Usir Sofyan dan Sahara dari Kota Malang!


Usir Sofyan dan Sahara dari Kota Malang!
Masalahnya
Di akhir bulan agustus 2025, kita dihebohkan dengan berita viral tentang "playing victim" dari Kyai MIM eks dosen UIN Malang yang diunggah ke medsos oleh wanita bernama Sahara. Namun belakangan ini diketahui bahwa video tersebut hanya disebelah pihak saja. Akar permasalahannya ternyata tentang parkir mobil rental S.A.D Tour and Travel milik Sahara yang parkir sembarangan. Lalu, Kyai MIM menegur karena mobil rental sering diparkir di depan rumah Kyai MIM.
Singkat cerita, terjadi cekcok antara Kyai MIM dengan Sahara beserta suaminya, Sofyan. Lalu Sahara beserta RT, RW dan suaminya mengusir Kyai MIM dari rumah yang beliau beli. Diketahui, Kyai MIM ini orang asli Malang, sedangkan Sahara dan Sofyan merupakan pendatang dan mengontrak rumah di sebelah rumah Kyai MIM. Terlebih lagi, Sofyan merupakan ketua ormas MADAS (Madura Asli) DPAC Karangploso.
Dalam unggahan di akun TikTok Ormas MADAS DPAC KARANGPLOSO, diunggah sikap ormas ini "Mengawal korban oknum Kyai yang juga dosen kampus ternama di Malang yang viral akhir akhir ini di TikTok". Tak pelak unggahan ini turut meramaikan sekaligus memperlebar permasalahan yang ada di masyarakat. Dari masalah parkir menjadi masalah etnisitas.
Saya rasa ada baiknya jika Sahara dan Sofyan harus angkat kaki dari kota Malang untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Ada beberapa poin penting yang mengharuskan mereka berdua keluar dari Kota Malang yakni
1. Untuk meredam amarah masyarakat Malang secara khusus, dan masyarakat Indonesia umum karena permasalahan ini sampai menjadi perbincangan se Indonesia.
2. Untuk meminimalisir meluasnya permasalahan, mengingat disini Sahara dan Sofyan menggunakan ormas berlatarbelakang etnis. Dimana seharusnya permasalahan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, malah menggunakan ormas.
3. Untuk meredakan sentimen negatif masyarakat luas pada etnis Madura di perantauan.
Dengan ini kiranya kami buat untuk menjaga persatuan, kesatuan dan kedamaian bersama sebagai rakyat Indonesia
22
Masalahnya
Di akhir bulan agustus 2025, kita dihebohkan dengan berita viral tentang "playing victim" dari Kyai MIM eks dosen UIN Malang yang diunggah ke medsos oleh wanita bernama Sahara. Namun belakangan ini diketahui bahwa video tersebut hanya disebelah pihak saja. Akar permasalahannya ternyata tentang parkir mobil rental S.A.D Tour and Travel milik Sahara yang parkir sembarangan. Lalu, Kyai MIM menegur karena mobil rental sering diparkir di depan rumah Kyai MIM.
Singkat cerita, terjadi cekcok antara Kyai MIM dengan Sahara beserta suaminya, Sofyan. Lalu Sahara beserta RT, RW dan suaminya mengusir Kyai MIM dari rumah yang beliau beli. Diketahui, Kyai MIM ini orang asli Malang, sedangkan Sahara dan Sofyan merupakan pendatang dan mengontrak rumah di sebelah rumah Kyai MIM. Terlebih lagi, Sofyan merupakan ketua ormas MADAS (Madura Asli) DPAC Karangploso.
Dalam unggahan di akun TikTok Ormas MADAS DPAC KARANGPLOSO, diunggah sikap ormas ini "Mengawal korban oknum Kyai yang juga dosen kampus ternama di Malang yang viral akhir akhir ini di TikTok". Tak pelak unggahan ini turut meramaikan sekaligus memperlebar permasalahan yang ada di masyarakat. Dari masalah parkir menjadi masalah etnisitas.
Saya rasa ada baiknya jika Sahara dan Sofyan harus angkat kaki dari kota Malang untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Ada beberapa poin penting yang mengharuskan mereka berdua keluar dari Kota Malang yakni
1. Untuk meredam amarah masyarakat Malang secara khusus, dan masyarakat Indonesia umum karena permasalahan ini sampai menjadi perbincangan se Indonesia.
2. Untuk meminimalisir meluasnya permasalahan, mengingat disini Sahara dan Sofyan menggunakan ormas berlatarbelakang etnis. Dimana seharusnya permasalahan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, malah menggunakan ormas.
3. Untuk meredakan sentimen negatif masyarakat luas pada etnis Madura di perantauan.
Dengan ini kiranya kami buat untuk menjaga persatuan, kesatuan dan kedamaian bersama sebagai rakyat Indonesia
22
Petisi dibuat pada 2 Oktober 2025