Zainal Kadiskes Riau, Tolong buatkan Ruang Bernafas untuk Korban Asap Karhutla di Riau


Zainal Kadiskes Riau, Tolong buatkan Ruang Bernafas untuk Korban Asap Karhutla di Riau
Masalahnya
Tahun 2015 lalu, pertama kalinya saya merasakan langsung dampak buruk asap kebakaran hutan di Riau.
Saya ingat sekali masa itu. Saya masih duduk di bangku SMK. Sekolah diliburkan karena kabut asap yang menyelimuti langit Riau. Semua aktivitas warga dihentikan. Saat itu saya tidak bisa berbuat apa-apa.
Di 2019, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di Riau. Tapi kali ini berbeda. Saya sudah menjadi mahasiswa, dan bisa berbuat sesuatu.
Saya mulai berani mengambil peran mengubah kondisi ini, agar saya dan keluarga bisa bebas dari kepungan asap. Saya bergabung dengan organisasi pecinta alam, salah satu lembaga anggota Jikalahari. Bersama-sama kami coba atasi akar masalah kebakaran hutan, mencari solusinya.
Hingga sekarang, masalah kebakaran hutan di Riau mulai membaik. Tapi ancamannya belum benar-benar hilang.
Pada 15 Februari 2023, Gubernur Riau menetapkan status siaga darurat Karhutla. Sesuai arahan Presiden serta perkiraan BMKG terkait adanya fenomena El Nino. Pada April dan Mei hingga oktober , terjadi kebakaran hutan dan lahan di Dumai dan Bengkalis, indragiri hulu, Rokan Hilir dan beberapa daerah lain. Menghanguskan 2.029,15 hektar lahan.
Dampak kebakaran hutan harusnya bisa diminimalisir jika penanganannya lebih cepat. Karena itu, saya dan teman-teman di Riau berharap Kepala Dinas Kesehatan Riau Zainal membuat Ruang Bernafas. Agar Warga Korban ISPA di Riau bisa mendapat ruang bernafas yang aman dari polusi yang disebabkan kabut asap KARHUTLA. Sehingga penanganan korban lebih cepat dan tidak semakin meningkat. Tercatat dari awal tahun hingga Agustus data Dinas Kesehatan Riau sekitar 31.093 Korban ISPA yang tersebar dari banyak golongan usia dan terus meningkat hingga sekarang.
Ruang Bernafas ini juga bisa digunakan warga yang mulai terpapar ciri-ciri ISPA supaya mendapat Ruang Bernafas yang aman dan Steril. Sehingga kita bisa mencegah semakin banyaknya korban ISPA di Riau bersama.
Tolong dukung gagasan ini ya teman-teman. Tandatangani dan sebarkan petisi ini.
Salam,
Rina
Masalahnya
Tahun 2015 lalu, pertama kalinya saya merasakan langsung dampak buruk asap kebakaran hutan di Riau.
Saya ingat sekali masa itu. Saya masih duduk di bangku SMK. Sekolah diliburkan karena kabut asap yang menyelimuti langit Riau. Semua aktivitas warga dihentikan. Saat itu saya tidak bisa berbuat apa-apa.
Di 2019, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di Riau. Tapi kali ini berbeda. Saya sudah menjadi mahasiswa, dan bisa berbuat sesuatu.
Saya mulai berani mengambil peran mengubah kondisi ini, agar saya dan keluarga bisa bebas dari kepungan asap. Saya bergabung dengan organisasi pecinta alam, salah satu lembaga anggota Jikalahari. Bersama-sama kami coba atasi akar masalah kebakaran hutan, mencari solusinya.
Hingga sekarang, masalah kebakaran hutan di Riau mulai membaik. Tapi ancamannya belum benar-benar hilang.
Pada 15 Februari 2023, Gubernur Riau menetapkan status siaga darurat Karhutla. Sesuai arahan Presiden serta perkiraan BMKG terkait adanya fenomena El Nino. Pada April dan Mei hingga oktober , terjadi kebakaran hutan dan lahan di Dumai dan Bengkalis, indragiri hulu, Rokan Hilir dan beberapa daerah lain. Menghanguskan 2.029,15 hektar lahan.
Dampak kebakaran hutan harusnya bisa diminimalisir jika penanganannya lebih cepat. Karena itu, saya dan teman-teman di Riau berharap Kepala Dinas Kesehatan Riau Zainal membuat Ruang Bernafas. Agar Warga Korban ISPA di Riau bisa mendapat ruang bernafas yang aman dari polusi yang disebabkan kabut asap KARHUTLA. Sehingga penanganan korban lebih cepat dan tidak semakin meningkat. Tercatat dari awal tahun hingga Agustus data Dinas Kesehatan Riau sekitar 31.093 Korban ISPA yang tersebar dari banyak golongan usia dan terus meningkat hingga sekarang.
Ruang Bernafas ini juga bisa digunakan warga yang mulai terpapar ciri-ciri ISPA supaya mendapat Ruang Bernafas yang aman dan Steril. Sehingga kita bisa mencegah semakin banyaknya korban ISPA di Riau bersama.
Tolong dukung gagasan ini ya teman-teman. Tandatangani dan sebarkan petisi ini.
Salam,
Rina
Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 8 September 2023