zon

Pejabat negara, beri teladan yang baik, stop pelihara satwa dilindungi!

Miris sekali lihat video diatas. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya yang semestinya jadi contoh kepada masyarakat, malah memelihara satwa dilindungi dirumahnya. Begitu juga Ketua MPR sekaligus mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR Fadhli Zon dan anggota DPR Bambang Soesatyo Masih ingatkan, kasus penyelundupan kakatua jambul kuning beberapa tahun lalu? Begitu tau memeliharanya melanggar hukum, masyarakat berbondong-bondong menyerahkan kakatua peliharaannya kepada pihak berwenang. Eh, ini menterinya? Malah pelihara di rumahnya. Aduh! Katanya sih, pejabat-pejabat ini sudah punya izin. Tapi apa betul begitu? Menurut hasil investigasi majalah Tempo edisi 4447/20-26 “Main Satwa Pejabat Kehutanan” justru sebaliknya, “Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyimpan merak hijau, kakatua jambul kuning, dan bayan di rumahnya" (versi online) Padahal jelas-jelas hal ini dilarang  Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Dalam UU itu yang dijabarkan PP No 7/1999 dicantumkan jelas jenis satwa yang dilindungi (termasuk yang dipelihara Menteri Siti) serta mekanisme perizinan yang sangat ketat. Ok deh, soal legalitas itu satu hal. Dengan jabatan dan kekuasaan yang dimiliki, perkara mendapat izin mungkin bukan masalah sulit buat para pejabat. Tapi selain itu, apakah etis pejabat negara yang mestinya beri teladan malah “melindungi” satwa langka di halaman rumah sendiri? Kalau masyarakat tak boleh pelihara satwa langka, harusnya pejabat juga begitu. Jangan ada standar ganda. Kami Koalisi Peduli Satwa Dilindungi Indonesia adalah individu-individu warga masyarakat yang peduli kasus ini. Kami meminta Menteri LHK, Ibu Siti Nurbaya dan pejabat dalam video diatas minta maaf kepada publik dan menyerahkan satwa langka yang mereka pelihara pada pihak yang berwenang, secara terbuka dihadapan publik. Pak Jokowi harus buat surat edaran / teguran keras ke pejabat-pejabat di level Menteri dan Gubernur agar tidak pelihara satwa dilindungi. Ayo! Ikut tandatangani petisi ini kalau kamu setuju!

Koalisi Peduli Satwa Dilindungi Indonesia
8,635 supporters
Petitioning jokowi

Jokowi dan DPR, Putuskan Hubungan Diplomatik dg Myanmar dan Keluarkan Myanmar dari ASEAN

Dalam sebuah video terlihat rumah-rumah suku Rohingya dihancurkan dan dibakar oleh militer Myanmar. Mayat-mayat suku Rohingya terlihat bermunculan dari dalam lumpur dan abu. Pemandangan yang sangat kejam dan mengerikan sebagai gambaran genosida militer Myanmar terhadap suku Rohingya di utara Rakhine. Human Rights Watch (HRW) menyatakan, ratusan rumah suku Rohingya di desa-desa dihancurkan hingga luluh lantak oleh militer Myanmar. Ini menimbulkan kekerasan yang terus-menerus antara militer Myanmar dengan suku Rohingya. Kekejaman militer Myanmar sudah di luar batas kemanusiaan. Pemerintah Bangladesh mengatakan, puluhan suku Myanmar banyak yang menyeberang ke Bangladesh dari perbatasan Myanmar. Mereka berusaha melarikan diri dari militer Myanmar. Maka sebagai wujud dari Pembukaan UUD 1945, Indonesia harus terlibat aktif membebaskan Muslim Rohingya atas Penjajahan dan kezaliman yang dilakukan Junta Militer dan Pemerintahan Myanmar yang berkuasa.  Untuk Hal tersebut, Joko Widodo Harus memanggil Duta Besar Myanmar dan Meminta penjelasan dari mereka, serta menutup Kedutaan Besar Myanmar Hingga batas waktu mereka untuk tidak lagi terlibat menjajah dan menzalimi Muslim Rohingya. Serta, Mengajak seluruh Peserta Negara ASEAN, untuk mengeluarkan Myanmar dari Keanggotaan. Pembuat Petisi, Rizqi Awal. CEO Sahabat Padjadjaran, founder dakwah islam, 085722224399.

Rizqi Awal
6,835 supporters
Petitioning Zaini Abdullah

Lindungi Kawasan Ekosistem Leuser, Nyatakan Warisan Dunia!

Kawasan Ekosistem Leuser – Situs yang dilindungi dunia, atau dihancurkan untuk selamanya ? Kawasan Ekosistem Leuser (atau sering disebut dengan “KEL”) adalah tempat terakhir di dunia yang dimana Harimau, Orangutan, Gajah, dan Badak hidup secara berdampingan di alam liar. Luas kawasan ini adalah 2.6 Juta hektar sebagai kawasan yang dilindungi, yang dimana 80% terdapat di Aceh. Ekosistem Leuser adalah harapan nyata terakhir untuk kelangsungan hidup jangka panjang dari empat spesies ikonik yang sangat terancam punah ini di Sumatera. SAAT INI, GUBERNUR ACEH SEDANG BERADA DI BAWAH TEKANAN UNTUK MENANDATANGANI PERATURAN BARU YANG AKAN MENGHANCURKAN KEL UNTUK SELAMANYA – KITA HARUS MENDUKUNG BELIAU UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN YANG BAGUS. Untuk masyarakat Aceh, Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) menyediakan sumber air bersih untuk kurang lebih 4 juta jiwa di Aceh sebagai irigasi di hilir, pertanian, dan sumber makanan. KEL juga menyediakan jasa lingkungan untuk masyarakat Aceh melalui mitigasi erosi, banjir, tanah longsor, dan penyebaran hama. Untuk masyarakat Nasional dan Internasional, KEL mempunyai peran penting sebagai pengatur iklim dan penyimpan karbon. Kawasan Ekosistem Leuser baru-baru ini dimuat pada Jurnal Ilmiah International (IUCN) sebagai salah satu “tempat tak tergantikan” kawasan lindung di dunia dan saat ini sedang dipromosikan oleh para ilmuwan diseluruh dunia untuk menjadi salah satu SItus Warisan Dunia UNESCO. Petisi  ini akan ditujukan kepada Dr. Zaini Abdullah, Gubernur Aceh sebagai pemimpin Aceh untuk menunjukkan kepada dunia bahwa keputusannya sangat mempengaruhi kehidupan banyak orang di Aceh. Mohon tanda tangani petisi ini dan sebarkan petisi penting ini sekarang. Jangan pernah meremehkan dampak yang bisa anda lakukan untuk membantu menyelamatkan masyarakat dan keanekaragaman hayati Aceh Terima kasih atas dukungan Anda.  Para ilmuwan mengidentifikasi 137 kawasan lindung sebagai yang paling penting untuk melestarikan keanekaragaman hayati Baca lebih lanjut di # L3OdiEUHFvqqfwK8.99 

Muhammad Nur
22,631 supporters