KEMBALIKAN JALAN KAMI

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


              Jalan utama masyarakat desa tipar, ciawi bogor yang kebetulan melintas didalam lingkungan pendidikan universitas juanda, telah ditutup oleh pihak kampus juanda, dengan alasan adanya pandemi covid 19. Awalnya jalan hanya ditutup untuk kendaraan roda 2 dan 4 saja, pejalan kaki masih diperbolehkan lewat. Tapi setelah penolakan warga atas ditutupnya jalan dirasa oleh pihak kampus tidak berdampak besar,  mereka mulai membuat pintu gerbang permanen, dan mulai membuat jadwal bagi pejalan kaki. Sehingga akses warga tipar umumnya, dan warga rt 01 khususnya, makin terisolir, karena akses jalan menuju ciawi hanya bisa dilalui pejalan kaki saja. Walaupun ada alternatif jalan bagi warga untuk menuju jalan raya, tapi jalan tersebut melalui gang yang sangat sempit ( saking sempitnya sampai tidak terekam oleh google maps sekalipun), sehingga untuk dilewati oleh pejalan kaki dan motorpun harus saling mengalah.

              Awalnya penutupan jalan dikaitkan dengan psbb daerah, warga masih bisa bersabar, tapi setelah 8 bulan berjalan, dan psbb sudah mulai dilonggarkan tapi tidak ada tanda2 bahwa jalan akan dibuka kembali. Akses pejalan kaki pun makin dibatasi secara sepihak oleh pihak kampus menurut jam2 tertentu( Sehingga untuk melakukan aktifitas ibadah di masjid amaliah pun, khususnya shalat subuh warga kesulitan akses) Musyawarah antara pihak kampus dan aparat desa setempat belum bisa menghasilkan solusi yang baik bagi warga tipar.

             Belum lagi dampak ekonomi bagi warga yang mempunyai warung dan kontrakan, karena jauhnya dan sempitnya akses jalan menuju ciawi,  mayoritas kontrakan ditinggalkan penghuninya, mereka lebih memilih kontrakan yang aksesnya mudah. Imbas kosongnya kontrakan usaha warungpun menjadi sepi. Belum lagi warga yang berusaha di sektor non formil ( yang harus memikul atau mendorong gerobak dagangannya)mereka harus rela berjalan kaki lebih jauh hanya untuk menuju ke jalan raya ciawi. Padahal pemerintah sedang giat2nya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat akibat dampak pandemi.                  Kami hanya berharap agar jalan itu dibuka kembali sebagaimana biasanya,  agar kami dapat beraktifitas sesuai prokes, seperti sediakala, apalagi jalan itu telah ada SEBELUM KAMPUS BERDIRI, dan merupakan WAKAF warga setempat. 

                Kampus yang merupakan lembaga pendidikan, dan merupakan pelopor perubahan kearah kebaikan diharapkan lebih bijak dalam mengambil keputusan, apalagi kampus juanda yang merupakan kampus bertauhid, yang mempunyai visi islam rahmatan lil'aalamiin, seharusnya memberikan contoh yang bijak bagi lingkungan di sekelilingnya (tetangganya), sabagaimana sabda Rasulullah ﷺ bersabda, "Jibril tiada henti selalu mewasiatkan kepadaku (untuk berbuat baik) dengan tetangga, hingga saya mengira bahwa (Jibril) menetapkan tetangga berhak mendapat warisan."

Bertahun tahun dakwah kampus selama ini telah berhasil merubah paradigma masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Jangan sampai dakwah pentingnya pendidikan yang selama ini telah berhasil mempengaruhi masyarakat, menjadi anomali bagi masyarakat sendiri, dan tidak lagi memepercayai lembaga pendidikan sebagai agen utama perubahan menuju masyarakat yang adil dan makmur. Karena fungsi utama pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan rakyat.