Petition updateVaksin Harus Transparan. Pak Jokowi Buka Data Vaksin COVID19.Agenda vaksinasi yang belum jelas dan data vaksin yang belum transparan
Yohanes Cakrapradipta WibowoIndonesia
Dec 17, 2020

Salam

Setelah mendengar perdebatan mengenai adanya proporsi vaksin mandiri yang berbayar, akhirnya kita mendengar kabar baik yaitu bahwa program vaksinasi ini akan digratiskan tanpa terkecuali. Kita patut apresiasi langkah Pemerintah Republik Indonesia yang akhirnya mau mendengar aspirasi rakyatnya.

Terlepas dari itu, kabar baik juga datang dari beberapa belahan dunia lain dimana sebagian produsen vaksin sudah mengumumkan hasil analisis interim (analisis sementara sebelum koleksi data selesai) secara ilmiah dan terbuka. Sebut saja Pfizer-BioNTech dan AstraZeneca. Namun sangat disayangkan, sebagian besar vaksin yang rencananya di datangkan, khususnya dari Cina, belum menunjukkan data ilmiah secara transparan.

Transparansi seperti ini merupakan hal yang sangat krusial karena hanya dengan data ilmiah yang jelaslah maka regulator yang berwenang hanya bisa menilai apakah vaksin tersebut memang aman dan mempunyai efikasi yang baik sehingga Emergency Use Authorization (EUA) dapat dikeluarkan. Pfizer-BioNTech pun akhirnya sudah mendapat EUA baik di Amerika Serikat maupun Inggris.

Kita sudah mengetahui bahwa Indonesia baru saja menerima vaksin dari Sinovac. Sangat disayangkan sekali, datangnya vaksin ini tidak disertai pengumuman terkait seberapa aman dan seberapa baik efikasinya. Vaksin lain yaitu Sinopharm, diklaim memiliki efikasi sekitar 86%, namun belum di ikuti publikasi data yang transparan dan jelas dari mana angka 86% ini didapat .

Oleh sebab itu, terlepas dari upaya pembiayaan program vaksinasi yang baik, tentu transparansi data ini adalah kunci untuk meraih kepercayaan masyarakat serta memperbaiki kinerja Pemerintah selama ini.

Kita lihat agenda vaksinasi ini sejak awal, yang direncanakan untuk dimulai bulan November, namun akhirnya diundur dan direncanakan kembali untuk dilakukan bulan Desember ini. Sampai detik ini belum ada kejelasan lagi mengenai kapan pastinya dan bagaimana pelaksanaannya. Usut punya usut kita lihat ternyata rencana bulan November ternyata tidak masuk akal karena proses BPOM bahkan belum selesai.

Bagaimana bisa agenda vaksinasi sudah direncanakan dan disebut akan dilaksanakan pada periode tertentu (November akhir) namun barangnya belum ada dan bahkan BPOM pun belum mereview? Hal ini menunjukkan bahwa agenda dan program vaksinasi sebelum ini tidak dipersiapkan dengan matang dan jelas.

Selain itu yang tidak kalah penting, Pemerintah juga harus paham dan menjelaskan kepada masyarakat bahwa EUA tidak sama dengan izin edar dan merupakan obyek pemantauan berkelanjutan jika memang efek yang timbul tidak sesuai dengan apa yang dilaporkan dan diharapkan. Contohnya sudah banyak yaitu obat-obatan yang sebelum ini medapat status EUA namun karena efeknya tidak sesuai yang diharapkan maka izin EUA dicabut.

Vaksin hanya salah satu langkah dari sekian banyak cara dan bukan peluru ajaib untuk mengendalikan pandemi ini. Oleh sebab itu, Pemerintah harus terus meningkatkan 3T dan 3M, cara yang sudah terbukti efektif untuk pengendalian COVID19 diberbagai negara lain.

Kita dukung dan terus pantau rencana vaksinasi ini agar supaya transparansi data terkait vaksin yang aman dan efektif dapat segera diumumkan secara jelas.

Salam sehat untuk kita semua.

Anggota petisi

Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X